Alasan, Aliran Sesat, Pemaksaan, dan FPI

Sering saya membuat postingan yang kesannya membela sekte, mazhab, organisasi yang dianggap sesat oleh mainstream dari sebuah organisasi agama. Adapun alasan melakukan hal itu adalah bahwa saya gamang. Jadi sebenarnya tulisan tersebut adalah untuk mengkomunikasikan kegamangan yang saya rasakan. Kegamangan yang dikarenakan bahwa saya tidak pernah bisa mengerti bagaimana sebuah agama dianggap hak milik. Lebih khusus lagi bahwa agama hanya hak milik kelompok tertentu saja. Memangnya agama bisa dimiliki ya?

Bahwa perlu disadari bahwa ada konsekuensi dari rasa kepemilikan agama oleh kelompok tertentu. Konsekuensinya adalah kelompok tersebut akan merasa berhak untuk melarang orang lain untuk menggunakan agama miliknya itu. Saya benar-benar tidak bisa memahami akan hal itu. Sebab bagi saya sendiri agama itu hanyalah sebuah petunjuk yang diturunkan bagi semua umat manusia. Yang bebas dipakai oleh siapa saja sesuai dengan pemahamannya masing-masing. Soal bahwa karena sesuatu hal ternyata tidak bisa memanfaatkan petunjuk tersebut secara benar sehingga mengambil jalan yang salah. Maka itu adalah resiko yang ditanggung masing-masing orang. Maksimal yang bisa kita (jika merasa yang benar) lakukan adalah sekedar memberitahukan saja kesalahan orang tersebut. Bukan memaksa.

Sepertinya memang sudut pandang saya akan agama itulah yang membuat saya tidak bisa (tidak pernah bisa menerima?) jika ada pihak yang melarang orang lain menggunakan suatu agama menurut cara yang diyakininya. Dengan alasan apapun itu. Apalagi ternyata pihak tersebut malah memaksakan agar orang-orang harus mengikuti caranya. Jika tidak mau menuruti maka dilarang menggunakan agama tersebut.

Jangan-jangan hal yang saya sebutkan di atas jugalah yang menyebabkan FPI hingga menyerang Aliansi Kebangsaan. FPI merasa bahwa merekalah yang memiliki Islam. Jadi setiap orang harus berIslam dengan cara mereka. Jika tidak maka halal untuk ditumpahkan darahnya jika masih tetap menggunakan Islam. Duh, betapa mengerikan efek rasa memiliki agama ini. 😦

Pikir saya sih, kenapa tidak diberitahu saja bahwa :

Saya punya cara menjalankan ajaran agama ini yang menurut saya lebih baik dari caramu sekarang. Nah terserah kamu mau mengikutinya atau tidak. Saya serahkan semua pada penilaian Yang Maha Adil.

Begitu menurut saya lebih pas.

Tapi itu semua hanyalah pandangan saya pribadi. Pandangan pribadi dari seseorang yang memang tidak punya rasa kepemilikan pada agama.Seorang manusia yang merasa salah saja tidak berhak dimiliknya, apalagi agama. Jadi jika memang dalam suatu agama diwajibkan untuk mempunyai rasa kepemilikan. Berarti sudut pandang saya memang bakalan tidak akan pernah nyambung dengan pemeluk agama tersebut. Tapi walau tidak nyambung, saya rasa kita semua sepakat bahwa hakim yang paling adil itu adalah Tuhan. Bukan manusia. Jadi bagaimana kalo keputusan mutlaknya kita serahkan saja kepadaNya? Sedangkan bagian kita, para manusia adalalah keputusan relatif. Keputusan yang masih memberikan ruang untuk dipertanyakan.

 

56 Responses to “Alasan, Aliran Sesat, Pemaksaan, dan FPI”


  1. 1 crazy gabriel Juni 8, 2008 pukul 11:54 am

    NE PESEN BUAT FPI JUGA PARA PENDUKUNGNYA DAN YANG PRO MA FPI……….
    MENDINGAN KALIAN NYARI PULAU KOSONG AJA TERUS BIKIN NEGARA SENDIRI, LHA ORANG KOQ SUKANYA NGURUSIN URUSAN ORANG LAIN, PIKIRIN AJA TUH DI RUMAH UDAH PADA MAKAN BELUM, PENDIDIKAN GIMANA, INI MALAH NGURUSIN URUSAN ORANG LAIN, MAKSA LAGI, PAKE MUKULIN SEGALA MACEM, MBO’ YA PADA MIKIR APA KALIAN ITU PERNAH LIAT TUHAN GAK TERIMA DENGAN ADANYA AHMADIYAH, KURANG KERJAAN AJA, DASAR SINTING……………

  2. 2 dana Juni 8, 2008 pukul 4:58 pm

    @alex®

    *mengagumi pelangi*

    @crazy gabriel

    Capslock kepencet ya?😀

    Sabar mas, tapi setuju juga sih. Kan dah yakin tuh ahmadiyah bakal jadi kerak neraka. Kenapa mengotori diri dengan melakukan kekerasan juga. Gitu tak?

  3. 3 Moh Arif Widarto Juni 9, 2008 pukul 6:46 pm

    Menurut saya justru aneh, orang beragama tetapi tidak punya rasa memiliki kepada agamanya.

    Saya benar-benar tidak bisa memahami akan hal itu. Sebab bagi saya sendiri agama itu hanyalah sebuah petunjuk yang diturunkan bagi semua umat manusia. Yang bebas dipakai oleh siapa saja sesuai dengan pemahamannya masing-masing.

    Sesuai dengan pemahamannya masing-masing? Menurut saya, kalimat ketiga dari kutipan di atas baru bisa dijalankan apabila agama tidak memiliki ajaran. Kalau ada ajaran, seharusnya pemahaman setiap individu harus sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh agama. Herannya, semua agama memiliki ajaran loh. Menurut saya, pendapat bahwa agama bebas dipakai sesuai pemahamannya masing-masing adalah pandangan keblinger. Pandangan yang ingin melaksanakan agama tanpa tuntunan (ajaran) agama. Pandangan hasil kontemplasi, tanpa pernah menuntut ilmu agama.

    Sebagai contoh: Ada orang mengaku beragama Islam tetapi tidak pernah belajar ilmu-ilmu agama Islam. Pokoknya ya suka-suak dialah mau beragama seperti apa, yang penting orang itu mengaku agamanya Islam.

    Insya’ Allah chaos segera terjadi. Akan ada yang bilang bahwa Islam itu tidak punya rukun. Islam itu ya percaya pada 1 tuhan, sudah selesai. Saya mau makan babi, makan anjing, makan kucing, makan buaya, nggak ada larangan. Menurut pemahaman saya, babi, anjing, kucing dan buaya itu binatang. Nggak ada bedanya dengan ayam, kambing, sapi atau kerbau. Kalau sama-sama binatang, menurut pemahaman saya, maka binatang-binatang itu boleh saya makan.

    Ya, begitulah orang-orang yang memakai agama sesuai pemahamannya masing-masing.

  4. 4 dana Juni 9, 2008 pukul 10:24 pm

    Sesuka andalah.

    Sebab yang anda tulis panjang-panjang itu bakalan mbulet ke :

    Ajaran Islam menurut siapa?😆

  5. 5 gandhoz Juni 10, 2008 pukul 12:53 am

    Aku hidup di tanah leluhur
    Ku pertahankan sejengkal tanah
    demi massa depan anak cucu
    agar menikmati indahnya KEMERDEKAAN

    Detik-detik 17 Agustus 1945
    Awal dari kemenangan dan kebebasan
    BANGSA ini dari belenggu penjajah
    hingga Jati Diri Bangsa diakui di Dunia
    Pancasila …..

    dalam sebuah perjalanan Kemerdekaan ini diuji
    dari golongan sesat yang tidak rela
    melihat bangsa ini merdeka dengan kebudayaannya
    dan senantiasa merongrong dari berbagai segi

    Pemimpin yang di suap
    oleh harta maupun kekuasaan
    hingga rakyat tidak pernah berkuasa lagi
    menentukan kebudayaan yang mengantarkan
    bangsa ini untuk merdeka….

    wahai penjilat kekuasaan
    berkedok dapat pahala untuk menghalau
    kebudayaan yang sudah meng-akar
    hingga bangsa ini tanpa budaya
    hingga icon kebudayaanpun dimusnahkannya

    Arca-arca kerajaan berubah jadi …
    sungguh naif, berhala didefinisikan sendiri
    tanpa tau asal-usul kebudayaan
    kebudayaan sesat dengan suara keras
    memekakkan telinga, hingga memecahkan lapisan bumi

    sajak protes untuk kaum sesat

  6. 6 Nazieb Juni 10, 2008 pukul 2:23 am

    Waduh, salah komen, seharusnya komen saya yang tadi masuk sini

    Yeah, just go fight and die!!
    It will be good to you, and especially me

    :mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: