Turut Berduka Cita, Ahmadiyah.

Ahmadiyah, saya turut berduka cita atas terbitnya SKB. SKB yang memberikan peringatan. Menyuruh agar Ahmadiyah meninggalkan keyakinannya, dan menuruti keyakinan orang lain. Sebuah pemberangusan keyakinan dari sudut pandang saya. Tapi juga menjadi kemenangan dari sudut pandang lain. Sungguh absurd memang.

Tapi saya mengerti posisi pemerintah sebagai pemimpin dari semua warganya. Bukan Ahmadiyah saja. Pemerintah tentu telah memikirkan masak-masak, diantara beratnya tekanan yang mereka terima baik dari anti Ahmadiyah maupun yang pro Ahmadiyah. Pemerintah membuat keputusan saya yakin bukan atas dasar agama tertentu. Melainkan melakukan keputusan berdasarkan keputusan politik. Tidak lebih tidak kurang.

Buat umat Ahmadiyah, yang tabah sajalah. Anggaplah SKB ini sebagai bagian dari ujian yang akan meningkatkan keyakinan kalian. Itu jika kalian tetap yakin bahwa ajaran Ahmadiyah itu benar. Tapi jika tidak, kalian carilah mana yang benar. Lalu ikuti. Percaya pada anugrah terindah dari Tuhan, yakni rasa. Sebab dengan rasalah maka kita bisa melakukan syahadat itu. Menyaksikan dengan sejelasnya. Sehingga tidak bisa sesat lagi.

Jadi silahkan memicu diri berkontemplasi dengan adanya SKB ini. Merenung diri. Dan ketika jawabannya ditemukan, apapun itu. Silahkan, sebab keyakinan tidak bisa diberangus hanya dengan SKB. Bahkan dengan pembunuhan juga tidak. Dan jika begitu, maka ucapan turut berduka cita pun menjadi hambar. Kehilangan maknanya. Sebab toh ada tidaknya SKB tidak berpengaruh pada keyakinan. Hanya diri sendirilah yang bisa memutuskan keyakinan.

Maka, ucapan duka cita yang terlanjur terucap tadi. Saya tujukan bukan kepada umat Ahmadiyah secara khusus. Tapi saya tujukan pada manusia-manusia naïf yang berusaha untuk memaksakan keyakinan dari salah satu pihak. Sungguh sia-sia usaha itu. Yang merasakan kemenangan atasnya hanyalah ego. Kemenangan seperti itu adalah kemenangan semu. Turut berduka cita.

44 Responses to “Turut Berduka Cita, Ahmadiyah.”


  1. 1 K. geddoe Juni 10, 2008 pukul 7:44 am

    Saya tidak akan terlalu menyalahkan pemerintah… Memang bangsa ini yang perlu banyak belajar.😕

  2. 2 Santri gundhul Juni 10, 2008 pukul 7:56 am

    Kang dana SKB itu singkatan ” Surat Keputusan Bersama ” yah…??

    Ahhhg…jangan-jangan Plesetan dari ” SURAT KEKESALAN BERSAMA “. Klu pake istilah BERSAMA, lantas KEBERSAMAAN siapa-siapa yah…??

    Yah..yah…menyikapi SKB ini, hendaknya kita pake ujar-ujar orang Bijak, ” SING WARAS AYO PODHO NGALAH, SING EDAN BEN KEDANAN, BECIK KETITIK OLO KETORO..”

    Banyak manusia terlalu angkuh saat ini, mereka terlalu pandai mengelabui hatinya sendiri!! KEIMANAN kita-kita hanya sebatas BERHALA dan KEKUASAAN…!! Tidakkah kita melihat…??? “ PASUKAN DAJJAL “ tertawa riang gembira melihat KETERLENAAN dan KEALPAAN kita. Mereka telah menggiring para manusia-manusia untuk masuk dalam kelompok BARISANNYA yang bersembunyi dibalik segala ATRIBUT NAFSANIAH yang mereka sandang demi urusan PERUT.

    Tapi, YAKINLAH…BANGKITLAH..Wahai para manusia….. Bahwa DIBALIK KENGERIAN MUNCUL PULA KEBAHAGIAAN!!! ( Fa’innamaal ‘Usri yusro, Innama’al ‘ Usri yusro ) .

    Plaaaaaaazzz…Plaaaaaazzzz….

    • 3 IRWANA M TOP September 28, 2010 pukul 10:14 am

      MANUSIA BEGO…. TUH ADA DI PIHAK AHMADIYAH… RASUL PUN MENYURUH KITA MEMBUMI HANGUSKAN KESESATAN YG NYATA SEPERTI HALNYA AHMADIYAH.. SING WARAS AYO PADA NGALAH.. ORANG BIJAK ATW ORANG GILA TUH YG NGOMONG… RASUL GA NGAJARIN YG BEGITUAN..

  3. 4 razuka Juni 10, 2008 pukul 8:36 am

    itulah bukti silih bergantinya HIDUP, dari tiada menjadi ada dan kembali tiada hanya manusia yang berfikir mencari yang slalu ada yang tidak terpengaruh oleh silih bergantinya hidup…selamat jalan ahmadiah…semoga enkau pergi dengan ikhlas.

  4. 6 Rindu Juni 10, 2008 pukul 10:30 am

    Hanya dibekukan TIDAK dibubarkan kan mas?

  5. 7 Rindu Juni 10, 2008 pukul 10:31 am

    Eh … dibubarkan yah? halah …

  6. 8 cK Juni 10, 2008 pukul 10:48 am

    turut berduka juga *kupipes*

  7. 9 qaryatisyahin Juni 10, 2008 pukul 10:50 am

    http://www.republika.co.id
    silahkan search : ahmadiyah
    ada berita a.l:

    SKB No 3/2008, KEP-033/A/JA/6/2008, dan No 199/2008 tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota, dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat

    2. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus JAI sepanjang mengaku beragama Islam untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam, yaitu penyebaran paham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.

    3. Penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu dan diktum kedua dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk organisasi dan badan hukumnya.

    Jaksa Agung, Hendarman Supandji, mengakui isi SKB memang tak membubarkan JAI. SKB hanya berisi perintah dan peringatan. Kendati begitu, bisa berujung pada penghentian kegiatan JAI.

    Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Malang, Jawa Timur, Dr. Mas’ud Said menyatakan, pembekuan Ahmadiyah oleh pemerintah merupakan “pintu” bagi pemerintah untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di Indonesia

    for us : life must be go on..

  8. 10 Shinte Galeshka Juni 10, 2008 pukul 10:56 am

    Kalo gak salah liat sih SKB cuma melarang aktivitas syiar, yang masalah pemerintah gak kasih definisi yang termasuk syiar itu apa aja.
    Setuju keyakinan gak bisa dimatikan hanya dengan sebuah SKB. The big questionnya dari sini kita mau kemana? Mana arahan yg jelas atas apa yang boleh / tidak boleh dilakukan oleh umat Ahmadiyah. Tanpa definisi yang jelas saya khawatir akan muncul rantai kekerasan baru.

  9. 11 daeng limpo Juni 10, 2008 pukul 11:44 am

    terbit atau tidak………kemiskinan hingga kini tidak pernah benar-benar bisa diberantas…!

  10. 12 gentole Juni 10, 2008 pukul 12:21 pm

    Saya berandai-andai Mas Dana, bagaimana jika “mayoritas umat Islam” menghendaki blog-blog yang “tidak jelas Islamnya” seperti blog Mas Dana ini ditutup dan pemiliknya di SKB-kan?

    *sok tau bilang Mas Dana Islamnya gak jelas*

  11. 13 watonist Juni 10, 2008 pukul 2:33 pm

    @gentole

    Saya berandai-andai Mas Dana, bagaimana jika “mayoritas umat Islam” menghendaki blog-blog yang “tidak jelas Islamnya” seperti blog Mas Dana ini ditutup dan pemiliknya di SKB-kan?

    bahkan mati pun bukan sebuah kekalahan bagi mereka yang berjuang, kalah itu bagi mereka yang kehilangan kesungguhannya.

  12. 14 Sawali Tuhusetya Juni 10, 2008 pukul 3:01 pm

    dengan terbitnya SKB itu, menag, mendagri, dan jagung, mudah2an bisa sedikit meredakan konfil soal keyakinan yang selama ini selalu saja menimbulkan kontroversi dan perdebatan. pelajaran berharga buat pihak mana pun.

  13. 15 Robert Manurung Juni 10, 2008 pukul 4:11 pm

    @ daeng limpo

    Setuju Bung. Seharusnya pikiran dan energi kita dimanfaatkan untuk menolong saudara-saudara kita yang sesak napas dihimpit kemisikinan.

    Salam Merdeka!

  14. 16 dana Juni 10, 2008 pukul 6:15 pm

    @K. geddoe

    Sama ged. Memang kondisinya seperti ini. Sama ketika soal menaikkan BBM itu.

    @Santri gundhul

    Yup mbah, sing waras ngalah aja. Daripada sama sama hancur, nggak ada gunanya.

    @razuka

    Hidup di dunia ini memang cuma sementara. Cuma buat bersenda gurau saja.

    @Ade

    Silahkan sepuasnya.

    @Rindu

    Intinya sih disuruh beragama mengikuti cara orang lain. Kalo tidak bakal dihukum.

    @cK

    Dasar ndak kreatif ini.😛

    @qaryatisyahin

    Hidup memang tidak berhenti mbak.

    @Shinte Galeshka

    Kalo SKB nya sih menurut saya menyuruh beragama mengikuti orang yang menuntut pembubaran itu. Kalo tidak bakal dihukum.

    Ditunggu aja peraturan yang mengejewantahkan SKB itu. Semoga bisa bijak.

    @daeng limpo

    Kemisikan mungkin memang harus dinikmati.

    @gentole

    Jika begitu, bisa jadi blog ini terpaksa ditutup. Tapi tidak akan pernah mempengaruhi keyakinan saya.

    @watonist

    Setuju.

    @Sawali Tuhusetya

    Semoga saja pak. Tapi saya kok melihat ada target selanjutnya setelah Ahmadiyah ini. Moga moga itu cuma prasangka saya saja.

  15. 17 goldfriend Juni 10, 2008 pukul 7:45 pm

    Terus terang, membaca SKB ini saya jadi bingung.😕 Disatu sisi pemerintah menghormati keyakinan dan kepercayaan tiap orang tetapi disisi yang lain mencoba menjaga agar keyakinan itu “tidak menyimpang”. Dan ukuran “menyimpang” adalah ukuran normatif/statistik.

    Sama seperti analogi, “ekor ditarik tapi kepala diikat”

    SKB ini “banci” karena tidak tegas bersikap. Harusnya kalau TIDAK BOLEH, ya tidak boleh sama sekali. Dan kalau BOLEH maka boleh sama sekali. Ini keputusan politik, sok empati, dan bukan terobosan baru dalam kehidupan beragama.

    Dan apa itu penjelasan lanjut dari “menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang” ?😕

  16. 18 alisyah Juni 10, 2008 pukul 9:02 pm

    jadi yang Ahmadiyah bebas mau milih ajaran mana aja?

  17. 19 zal Juni 10, 2008 pukul 11:40 pm

    ::baguslah itu, biar lebih afdol beragamanya…, menjadi mandiri dan tersembunyi….

  18. 20 Santri Gundhul Juni 11, 2008 pukul 12:25 am

    @…Kang Zal,

    Tersembunyi dan bersembunyi di Gua Hira, jangan-jangan Saudara yang TERANIAYA ini malah tambah Mak Nyuuuusss dan Cesss Pleng…di ELUS-ELUS karo Gustine. Le…sing SABAR yoh…SABAR kuwi KESAYANGAN-KU..Sini le, bersandinglah di samping-KU.
    Lah…lah…MODIAAAAAAAARRR…ono wong sing KECELEK. Rumongso BENER malah hasile ORA PENER neng NGARSANE Gusti Alloh…

    Rasanya dengan terbitnya SKB ini, ada PIHAK yang tambah ” GEDHE NDHASE, GEMAGAH, PETENTANG-PETENTENG ” terus merembet-rembet Ngobrak-Abrik ke Aliran ( Lembaga ) Keagamaan yang laen..

    Ahhhhgg…
    Mumpung durung di OBRAK-ABRIK, Pasang papan PERINGATAN di Padepokanku
    ” Tunggal Konco ojo Nggodho ”
    ” Tunggal Guru ojo Ngganggu ”
    ” Tunggal Kitab ojo NYERGAB ”
    ” Tunggal Nabi ojo MERI ”
    ” Tunggal AGOMO ojo sok JOBRIYO ”

    INGSUN TETEKEN ” MUHAMMAD,
    SURO SUCO LUDIRO DJOYO DININGRAT,
    LEBUR DENING PANGASTUNINGSUN,

    Muuuaaaaaaaaaaaaha..ha..ha…

  19. 22 Godamn Juni 11, 2008 pukul 12:34 am

    yah mudah-mudahan orang ahmadiyah ngerti “what is a name” itu apa, yang penting keyakinan… kalo nggak mah yah… berarti sami mawon deh…

  20. 23 emmy Juni 11, 2008 pukul 1:24 am

    *tabur bunga*
    meski denger peti matinya kayak digedor-gedor dari dalam.

  21. 24 joyo ga login Juni 11, 2008 pukul 2:17 am

    salut buat pemerintah karna konsitent dengan demokrasi dan pancasila, dengan tidak membubarkan ahmadiyah,
    hmmm…mungkin sebaiknya ahmadiyah menjadi agama baru saja😀

  22. 25 Shinte Galeshka Juni 11, 2008 pukul 8:55 am

    Belum lama kita melihat demo menghujat film fitna. Hampir semua element ikut menghujat film ini, sampai akses internet pun diblokir untuk mencegah penyebarannya. Sayang sekali sekarang kita menyaksikan lagi film tersebut dan sekarang bukan buatan antek-antek barat dsb, sekarang kita sendiri menjadi aktor film ini, termasuk pemerintah yg menjustifikasi bahwa kekerasan boleh digunakan untuk memaksakan kehendak. Jadi mau dkasih judul apa film ini fitna 2, fitna justification?

  23. 26 calonorangtenarsedunia Juni 11, 2008 pukul 9:17 am

    Tidak dibekukan dan tidak dibubarkan. Hanya larangan Syiar saja, Dan.

  24. 27 Tito Juni 11, 2008 pukul 11:38 am

    Dapet dari Milis Islamlib, bpk Adli Usuluddin menulis:

    Diktum Kesatu : ” Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.”

    Diktum Kesatu sangat mengerikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak saja akan memberangus pemikiran Islam, tapi juga agama lain. Menyimpang dari pokok-pokok ajaran akan sangat tergantung pada siapa yang menilai (atau yang berkuasa), dapat saja ijtihad dianggap sebagai menyimpang dari pokok-pokok ajaran, atau perbedaan penafsiran yang selama ini banyak dan lumrah terjadi akan menjadi masalah. Diktum ini akan menjadi aturan yang dapat ditafsirkan secara semaunya, yang dapat dipergunakan oleh satu golongan untuk menghujat golongan yang tidak se aliran. Bagi kalangan Islam bahkan akan menutup pintu ijtihad, selain membuat Ahmadiyah tetap menjadi sasaran tembak.

  25. 28 sigid Juni 11, 2008 pukul 2:20 pm

    Waduh, saya termasuk orang yang berpikir bahwa keyakinan adalah pribadi dan kebebasan berkeyakinan yang dijamin oleh UUD 1945 adalah hal yang benar.
    Kalau saya sih, orang mau memiliki keyakinan apa ya monggo, mau jadi tidak berkeyakinanpun ya tidak bisa dipaksa berkeyakinan to. Kecuali dalam pergulatan hidupnya dia sendiri memutuskan untuk memiliki keyakinan tertentu.
    Tapi ya seperti yang pakde dana katakan bahwa “keyakinan tidak bisa diberangus hanya dengan SKB. Bahkan dengan pembunuhan juga tidak”
    Selama pemeluknya meyakini bahwa keyakinan mereka adalah benar, hal itu akan membuat mereka semakin meyakininya.

  26. 29 Rustan Juni 11, 2008 pukul 6:20 pm

    Kutanyakan pada rumput,
    “Apakah kebenaran itu ?”
    Rumput tak menjawab satu patah kata pun

    Kutanyakan pada langit,
    langit pun tak menjawab apa-apa..

    Kutanyakan pada Tuhan Maha Mendengar,
    Tuhan pun tak memberi jawaban kepadaku

    Kutanyakan kepada para pemuka agama,
    Agama Hindu mengatakan inilah agama Dharma (kebaikan)
    Agama Buddha pun mengatakan inilah agama yang membawamu kepada Nibbana (Surgawi)
    Agama Kristen, mengatakan inilah agama yang Kristus (Suci)
    Agama Islam mengatakan inilah agama yang Lurus

    Berarti semua jalan adalah kebenaran.

    Hanya waktu yang bisa menjawab kebenaran itu apa….
    Karena tidak ada yang memberi jawaban yang memuaskan..

  27. 30 esensi Juni 12, 2008 pukul 9:24 am

    …Menyuruh agar Ahmadiyah meninggalkan keyakinannya, dan menuruti keyakinan orang lain…

    Kang Dana, belum sampai situ lho, cuma disuruh untuk tidak menyebarkan ajaran2 Ahmadiyah saja. Tidak sampai harus meninggalkan keyakinannya. Alias segala kegiatan2nya dibekukan.
    .
    Inilah yang sebenarnya amat ambivalen. Jika tidak boleh melakukan kegiatan2 rutin lagi, maka eksistensinya menjadi tanda tanya besar. Ada, tapi tidak hidup. Bingung saya membaca SKB (Surat Kebingungan Bersama) itu. Bisa diterima kalau para pembenci Ahmadiyah tidak puas dengan keputusan yang masih setengah-setengah ini.
    .
    Kita tunggu saja babak selanjutnya, entah bakal menjadi klimaks, ataukah menjadi ending yang memilukan…
    .
    Salam,

  28. 31 qaryatisyahin Juni 12, 2008 pukul 12:36 pm

    ke hamparan mana jiwa-jiwa ini akan dihempaskan
    Pecinta akan tetap tersenyum

    ladang boleh dibersihkan
    bibit baru akan tetap disemaikan

  29. 32 dana Juni 12, 2008 pukul 6:26 pm

    @goldfriend

    Nah, saya juga bingung di situ. Tapi sepertinya menyimpang tidaknay ya ditentukan oleh yang menuntut ahmadiyah bubar bang.

    @alisyah

    Semua juga seharusnya bebas.

    @zal

    Wah, bener juga zal. Buat apa coba gembar gembor dalam beragama.

    Godamn

    eh, sepertinya tidak dilarang memakai label Islam tuh. Cuman dilarang menyebarkan ajarannya saja. *kalo nggak salah baca lagi sih*

    @emmy

    Beli bunga dimana tuh?

    @joyo ga login

    Iya, tidak dibubarkan. Ternyata cuma dilarang menyebarkan pemahaman mereka kalo masih memakai label Islam. Kalo ganti label sepertinya bakal bebas malahan.

    @Shinte Galeshka

    Kalo fitna 2 sih , nggak perlu menunggu SKB ini. Tuh, insiden monas kalo diedarkan dah memenuhi syarat itu.😀

    @calonorangtenarsedunia

    Iya, memang cuma dilarang menyebarkan pemahamannya.

    @Tito

    Absurd emang to. Sebab bakal tetap bisa ditanyakan :

    menyimpang menurut siapa?

    @sigid

    Yup, seharusnya keyakinan ya didalam dada. Tidak bisa disentuh, kecuali oleh diri sendiri.

    @Rustan

    Hanya membuktikan sendirilah jawabannya.

    @esensi

    Ah, iya cuma dilarang menyebarkan ya?

    Tapi memang soal itu sangat rancu. Batas-batas menyebarkan itu tidak jelas soalnya.

    @qaryatisyahin </strong?

    Sing penting selamat mbak.

  30. 33 Nazieb Juni 13, 2008 pukul 1:21 am

    Ya ya..
    Saya jadi ingat cerita Islam yang ditindas kaum kafir zaman Rasul dulu.. Hanya saja kali ini sang objek berganti menjadi subjek..

  31. 34 catra Juni 13, 2008 pukul 10:04 am

    saya juga ikut berduka cita……….*hiks*

  32. 35 CY Juni 13, 2008 pukul 5:04 pm

    Betul, kalau keyakinan itu kita laksanakan di dalam kamar kita emang siapa yg tau? Kalau waktu ibadah dalam hati kita tetap memegang keyakinan itu emang siapa yg bisa tau isi hati seseorang? Jadi SKB hanya bisa mencekal apa yang nampak, tapi yg invisible tak ada yang bisa mencegah.

    *mentertawakan kebodohan manusia (halah.. emang gue bukan manusia??)* 😆

  33. 36 ndoro Juni 16, 2008 pukul 12:45 pm

    awal postingan dulu kayaknya Bung danalingga mengkritik pelembagaan keyakinan (lembaga agama), dan menyarankan agar menjalani agama yang benar “adalah agama yang dapat mengatarkan bertemu pada Tuhan’.
    Lha Kalau Ahmadiyyahh bisa mengantar bertemu dengan Allah swt kenapa harus berduka cita kalau Ada SKB tersebut? SKB tersebut khan “membubarkan lembaganya”.

    “Hanya meributkan lembaganya saja baik ahmadi non Ahmadi itu..?”

  34. 37 herman Juni 17, 2008 pukul 11:39 am

    itulah jika manusia memandang sesuatu dari kulitnya…….sehingga tidak akan bertamu jadinya…..jika manusia memandang manusia berdasarkan isinya pasti akan bertemu…….seperti halnya Gus Dur, beliau adalah manusia yg memandang manusia berdasarkan isinya…termasuk juga rekan2 disini sudah bisa memandang akan manusia yg lain berdasarkan isinya….jika ada sekelompok masyarakat mengatakan salah kita tunggu saja balasan dari yg sebenar2nya berbuat…..karena tidak lain kita ini hanyalah penonton sekaligus aktor/aktris…..ngga usah2 repot jadi bintang film wong pada dasarnya memang sedang ngelakonin peran kok…….heheheh

  35. 38 dana Juni 17, 2008 pukul 9:25 pm

    @Nazieb

    Iya, sejarah emang selalu berulang.

    Tapi kalo ahmadiyah ini, nggak tahu entar bisa gede, terus malah gantian menindas. Takutnya sih, sejarah benar-benar berulang.

    @catra

    Selamat berduka.

    @CY

    *ikut tertawa*

    @ndoro

    Betul, makanya diakhir postingan saya mengatakan tidak jadi berduka cita terhadap ahmadiyah. Tapi berduka cita pada usaha pembrangusan keyakinannya saja. Terutama sekali pada yang berusaha membrangus, sebab itu kan usaha yang sia-sia saja.

    @herman

    Begitulah kenyataannya.

  36. 39 CRAZY GABRIEL Juni 18, 2008 pukul 6:39 am

    MUNGKIN SELURUH “INSTANSI” AGAMA YANG MUSTI DIBEKUKAN UNTUK SELANJUTNYA SELURUH UMATNYA MELAKUKAN PERENUNGAN…….., ATAU MUNGKIN SEKALIAN DIBUBARKAN SAJA, KARENA SUDAH KITA LIHAT……….., TERNYATA AGAMA TIDAK MEMBAWA KEDAMAIAN DI BUMI, TAPI MALAH SELALU SEBAGAI “ALASAN” PEMICU KONFLIK TERBODOH YANG PADA AKHIRNYA MENGHANCURKAN UMAT MANUSIA, ATAU MUNGKIN KITA PERLU GALANG KEKUATAN BERSAMA UNTUK MENDIRIKAN UN-RELIGION DEFENDERS FRONT YA?, KITA PERANGI SEMUA AGAMA BIAR BUBAR AJA……………, HAHAHAHAHAHAHAHAHA, MANUT MAYORITAS SAJA, TAKUT NANTI MALAH DI SKB-KAN SAMA BAPAK2 DI JAKARTA…………………….. HIHIHIHIHIH, TRIMSSSSSSSSSSS

  37. 40 dana Juni 18, 2008 pukul 8:00 pm

    Kalo saya milih tidak pake organisasi, jadinya nggak bakal bisa dibubarkan.😆

  38. 41 wnks Juli 10, 2008 pukul 7:33 pm

    Inilah ketika agama menjadi alat “pemuas nafsu” manusia! Semua yang dilakukan dan di kerjakan atas nama agama? Terus agama yang menyejukkan itu dimana dong?

  39. 42 dana Juli 10, 2008 pukul 8:10 pm

    Ada, di dalam dada.😉

  40. 43 siheruw Juli 19, 2008 pukul 11:10 am

    mengalir seperti air …

    mengalir memunculkan banyak cabang …

    kedesa, kota, pinggiran …

    air keLaut …

    kembali ke asal semula …

    air dan pikir sama …

    tanah dipengaruhi api

    dari awal

    sampai akhir ditiadakan …


  1. 1 Bloggers’ reaction to SKB Ahmadiyah « Shariah @ National Law Lacak balik pada Juni 14, 2008 pukul 1:55 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: