Arsip untuk September, 2008

Lebaran

Nanti itu, Lebaran akan tiba. Hari dimana seharusnya umat manusia merayakan kefitrian. Menikmati kefitrian. Sebagaimana memang seharusnya manusia itu sebelum tercemar oleh segala macam kelam ketika di perbudak oleh nafsu.

Jadi sebelum kita mengalami ironi yakni terjebak kembali dalam nafsu untuk merayakan kefitrian, saya ingin mengajak, marilah kita menanyakan kepada diri masing-masing :

Apakah memang sudah layak merayakan ?

Rasanya jawabannya tergantung dari diri masing-masing. Dan semoga dengan menanyakan pertanyaan tersebut ke diri sendiri, maka kita bisa meresapi hikmah di balik puasa yang sudah lewat dan lebaran ketika tiba nanti.

Kemudian bisalah kita berharap semuanya tidak lekang oleh arus kehidupan. Seperti yang sudah-sudah. Selamat berLebaran. :mrgreen:

 

Cinta, Keraguan, dan Agama

Kasih, jujur saja bahwa aku memang meragu meneruskan langkah. Berusaha merebut hatimu sepenuhnya. Sebab kasih, aku menjadi takut akan masa depan jika hatimu telah di serahkan. Dan ternyata tidak dapat dikembalikan lagi. Entah masa depan apa yang menanti bagi perbedaan-perbedaan kita. Padahal sering juga harapan agar hatimu menerima diriku sepenuhnya menghiasi mimpi-mimpi dalam tidurku. Tapi kasih, kesadaran akan masa depan membuatku menjadi pengecut.

apa lagi?

Kebebasan BerAgama

Ya, saya benar menganggap semua agama itu sama saja. Sama sama bisa mengantar kita untuk mengalami Tuhan. Tapi juga sama-sama bisa mengantar kita menjadi iblis. Semua tergantung pilihan kita. Kitalah yang memilih mau beragama dengan benar atau tidak. Dengan resiko pilihan terebut ditanggung masing-masing. Tidak akan bisa ditransfer ke orang lain. Jadi seharusnya tidak ada yang memaksa kita harus memilih yang benar atau yang salah.

apa benar sebebas itu?

Annisa si Anak Indigo dan Islam

Mengenai Annisa si anak indigo. Sebenarnya sudah lama saya tahu mengenai anak ini. Tapi tidak tergerak bagi saya untuk menulis tentangnya. Sebab bagi saya hal itu adalah soal biasa. Sudah sering kok selama perjalanan spiritual yang saya lakukan menemukan anak-anak indigo. Bagi saya mereka adalah anak-anak yang mempunyai jiwa yang tua. Biasanya jiwa tua yang bijaksana. Dan kebetulan pengetahuan jiwa-jiwa tersebut masih membekas secara lahiriah (walau tidak semua pengetahuan) ketika telah melewati proses kelahiran kembali.

lalu kenapa akhirnya ditulis?

Untuk Terus Hidup Perlu Keberanian

Mungkin kau berpikir telah sangat berani karena telah mengambil keputusan untuk mengakhiri hidup. Berani karena tidak takut mati. Tapi aku rasa tidak, teman. Kau tidak berani , kau itu sangat pengecut. Sebab dengan memilih kematian maka ada yang diakhiri. Mengakhiri sesuatu yang kau takuti dengan sangat. Ketakutan yang kau takuti lebih dari mati.

berani atau pengecut ?


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.