Arsip untuk Oktober, 2008

Wajar Tidak Berarti Benar kan?

Sering ada pembenaran akan sesuatu tindakan berlandaskan kewajaran. Misalnya suatu tindakan yang disalahkan oleh orang lain, lantas pihak yang membela menjawab hal itu wajar kok dilakukan. Toh selama ini hal tersebutlah yang terjadi jika ada kejadian seperti yang terjadi saat itu. Dan juga sebagian besar orang akan melakukannya hal yang sama jika berada di posisi tersebut.

rasanya ada yang salah …

Fundamentalis dan Liberalis Ternyata sama

Kaum agama yang fudamentalis dan liberalis ternyata mempunyai sebuah kesamaan mendasar diantara perbedaan yang tampak dari sikap beragama mereka. Kesamaan tersebut adalah keduanya sering menggunakan ayat-ayat dari kitab yang dianggap suci sebagai pendukung pemahaman dan tindakan beragama mereka.

Sudah sering kita jumpai bahwa satu ayat yang sama bisa menjadi pendukung dua pendapat yang saling bertentangan. Itu untuk satu ayat yang sama, jika kita ambil satu kitab suci yang sama, maka akan lebih banyak lagi kita temukan paradoks tersebut. Bahwa satu ayat dipakai oleh kaum fudamentalis untuk membenarkan tindakannya, sedangkan ayat lainnya digunakan kaum liberalis sebagai penentang tindakan kaum fudamentalis tersebut. Hal tersebut juga bisa berlaku sebaliknya. Kedua ayat yang dipertentangkan tersebut berasal dari satu kitab suci.

lantas?

Mengendalikan Marah atau Dikendalikan Marah ?

Begini, tentu wajar seorang manusia menjadi marah ketika merasa diganggu. Seperti halnya hewan juga wajar jika merasa diganggu menjadi marah. Tapi manusia kan bukan hewan? Manusia itu punya akal, disitulah bedanya manusia dengan hewan. Manusia itu disebut juga hewan yang berakal. Ah, itu sekedar perumpamaan saja, jadi jangan tersinggung dulu karena merasa manusia kusebut hewan. 😛

Nah, jika hewan marah maka tentu saja akan langsung menuruti marahnya itu dan bertindak sesuai rasa marah. Tidak akan pernah merenung dan memikirkan apa dia layak marah? Apa akibatknya jika dia menuruti marah, melabrak (melukai) sesuatu yang membuatnya marah itu? Al hasih jika hewan marah maka akan langsung tanpa ba-bi-bu lagi menyerang secara fisik yang membuatnya marah.

memang apa ruginya?

Memiliki atau Dimiliki ?

Ketika kau merasa memiliki, maka di situlah hilangnya kemerdekaan. Sebab rasa memiliki itu hanyalah menandakan bahwa kau telah dimiliki.

Kalimat itu terus terngiang di kepala Jenar. Kalimat yang ditemukannya pada sebuah novel. Betapa kalimat tersebut sangat menyita perhatiannya semenjak itu. Setiap langkahnya selalu diwarnai ngiangan kalimat tersebut. Jenar merasa tertampar , walau dia belum sepenuhnya mengerti akan kalimat tesebut. Tapi setidaknya secara samar dia mengerti bahwa kalimat tersebut menyindirnya. Menyindir rasa kepemilikan-nya.

“Ah, itu hanya permainan kata kata”

siapa yang bilang?

Mencintai Tuhan

Saya ini termasuk orang yang tidak bisa mencintai sesuatu jika saya kenal (tahu?) saja belum. Maka untuk urusan berTuhan inipun saya pertama-tama berusaha untuk mengenal terlebih dahulu. Dan sampai sekarang saya masih dalam tahap berusaha mengenal. Maka jika ditanyakan kepada saya apa saya mencintai , takut, atau malah melawan Tuhan? Maka jawab saya adalah bahwa saya belum tahu.

jadi bagaimana?

BerSufi dan Guru

Ada yang menanyakan apakah belajar untuk menjadi seorang sufi itu wajib memiliki guru? Jawab saya adalah wajib. Sebab namanya orang belajar ya harus ada guru. Jika tidak dia belajar darimana coba? Adapun guru dalam pengertian saya disini adalah sesuatu atau seseorang yang mengajarkan berbagai hikmah untuk dapat membuat diri kita menjadi seorang sufi .

Guru tersebut bisa siapa dan apa saja. Semua hal yang kadang kita anggap kejadian sepele bisa menjadi guru bagi kita untuk menjadi seorang sufi. Sering saya sendiri mengalami sebuah pemahaman ketika berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai kalangan. Setiap kejadian, sekecil apapun itu, adalah guru bagi saya.

detailnya?

Firman Ada Dalam Setiap Manusia

Kali ini saya ingin membahas tentang sesuatu dari kitab suci umat Kristen. Saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya pahami dari ayat-ayat tersebut. Itu saja.

Ayat diambil dari injil Yohannes.

Dimulai dengan :

1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Dan klimaks pada :

1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

nikmati pemahamannya


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.