FPI Pada Pengadilan

Terus terang tulisan ini tidak berdasarkan fakta yang akurat. Tulisan kali ini hanya berdasarkan kesan yang saya tangkap dari berita-berita yang beredar di internet, koran, televisi. Maka bisa jadi kesan saya ini salah. Tapi inilah sejujurnya kesan yang saya, sebagai masyarakat, dapatkan dari segala berita mengenai FPI dan pengadilan yang sedang berlangsung.

Nah, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa setiap pengadilan baik Rizieq maupun Munarman selalu ada kekerasan. Baik kekerasan kata-kata, maupun fisik yang dilakukan oleh pihak FPI. Terlepas dari ada tidaknya provokasi. Ada tidaknya rasa geram karena merasa agamanya di obok-obok. Ada tidaknya rasa telah diberi mandat oleh Tuhan akan kebenaran mutlak. Maka yang dapat saya simpulkan dari peristiwa tersebut adalah bahwa FPI itu ternyata organisasi yang menjadi budak nafsu amarah. Hanya itu.

Jika tentang AKKBB sih jangan di tanya kepada saya. Saya tidak terlalu memperhatikan tingkah laku mereka. Selain karena tidak semenarik tingkah FPI, juga karena saya agak sejalan dengan pemikiran mereka. Sejalan dalam artian saya sangat setuju tidak ada sesuatupun yang seharusnya memaksa mengatur bagaimana keyakinan orang. Karena hal itu sangat pribadi. Jadi jika tentang AKKBB ini maka saya bisa sangat tidak objektif nantinya. Biarlah tentang AKKBB ini di tulis oleh orang lain saja, yang tentu bisa lebih objektif.

Oleh karena itu , saya lebih fokuskan kepada FPI saja. Lagian menurut pandangan saya, tindakan FPI ini sudah sangat berbahaya. Mereka telah membuat pengadilan dan polisi menjadi sudah sangat tidak berwibawa di mata saya. Pengadilan dan polisi itu menjadi sangat pengecut (mungkin karena terpesona wibawa keAraban) di mata saya. Dan kedepannya bisa jadi akhirnya pengadilan dan polisi menjadi kehilangan kepercayaan juga.

Dan untuk FPI. Jangan-jangan mereka memang bangga ketika ditakuti seperti sekarang ini. Bahkan mungkin sangat bangga, karena ternyata pengadilan dan polisi saja takut bertindak tegas kepada mereka. Mungkin itu menjadi semacam pembenaran bahwa yang membuat takut orang lain pada FPI itu Allah sendiri, yang tentu menjadi bukti bahwa Allah sendiri memang mendukung perjuangan mereka. Bisa jadi memang begitu. 

Satu hal yang seharusnya diketahui oleh para anggota FPI (mereka pasti paham agama bukan?), bahwa manusia menjadi budak nafsu amarah adalah bukanlah sasaran dari agama yang dianutnya. Eh, dah pada tahu belum ya?

 

124 Responses to “FPI Pada Pengadilan”


  1. 1 uhuik Oktober 20, 2008 pukul 5:48 pm

    @M Sejuki
    kalau begitu yang salah bung dana dong menuding dirinya sebagai penyabar🙂

    komen-komen saya di atas tidak melarang marah.

    wah kebetulan saya sering-sering baca tausiahnya habib umar atau dari majalah alkisah (yang lembut damai), untuk yang ‘tegas-tegas’ kayaknya sampeyan lebih menguasai…🙂
    wassalamualaikum wr wb

  2. 2 Mas2 Saja Oktober 20, 2008 pukul 7:47 pm

    …karena saya agak sejalan dengan pemikiran mereka.

    kok ngakunya malu2.:mrgreen:😆

  3. 3 M. Sejuki Oktober 20, 2008 pukul 7:54 pm

    @uhuik

    Mestinya semua kita harus menguasai keduanya (yang tegas maupun yang lembutnya), agar tidak mudah diombang-ambingkan bagai sehelai daun kering yang jatuh. Dibawa angin ke utara ayo, ke selatan juga ayo, ke timur juga ayo dan ke barat juga ayo, serta ke manapun juga ayo.

    Orang Islam yang benar harus punya prinsip yang jelas dan tegas. Pegangannya petunjuk Allah (al Qur’an) dan Rasul-Nya (as Sunnah) serta jumhur Ulama. Tindakannya selalu dilandasi takut hanya kepada Allah, tidak takut kepada apapun selain Allah. Hanya itu, lain tidak.

    Dalam mencegah kemungkaran, Nabi membagi dalam 3 (tiga) cara. Rasanya sudah saya uraikan pada postingan saya sebelumnya. Cara PERTAMA dengan tangan (kekuatan fisik), KEDUA dengan lidah, dan KETIGA dengan hati (dengan do’a, mengharap pertolongan Allah semata). Cara KETIGA inilah yang menurut Nabi yang paling lemah imannya. Berarti cara KEDUA yang imannya tengah-tengah, dan cara PERTAMA yang imannya paling kuat. Kenapa cara dengan tangan (perlawanan fisik) disebut yang paling kuat imannya? Karena berisiko tinggi, bahkan tidak sedikit nyawa sebagai taruhannya. Minimal dicaci-maki dan dihina, atau masuk penjara. Seperti kasus yang sedang dihadapi Habib Rizieq dan Munarman.

    Mestinya antara ketiga kelompok ini, baik dengan cara tangan, lidah, maupun hati harus saling dukung mendukung. Bukan malah saling menjatuhkan dan saling menyalahkan seperti yang ada selama ini.

    Pada prinsip semua cara dari ketiga cara tsb benar semua. Dilawan dengan kesabaran adalah BENAR, dilawan dengan amarah berupa kata-kata juga BENAR, dan dilawan dengan fisik juga BENAR.

    Kenapa kok malah saling menyalahkan dan menjatuhkan satu sama lain? Karena belum memahami Islam secara utuh. Kebanyakan Islam hanya dipandang yang lembut-lembutnya saja, yang damai-damainya saja, yang rahmatan lil’alaminnya saja, yang penyabarnya saja dll dsb dst.

    Saya fikir begitu.

  4. 4 abdul Oktober 20, 2008 pukul 8:41 pm

    @dana
    @Kontra FPI

    dasar anjing lo…
    keparat lo…
    bajingan lo….
    kirik lo….
    setan lo….

  5. 5 Mr. Brain yang ngga aktif lagi Oktober 21, 2008 pukul 2:17 am

    @ Dana

    dan, pakabar? lama ngga mengudara ternyata banyak terjadi kerusuhan.. hehehe.. oh iya maap lahir batin kalo ada salah2 ya.

    @ M Sejuki

    mas, sampeyan ini mau membela islam apa membuat malu islam to? ko’ ngga ada sikap kesatria sama sekali yang tercermin dari kata2 sampeyan. Percuma “hablumminallah” sampeyan bagus tapi “minannas”nya busuk. Kita ngga tau rahasia Ilahi, dan jangan sekali-kali sok tau akan yang Ia ketahui. Tuhan menciptakan Jagad raya ini dengan keberagaman mas, supaya apa? supaya kita saling menghormati.
    Mas ini jadi malah kelihatan pendek fikiran, lebih kelihatan hewani nya daripada manusiawi nya, karna bedanya manusia dengan binatang adalah AKAL nya. Cape2 Tuhan nyiptain akal ko’ ya ndak dipakai.. malah otot.. malu sama Tuhan.
    Islam yang mas jalankan itu malah ngga jauh beda sama yahudi yang mas benci. kenapa? sama2 eksklusif, sama2 arogan, sama2 sombong, sama2 mudah mengkafirkan orang.. mana sih islam yang rahmatan lil alamin nya??

    @ abdul

    heheh.. nama abdul kelakuan bahlul..

  6. 6 M. Sejuki Oktober 21, 2008 pukul 5:19 am

    Wah, ada lagi satu makhluk aneh yang taunya ngoceh doang, ibarat orang buta jalan di gelap. Sudah buta, di gelap lagi. Yang melek saja, jika jalan digelap bisa uring-uringan, apalagi yang buta.

    Aya-aya wae….. Hehehe…

    @Mr. Brain yang nggak aktif

    Mas, kalo mau posting, baca dulu dari mulai awal. Makanya kalo udah nggak aktif lagi, ya jangan aktif lagi dong mestinya. Semua yang anda tuduhkan ke saya itu, tidak ada satupun yang beres. Anda bisa diskusi atau tidak? Yang namanya menuding itu kan harus lengkap dengan bukti. Pada postingan mana, tanggal berapa, apa kalimatnya yang berkait dengan yang ditudingkan dll. Begitu kan mestinya?

    Anda menuding saya :

    1. Hablumminannas-nya busuk.

    2. Membuat malu ummat Islam.

    3. Tidak ada sikap ksatria.

    4. Pendek fikiran, lebih kelihatan hewaninya daripada manusiawinya.

    5. Islam yang dijalankan nggak jauh beda dengan Yahudi, karena sama2 eksklusif, sama2 arogan, sama2 sombong, sama2 mudah mengkafirkan orang.

    Tudingan anda sangat menyakitkan dan serius. Saya minta bukti atas tudingan anda tsb. Jika anda tidak bisa membuktikan ke 5 tudingan anda tsb, maka ke 5 hal di atas sangat cocok justeru ditudingkan ke diri anda sendiri.
    Dan, yang kelakuannya BAHLUL itu, ya anda itu mestinya bukan @abdul.

    Baru bangun tidur, kagak ada hujan, kagak ada angin, kagak ada panas, eh kok langsung ngoceh kagak karu-karuan.

    Atau, sampeyan baru minum ya? Habis berapa botol sih?

    Eh, jangan-jangan sampeyan ini salah satu bandar Miras yang lagi dicari-cari Polisi yang di Indramayu itu ya? Kalau bener, jangan lari ke sini dong, ntar kami-kami dituduh ikut-ikutan juga nanti ama Polisi. Enak azza, udah makan banyak korban, buronnya ke sini lagi.

    He… he… he… Payah ini orang.

  7. 7 uhuik Oktober 21, 2008 pukul 6:30 am

    @M sejuki
    Yang ku maksud tidak bisa seragam itu pada watak dan karakternya, Misalnya Ali, Usman dan Umar, pasti lain deh pembawaannya, dan semua kejadian yang terjadi pada manusia (juga sahabat) pasti ada hikmahnya. Tentulah temperamental Ali berbeda dengan umar. Saya komen tentang yang lembut dan damai tidaklah untuk ‘menyalahkan’ suatu sikap tegas, tetapi,untuk imbangan saja, maksudnya ketegasan kadang tidak perlu kemarahan, kalau tindakan berdasarkan amarah kan artinya ‘karena marah’ alias ‘karena nafsu’, bukan “tindakan karena Allah” meskipun semua tahu bahwa nafsu itu juga ciptaan Allah, syaitan yang memanfaatkan pintu ‘amarah dan ujub’ untuk menggelincirkan manusia juga atas izin Allah juga.
    Boleh saja marah tetapi sebaiknya orang bisa mengendalikan amarah, kalau kita tidak bisa mengendalikan amarah bolehjadi saat marah kita menjadi budak amarah, tidak bisa berfikir jernih, muncul fitnah. Cobalah Bung M Sejuki berpakaian jubah putih, kopiah putih berjenggot, lalu marah-marah misal menendangi ember usang dipinggir jalan, pastilah jadi bahan komentar yang kurang sedap. Meskipun menyingkirkan duri dari jalan termasuk iman.
    Ohya meskipun komentar saya kategori kontra M Sejuki, tapi posisi saya adalah tidak mengakui Nabi Mirza Ghulam Ahmad dan saya bukan AKKBB ataupun FPI

  8. 8 M. Sejuki Oktober 21, 2008 pukul 9:33 am

    @uhuik

    Sepertinya terjadi kesalah-fahaman. Rasanya saya tidak ada menyalahkan anda, kecuali kesalah-fahaman anda tentang postingan saya kepada @dana? Saya juga membenarkan komen anda bahwa manusia itu memang diciptakan beragam dengan berbagai macam karakter.

    Saya sudah sarankan kepada anda, sebaiknya sebelum membahas postingan orang lain, lakukanlah dulu check and recheck agar tidak terjadi kesalah-fahaman bahkan mungkin fitnah. Semangat boleh tinggi Bro, namun ketelitian hendaknya perlu lebih diutamakan.

    Coba deh cek lagi postingan-postingan saya sebelumnya.

  9. 9 uhuik Oktober 21, 2008 pukul 5:51 pm

    @M Sejuki
    kalo begitu ya udah….

  10. 10 Mr. Brain yang ngga aktif lagi Oktober 21, 2008 pukul 10:13 pm

    @ sejuki

    okelah saya ini buta, tapi paling tidak saya masih punya rasa. tapi kalo saya buta ya mas juga bisa saya bilang buta, sudah buta masih sombong pula. Jadi ketika mas bertanya “bukti dari tudingan saya” sulit menjabarkannya karna tadinya saya mau nyuruh mas bercermin, ya tapi sayangnya mas ini “buta”.
    lalu kalo mas ini nyuruh saya baca postingan dari awal, alhamdulillah sudah saya baca dari awal dan saya lumayan menjadi pembaca yang baik. Ya mungkin saya memang lama ndak aktip tapi bukan berarti saya ndak menjenguk blog orang2. dan sampeyan juga ndak berhak sama sekali menyuruh saya ndak usah aktip lagi. Hal itu yang disebut mas ini “arogan”.
    Kemudian mas ini juga malah membela si abdul yang jelas2 kotor kata2nya.. ya sepengetahuan saya sih ndak pantas aja ngomong begitu. dan itu jelas “memalukan islam” dan orang yang membela orang yang memalukan islam ya bukankah sama2 memalukan??
    Nah jadi tudingan-tudingan saya sudah terjawab semua kan? tanpa perlu saya jawab, sampeyan sendiri sudah menjawabnya.

    oh iya satu lagi..
    saya ndak lagi mabuk, saya juga bukan buronan, dan saya juga bukan orang indramayu. Kalo sampeyan butuh bukti supaya ndak terjadi fitnah ini saya kasih, saya Ikhsan Aprian, orang indonesia asli yang ngga ke arab2an dan ngga ke amerika2an juga dan alamat saya jalan rosbarat 4 no 16 bukit duri jaksel. Ok!!

  11. 11 M. Sejuki Oktober 21, 2008 pukul 11:04 pm

    @Mr. Brain yang nggak aktif lagi

    Nama anda saja seperti itu, wajar dong saya bilang mestinya anda tidak aktif lagi. Kok malah anda bilang saya arogan? Tuh, anda sendiri kan yang bikin nama seperti itu. SATU KETELEDORAN ANDA, sembarang menuduh orang.

    Anda sulit menjabarkan bukti-bukti dari tudingan anda? Jika sulit, kenapa menuding orang? SUDAH DUA KETELEDORAN ANDA.

    Siapa yang membela si Abdul? Coba anda baca baik-baik postingan saya. Bisa “baca” atau tidak? Bisa menghayati atau tidak? Pernyataan saya : “Dan, yang kelakuannya BAHLUL itu, ya anda itu mestinya bukan @abdul”.

    Itu, dalam konteks, jika anda tidak bisa membuktikan tudingan anda yang 5 (lima) poin di atas, maka andalah yang mestinya BAHLUL bukan abdul. Masih belum faham atau tidak, apa yang saya maksud? Kalau tidak faham juga, saya jelaskan lagi. Saya hanya berandaikata. SUDAH TIGA KETELEDORAN ANDA.

    Kemudian anda bilang : “Nah jadi tudingan-tudingan saya sudah terjawab semua kan? tanpa perlu saya jawab, sampeyan sendiri sudah menjawabnya”.

    Lho? Kok gitu ya? Hehehe…. Tuh sudah saya uraikan, semuanya justeru menohok ke jidat anda sendiri. Tudingan anda justeru mengoyak diri anda sendiri. SUDAH EMPAT KETELEDORAN ANDA.

    Jadi, andalah sebetulnya yang mencoreng Islam (tapi berlagak sebagai pahlawan), karena menuduh orang lain tanpa bukti dan tanpa bisa membuktikannya. Setidaknya TELEDOR-lah begitu. Sampai detik ini, anda telah melakukan fitnah kepada saya karena belum membeberkan bukti-buktinya.

    Saya bilang mabuk dll, itu wajar karena baru nongol sudah ngocehin orang lain tanpa bukti sedikitpun dengan apa yang diocehkan. Ciri-ciri orang mabok, antara lain kan biasanya seperti itu.

    Kalau menurut anda, ciri-ciri orang mabok itu bukan seperti itu ya? (Eh, kok malah OOT? Hehehe)

    (M. Sejuki nyengir-nyengir sambil bergumam: “Semakin payah kayaknya ini orang”).

    @Mr. Brain

    (Sekarang saya lebih serius).

    Saya tetap menagih bukti anda, jika memang anda itu ksatria mempertanggung-jawabkan fitnahan anda. Jika tidak, saya tidak akan maafkan anda, kecuali jika anda minta maaf secara terbuka disini. Anda telah menyinggung harga diri saya. Sebagai seorang Muslim (jika memang anda Muslim), tidak selayaknya anda bersikap seperti itu. Saya di Kalimantan, jika saya di Jakarta saya akan cari anda untuk minta kejelasan apa maksud anda memberi alamat tsb?

    Maaf Mas, saya orangnya memang seperti itu. Saya mudah hanyut dengan kelembutan, kedamaian, cinta kasih. Tetapi, sekali lagi, tetapi saya akan sulit untuk tidak bersikap “TEGAS” dengan pihak manapun yang suka berbuat zhalim, menuduh tanpa bukti, dan sayapun juga selalu siap minta maaf jika memang saya yang salah. Itulah sikap Islam yang saya pelajari dari membaca sejarah hidup Rasulullah. Itu juga sudah didikan orang tua saya dari sejak kecil. Saya hanya berlindung kepada Allah bukan kepada yang lain dalam menghadapi setiap masalah. Oke?

    Sekarang, saya tetap tunggu bukti-bukti anda!!!

  12. 12 Mr. Brain yang ngga aktif lagi Oktober 22, 2008 pukul 8:33 pm

    @ M. Sejuki

    ya sudah saya jawab ini

    Hablumminannas-nya busuk

    mas menuding berkali2 pada siapapun yang bertentangan dengan mas dengan tudingan dan serangan yang tidak semestinya. seperti
    “orang aneh, mahluk aneh, orang apa bukan?, orang mabok, orang gila, disuruh masuk rumah sakit jiwa..”
    apa pantas hanya karna beda pendapat lalu anda menyebut orang lain seperti itu?

    Membuat malu ummat Islam

    Anda jelas membuat malu islam, karna yang islam itu bukan anda sendiri dan tidak semua umat islam seperti anda, sikap anda yang keras kepala dan tidak bijak dalam berbicara bukannya malah meninggikan agama yang ingin anda tegakkan, emosi dan amarah anda hanya membuat anda menelanjangi kredibilitas islam. Sikap itu jelas cukup memalukan.

    tidak ada sikap ksatria

    Sikap ksatria disini adalah sikap bijak. Bukan ksatria dalam arti “heroik” kalo itu mungkin anda punya, karna jelas anda pasti sangat heroik dalam berperang. Anda kurang bijak dalam menerima pendapat orang lain, anda cenderung melecehkan personality penulisnya, cek sendiri semua comment anda dari awal.. kalau belum menyadarinya ya saya ndak bisa bilang apa2 lagi.

    Pendek fikiran, lebih kelihatan hewaninya daripada manusiawinya

    Ini lagi.. yah anda baca sendiri lah comment2 anda.. saya berani berpendapat seperti ini karna saya sudah membaca dari awal sampai akhir postingan ini. Bukan yang seperti anda bilang “baru nongol sudah ngocehin orang lain tanpa bukti sedikitpun dengan apa yang diocehkan” saya jadi blogger sudah lama mas, dan saya faham dengan baik bagaimana etika di blogsphere.

    Islam yang dijalankan nggak jauh beda dengan Yahudi, karena sama2 eksklusif, sama2 arogan, sama2 sombong, sama2 mudah mengkafirkan orang

    Anda pasti sangat faham tentang Yahudi yang anda benci kan? Silahkan anda jabarkan sikap2 yahudi sepengetahuan anda (tentu anda sangat expert dalam hal ini, bohong kalau anda bilang tidak) nah sekarang coba anda bandingkan lagi dengan sikap2 anda yang anda perlihatkan dalam komen2 anda.

    Lalu,
    Tentang per”bahlul”an, saya dengan jelas menujukan itu untuk saudara Abdul, tapi ko’ kenapa yang komentar anda? Padahal jelas komentar abdul sangat tak punya etika, yah kalo menurut anda komen itu wajar2 aja ya sudah. Kan pokoknya yang ngga wajar itu kan si Dana.. ya dan??
    Yah begitulah sekiranya dari saya.. mungkin sampai kapanpun ceracau disini akan tak berujung, dan jangan berharap saya meminta maaf dan saya juga tak minta anda maafkan saya. Saran saya jangan mudah tersinggung, ngga baik buat kesehatan nanti kena stroke lagi.. bahaya. Toh saya sendiri ndak tersinggung ko’ anda bilang saya ini orang buta, mabok, bandar miras dari indramayu dll.. mudah2an itu bukan fitnah.. saya ngasih alamat sekedar kali aja situ masih ngga percaya juga kalo saya ini bukan bandar miras.
    Ah itu sudah, kalo situ masih mau ngomong silahkan tapi sepertinya saya lelah.. saya hanya sekedar ingin damai di bumi..

  13. 13 zal Oktober 22, 2008 pukul 8:46 pm

    ::brain..sorry, sepertinya koq sudah seperti orang bercermin kalau seperti ini…

  14. 14 M. Sejuki Oktober 23, 2008 pukul 12:30 am

    @Mr. Brain yang ngga aktif lagi

    Maaf, saya mau ketawa saja membaca bukti-bukti tentang tudingan (fitnahan?) yang anda beberkan.

    1. Tentang “Hablumminannas-nya busuk”. Oke, jujur saya akui bahwa saya ada melontarkan kalimat-kalimat seperti yang anda sebutkan tsb, tetapi mestinya anda harus uraikan juga kenapa saya melontarkannya seperti itu? Lontaran kata-kata saya itu kan sudah lengkap dengan bukti-buktinya. Tentu saya tidak berani menuding orang dengan tanpa bukti. Anda bisa lihat bukti-bukti tsb dari perjalanan diskusi saya di sini. Salahkah suatu kebenaran saya ungkapkan, meski mungkin terasa pahit? Jika salah, dimana letak salahnya?

    Sangat jauh berbeda dengan anda yang justru menuding tanpa ba… bi… bu… dan juga tanpa bukti kepada orang lain begini lah begitu lah. Tapi begitu diminta bukti-buktinya, eh malah a… i… u… (bingung sendiri).

    2. Tentang “Membuat malu ummat Islam”. Ummat Islam yang mana? Setahu saya Ummat Islam itu adalah yang selalu berkata jujur dan benar, sangat takut berkata bohong dan bertindak tidak benar, siap mengakui kesalahan dan menyampaikan maaf jika memang itu salah, siap memberi maaf jika orang lain meminta maaf, berani mengungkapkan kebenaran Allah dan Rasul-Nya meski nyawa sendiripun taruhannya, yang selalu bersikap tegas dengan segala kemungkaran dan kemaksiatan, bisa menempatkan diri kapan saatnya lembut dan kapan saatnya tegas, tunduk patuh hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak takut kepada apa dan siapapun kecuali hanya kepada Allah, siap berjihad fii sabilillaah (berjuang di jalan kebenaran/jalan Allah). Setahu saya, itulah Islam yang benar.

    Tolong dijelaskan, saya membuat malu islam yang mana? Islam yang selalu suka bohongkah? Yang suka tidak jujurkah? Yang takut kepada makhluk tetapi tidak takut kepada Allah dan Rasul-Nya kah? Yang sudah tahu salah tapi tetap ngeyel kah? Yang selalu suka bersilat lidahkah (meski sadar bahwa dirinya itu salah)? Yang tidak berjiwa besar mengakui kekeliruannya kah? Atau islam yang mana kah? Kah? Kah? Kah? Kah yang mana lagi ini, bingung saya jadinya (sambil nyengir).

    Tentang saya keras kepala. Lho? Lho? Lho? (saking herannya). Kalau memang yang di “keras kepalai” itu benar, dan tidak bisa disanggah lagi baik secara logika apalagi secara dalil agama, maka keras kepala itu justeru hukumnya “WAJIB” ditegakkan. Anda ini saya lihat (maaf) malah semakin payah. Yang disebut “keras kepala” itu justeru yang sebaliknya. Sudah tahu salah, eh tetap ngeyel. Ngeyel untuk kebenaran, itu bukan keras kepala, tetapi memang sudah seharusnya begitu. Aya-aya wae…. (sambil nyengir lagi).

    3. Tentang “tidak ada sikap ksatria”. Ksatria yang seperti apa? Saya M. Sejuki anda bilang cenderung melecehkan personality penulisnya (@dana mungkin yang anda maksud). Lho? Itu urusan saya dengan @dana. Dan, tudingan anda itupun tidak benar. Jika benarpun, ngapain anda ikut campur urusan orang dengan langsung menuding a… i… u….(tanpa ba bi bu, langsung nyerocos begitu saja). Ikut campur urusan orang lain itulah sebenarnya yang “bukan sikap ksatria”. Mending ikut campurnya benar. Posting 3 ini justeru menampar ke diri anda sendiri.

    4. Tentang “Pendek fikiran, lebih kelihatan hewaninya daripada manusiawinya”. Waduh, ini tudingan yang menyakitkan. Tetapi, inipun justeru malah menampar ke diri anda sendiri. Baru muncul saja, anda sudah seperti itu. Pas sekali, jika itu memukul balik ke diri anda sendiri. Tentang lama tidaknya sebagai blogger, itu bukan jaminan seseorang tsb berkualitas, bermoral, jujur dan serba lebih dari yang baru-baru. Dan, itu sudah anda buktikan sendiri yang mengaku sebagai Blogger Lama. Sebagai Blogger Baru saja (maaf sebelumnya) anda itu tidak pantas menyandangnya apalagi sebagai Blogger Lama.

    5. Tentang “Islam yang dijalankan nggak jauh beda dengan Yahudi, karena sama2 eksklusif, sama2 arogan, sama2 sombong, sama2 mudah mengkafirkan orang”

    Saya tanya lagi (seperti poin 2), Islam yang mana? Poin 5 ini justeru malah semakin mencerminkan, itulah diri anda sebenarnya.

    Sebenarnya ke 5 (lima) poin yang anda tudingkan tsb (maaf sekali lagi), justeru malah memukul balik kepada diri anda sendiri. Saudara @zal juga mengatakan bahwa apa yang anda tulis itu justeru merupakan cerminan diri anda sendiri.

    Sangat disayangkan memang, cermin yang anda sodorkan ke saya (yang tentunya dibaca/dilihat oleh semua netter disini) justeru malah mencermini diri anda sendiri. Dengan kata lain, bayangan yang ada di cermin itu bukanlah orang lain sebagaimana yang anda harapkan, tetapi sebenarnya malah diri anda sendiri.

    Harap anda ingat. Setiap tudingan apapun dan kepada siapapun, jika tidak bisa membuktikannya sama saja dengan tudingan tsb memukul balik ke diri sendiri.

  15. 15 Mr. Brain yang ngga aktif lagi Oktober 23, 2008 pukul 3:56 am

    @ Zal

    mangkanya saya ndak mau teruskan lagi.. lain kali saya mau kasih saran ke Yang Maha Cipta, bikin aja lah dunia yang seragam biar ndak ribut..

  16. 16 danalingga Oktober 23, 2008 pukul 5:52 am

    @Mr. Brain yang ngga aktif lagi

    Bro, akhirnya kamu menyadari apa yang membuat saya tidak meneruskan diskusi di sini. Tindakan yang benar itu bro.😀

  17. 17 kuburan Oktober 24, 2008 pukul 1:53 am

    memang dlm satu rumah itu hrs ada wc nya, biar buang hajat jgn sembarangan.
    memang dlm pekarangan rumah hrs ada tong sampahnya, biar g nyampah sembarangan.

    pernah ingat kisah habil dan qabil?
    pernah dgr ttg HUKUMAN thd siti jenar?
    sebenarnya yg dipancung dan yg dikubur itu apa/siapa sih?

    NB: jgn lupa utk selalu bersih2.

  18. 18 M. Sejuki Oktober 24, 2008 pukul 6:06 am

    @danalingga dan @Mr. Brain yang ngga aktif lagi

    Ha…. ha… ha…

    Semakin lengkaplah sudah “gambaran cermin” yang kalian pertontonkan. Setali dua uang (karena berdua).

    Ha… ha… ha… (sambil geleng-geleng kepala).

  19. 19 amrozu November 10, 2008 pukul 2:57 am

    @ M. Sejuki

    nyanyi yuck…… 1,2,3 :
    gelang… sipatu gelang…
    tinggi rumput sirama-rama
    pulang marilah pulang
    marilah pulang bersama-sama
    *sambil jalan : ” kamu minta apa nak…..??”

  20. 21 Abi Februari 15, 2009 pukul 5:50 am

    Mending dari pada maki2 FPI otak tumpul, bodoh dan goblok, kalian duduk bareng dengan anggota FPI dan berdebat untuk uji pengetahuan…karena cacian2x seperti ini juga ditemukan oleh orang2 AKKB, namun saat mereka dipertemukan di acara Debate TV one dengan FPI beberapa bulan lalu, malah AKKB yg kelihatan bodohnya dan benar2x minim pengetahuan, sedangkan pembicara2 FPI menang mutlak pada debat itu…itu yg saya lihat dari debat saat itu.

  21. 22 kojek Februari 15, 2009 pukul 9:27 am

    Sudah…sudah, kan sudah dipenjara. Jadi sudah jelas siapa yang salah. Case closed.

  22. 23 Abi Februari 16, 2009 pukul 3:29 am

    Orang lurus jg banyak dipenjara, sedangkan koruptor banyak yg ga dipenjara tuhA

  23. 24 jabon Agustus 24, 2010 pukul 4:00 pm

    by jabon

    yang penting gak rusuh lagi aja ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: