Mencintai Tuhan

Saya ini termasuk orang yang tidak bisa mencintai sesuatu jika saya kenal (tahu?) saja belum. Maka untuk urusan berTuhan inipun saya pertama-tama berusaha untuk mengenal terlebih dahulu. Dan sampai sekarang saya masih dalam tahap berusaha mengenal. Maka jika ditanyakan kepada saya apa saya mencintai , takut, atau malah melawan Tuhan? Maka jawab saya adalah bahwa saya belum tahu.

Saya sekarang hanya berusaha mengenalNya. Nanti jika sudah kenal, maka jika itu adalah sebenar-benarnya Tuhan maka niscaya saya akan mencintainya sampai tulang sumsum.ย  Itu keyakinan saya, entah jika nanti keyakinan saya tidak terbukti, maka itu urusan lain saat nanti. Tapi yang jelas, sekarang ini, saya belum bisa mengatakan saya bagaimana kepada Tuhan. Sebab toh jika saya paksakan untuk mengatakan bahwa saya mencintaiNya, sementara saya belum kenal, bisa-bisa ternyata saya hanya mencintai imajinasi saya akanNya. Bukankah itu akan menjadikan saya penyembah berhala?

Maka tidak mengapalah saya belum bisa menjawab saat ini. Yang penting saya sedang berusaha terus untuk mengenalNya, hingga pada masanya nanti saya menjadi benar-benar bisa yakin mengatakan : “Ya, saya mencintaiNya dengan sepenuh hati. Dia adalah kekasihku. ” .ย  Yup, semua bisa indah pada saatnya.

41 Responses to “Mencintai Tuhan”


  1. 1 darnia Oktober 16, 2008 pukul 8:29 am

    “Love is blind”๐Ÿ˜€
    Saya juga gak takut mengakui bahwa saya JATUH CINTA pada-Nya, meski bukan pada pandangan pertama๐Ÿ™‚ Tapi saya mencintai-Nya tanpa alasan tertentu…

    *nggak tau kenapa… saya kepikiran mau nulis hal ini sejak beberapa hari yang lalu.. eh, keduluan mas Dana :D*

  2. 2 zsheefa Oktober 16, 2008 pukul 9:15 am

    @dana
    ” awwalu wajibun al insaanu ma’rifatalillahi bi istiqani.
    kewajiban seseorang adalah mengenal dahulu padaNya dengan sebenar2nya lantas barulah melakukan penyembahan itulah aturan main yang benar, bila tidak seperti itu maka KEIMANAN kita terhadapNya adalah TAKLID (ikut ikutan).

    Keimanan dengan cara TAKLID itu maka akan memunculkan TUHAN dalam bentuk imajinasi (bentuk berhala yang kita ciptakan sendiri karena ketidak tahuan kita ).

    sering manusia menghijab dirinya dengan kata ” kan tuhan maha gaib, bagaimana kita mempelajarinya” inilah yg menjadi akar dari keimanan tampa dasar padahal kita tahu sifatNya yang pertama adalah ” WUJUD ” namun kita terlalu banyak menyia nyiakan waktu dalam hal pencarian JALAN PULANG.

    mungkin Antum dpt menjabarkan sedikit tentang Sifat WUJUD??
    .
    .//salam

  3. 3 gentole Oktober 16, 2008 pukul 9:33 am

    Loh, Mas Dana, bukannya sudah kenal? Lah, yang kemarin itu?

  4. 4 danalingga Oktober 16, 2008 pukul 7:01 pm

    @darnia

    Bisa juga.

    Tulis aja lagi, paling kan dari sudut pandang berbeda.๐Ÿ˜€

    @zsheefa

    Saya juga memahaminya seperti itu. Tapi masih banyak juga yang tidak sependapat.

    @gentole

    Ah, belon ah.๐Ÿ˜›

    Merasa sudah kenal mungkin iya.๐Ÿ˜†

  5. 5 zal Oktober 16, 2008 pukul 7:26 pm

    ::ada yang kau harus menyatakannya agar dia tahu, tapi kalau kurasa aku harus menyatakannya agar aku tahu effeknya…

  6. 6 ndop Oktober 17, 2008 pukul 8:15 am

    sampai sekarang tidak ada yang tahu saya seintim Dia…

  7. 7 tomy Oktober 17, 2008 pukul 9:22 am

    sayapun belum bisa mencintai Dia bila merujuk tentang apa arti cinta itu sendiri. namun saya coba bersikap moderat dengan pemahaman saya yang sewenang-wenang tentang Tuhan seperti apa yang dipahami oleh Ngelmu Jawa bahwa Tuhan tak lain adalah Si Urip *bukan Urip temannya Tukul tentunya*, Sang Hidup itu sendiri. Bagaimana kita mengahayati dan bersikap akan hidup kita? mungkin itu yang saya pikir tentang bagaimana mencintai tuhan.
    Nggak tahu apa pikiran saya sejalan dengan sabda Yesus : seperti aku ada di dalam Bapa demikian juga engkau ada didalam aku; yang mana Hidup itu sama tidak ada pabriknya, Hidup Sang Nabi sama dengan Hidup Mas Tukul juga sama dengan Hidupnya anjing hitam yang suka ditimpukin orang:mrgreen: . Atau apakah pemahaman saya ini juga sama dengan Syahadatnya Eyang Siti Jenar. monggo Kang Dana dipun lanjut.

  8. 8 Islam Indie Oktober 17, 2008 pukul 11:04 am

    mas dana.. cinta kan rasa

    haruskah sesuatu itu ada dulu – baru rasa itu tercipta?
    atau sebaliknya karena rasa ada maka sesuatu itu tercipta?

    atau

    apakah rasa itu baru ada setelah sesuatu termiliki?
    atau karena rasa ada maka sesuatu itu bisa termiliki?

    bingung sendiri.. hehehe๐Ÿ˜‰

  9. 9 razuka Oktober 17, 2008 pukul 3:17 pm

    *ngintip Mode ON*

  10. 11 ABG Oktober 17, 2008 pukul 10:17 pm

    apanya yg bgs?
    gaul sih gaul my men.
    tp jgn lupa proteksinya dunk!
    ntar klo ketularan virus, jgn nyalahin org lho!
    gara2 nyamuk seekor, bisa DBD tuh nyawa.
    konon lg kalo gaul ma monyet, bisa hilang tuh nyawa.
    apalg klo satu forum pergaulan bebas, malah monyetnya yg ketawa.

    *biarpun bebas tp kan tetap sehat hi3..*

  11. 12 Ketauan deh Oktober 17, 2008 pukul 10:29 pm

    eh kerasukan pgn ngintip2.
    mentang2 dah pd telanjang

    *intip balik ahh..pake teleskop*

    ad semut di sebrang sono,
    eh tuh semut lg nulis sesuatu..

    “GAJAHNYA MANNA, KELIATAN GA?”

    eh gajahnya malah julurin belalai ke kepalanya tukang intip.
    katanya gajah ” iih kok tanduknya sama pjg ma teleskop ya?”

  12. 13 esensi Oktober 18, 2008 pukul 1:52 am

    Kita sebenarnya hanya membutuhkan fakta empirik kan, Mas Dana, bahwa Tuhan itu NYATA? Setiap gerak, langkah dan nafas kita diatur-Nya, dan kita bisa melihatnya langsung? Absurd…
    .
    Makanya, saya skeptis kalau ada orang masa kini berucap “saya mencintai-Nya”. Jangan2 yang ia cintai hanya imajinasi yang dibuatnya. Bukankah Tuhan itu tidak sama dengan apa yang kita pikirkan dalam kepala? IMHO sih, begitu…
    .
    Yah…
    nasip…

  13. 14 danalingga Oktober 18, 2008 pukul 9:00 am

    @zal

    Maksudnya zal?

    @ndop

    Syukurlah.

    @tomy

    Terimakasih atas pengayaannya kang. Entar kapan kapan dilanjut lagi.

    @Islam Indie

    Waduh, baca komen mbak ini membuat saya berpikir : “jangan jangan saya telah salah memaknai apa itu cinta. ” Mungkin itulah pangkal masalahnya.

    *merenung*

    @esensi

    Soal apa harus empirik atau nggak sih saya nggak tahu. Yang pasti rasanya kok gimana gitu mencintai yang belum dikenal (diketahui).

    Tentang melihat langsung saya kira artinya sangat luas, bukan hanya melihat menggunakan mata saja. Bisa saja dengan rasa,hati, atau lain-lain lagi deh. Yang penting langsung, bukan berdasarkan katanya orang lagi. Itu pengertian melihat langsung dari saya sih.

  14. 15 zsheefa Oktober 18, 2008 pukul 9:22 am

    @dana
    bagaimana melihat dengan penglihatan???

  15. 16 uhuik Oktober 18, 2008 pukul 12:00 pm

    Ada petuah Cintailah Allah, bila kamu masih sulit maka cintailah Rasullullah, bila masih sulit cintailah alhlbaytnya (keturunannya). Biasanya keturunannya yang alim ulama, kalau nggak ada yaa cintailah orang yang mencintai ALLah. dari situ dapat mengenal “rasa cinta pada Allah’, artinya merasa memiliki Allah dan Rasulnya dengan rasa bahagia. Akhirnya akan terbawa untuk melaksanakan kewajiban dan kesunahanNYA dengan rasa senang hati. Senang hati artinnya lebih ikhlas to.

    Mencintai RasulNYa artinya mencintai Allah juga, karena ajaranNYA kan dibawa semua oleh RasulNya. Melaksanakan ajaran Rasul kan artinya melaksanakan ajaran Allah swt. Metodenya biasanya memberikan sesuatu pada yang dicintai. Kalau sama nabi yaaa berikan salawat dan salam sebanyak banyaknya, insya Allah, Allah akan membalas dengan rasa cintaNYA. Setelah hamba dan Allah link rasa cintanya, lalu mintalah apa saja……karena permintaan/tuntutan timbulnya dari rasa cinta. Artinya ritual ‘meminta’ adalah untuk memelihara rasa cinta.
    Ada juga pandangan dengan cara mempelajari/mencintai ilmu-ilmunya atau ciptaan-ciptaanya tetapi jalan itu termasuk sangat terjal terutama bagi yang awam, karena kadang malah menjauhkan dari rasa cinta pada Allah, barangkali cinta pada RasulNya masih dianggap metode yang paling cepat (jalan tol) untuk menggapai rasa cinta pada Allah. Karena sejatinya Allah dan Rasulnya sangat mencintai hambanya, yang terjadi adalah hambaNYA melalaikan ‘rasa cinta’ pada Allah dan Rasulnya. Sering-sering malah merasa Allah sebagai ‘algojo’ ๐Ÿ™‚

    Tetapi pandangan umum biasanya sering menuding semua keturunan Nabi sebagai “syiah” padahal bukan. (Karena nggak punyak kartu anggota partai syiah, ali maupun khawarij, ataupun ktp yang ditandatangani yazid bin muawiyah๐Ÿ™‚ )

  16. 17 danalingga Oktober 18, 2008 pukul 1:02 pm

    @ zsheefa

    Yang dilihat memang kan hasil penglihatan.๐Ÿ˜›

    Btw, mang penglihatan yang kamu maksud dalam komenmu itu apa sih?

    @uhuik

    Ya, rasanya salah satu jalan dengan begitu.๐Ÿ˜€

  17. 18 zsheefa Oktober 18, 2008 pukul 1:27 pm

    @uhuik
    “artinya merasa memiliki Allah dan Rasulnya dengan rasa bahagia. Akhirnya akan terbawa untuk melaksanakan kewajiban dan kesunahanNYA dengan rasa senang hati. Senang hati artinnya lebih ikhlas to.”

    Apakah dengan hanya MERASA memiliki Allah dan Rasul lantas bahagia?? dimana letak kebahagiaan itu sedang landasanya hanya MERASA.
    //dapakah dijelaskan mana yang disebut nabi muhammmad SAW, dan rasulullah??
    //dapatkah rasul mengajarkan kita secara langsung seperti beliau mengajarkan ilmu rahasianya kepada Ali,ra??

  18. 19 zsheefa Oktober 18, 2008 pukul 2:04 pm

    @dana

    Ketika siPENGLIHATAN (subjek) memperlihatkan kepada kita maka banyaklah hal2 yang dapat terlihat(objek)oleh kita.
    Artinya : apa2 yg kita terlihat bukanlah hasil dari usaha kita melihat melainkan diperlihatkan oleh si PENGLIHATAN cuma kita selalu merasa seakan akan terlihatnya object karena kita,maka jatuhlah hukum sebab akibat pada manusia.

    melihat dengan penglihatan artinya begitu dekatnya sihamba dengan Allah maka pandangan saya menjadi PENGLIHATAN-NYA ( Al basyar ) salah satu sifatNya.

    kira kira seperti itu.
    .
    .//salam

  19. 20 kampoeng Oktober 18, 2008 pukul 2:18 pm

    INi dia. tulisan singkat tapi mengena…
    Sepertinya perlu rekonstruksi ulang nih apak aku sudah mencitai-Nya ??

    Salam kenal

  20. 21 razuka Oktober 18, 2008 pukul 2:20 pm

    @esensi
    ” Kita sebenarnya hanya membutuhkan fakta empirik kan, Mas Dana, bahwa Tuhan itu NYATA?”
    Pertanyaan ; NYATA dimananya??

  21. 22 Godamn Oktober 18, 2008 pukul 7:37 pm

    Ada sebuah cerita… dari sebuah buku. Ceritanya gini… Nabi Musa memarahi seorang anak kecil yang berkata, “Ya Tuhanku, aku ingin menyisiri rambutMu, aku ingin memijati kakiMu dan aku ingin memelukMu”. Habis itu katanya Sang Nabi malah ditegur Tuhannya karena gangguin anak itu.

    Dari situ aku pengen nanya,
    – apakah anak kecil itu bohong rasa cintanya?
    – Apa anak kecil itu sangat mengenalNya lebih daripada Musa?

    Apa kita baru percaya kalau kita mencintaiNya sampai kita berkata “Aku mencintaiMU ya Tuhanku !!”, jangan-jangan kalo kita bisa ngomong kayak gitu distop lagi.. jatah perasaan cinta kita oleh Dia…

    Lagian… siapa yang nanya kaya gitu? ada yah.. orang yang nanya gitu ma kamu? pasti namanya si waswisu fi sudurinnas yah, hihihi… biarin aja lagi dia mah, mendingan nyisirin rambut ponakan, mijitin kakinya kakek, ma meluk ibu…. dengan CintaNya. Iya kan…?

    Ya Tuhanku… perkenankanlah aku dan teman-temanku di sini saling berbicara akrab dengan CintaMu. Semoga berkah dan karunia dilimpahkan pada seluruh Nabi dan semua orang yang mencintaiMu, Amiiiin…

  22. 23 ABG Oktober 19, 2008 pukul 1:02 am

    tuh kan, udah di bilangin…
    tuh kan, msh g pecaya…

    jgn pecaya kata org
    jgn bilang2 ma org

  23. 24 gelap terang Oktober 19, 2008 pukul 1:05 am

    Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

  24. 25 mata-mata Oktober 19, 2008 pukul 1:06 am

    Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).

  25. 26 mata hati Oktober 19, 2008 pukul 1:07 am

    Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

  26. 27 kaca mata Oktober 19, 2008 pukul 1:09 am

    Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

  27. 28 densscessario Oktober 19, 2008 pukul 10:27 am

    Tak kenal maka tak sayang…๐Ÿ˜€

    In the search of the human truth and meaning… Just watch porn and you will know the secret of Human life… :D:D:D:D:D:D:D:D๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

  28. 29 dg.limpo Oktober 19, 2008 pukul 2:06 pm

    Jika sudah mengenalNYA, tulung sms saya mas Dana.

  29. 30 ikrarestart Oktober 19, 2008 pukul 5:30 pm

    sok kenal aja.

  30. 31 aryf Oktober 20, 2008 pukul 1:21 am

    aneh, ada juga rupanya blog yg pjg lebar mengupas ttg fundamentalis.
    terimakasih pd bung yg punya blog, telah `memperkenalkan` pd saya tanpa sengaja.

    NB: saya baru mampir sejenak ke blog tsb. jd blm sempat baca2. mhn maaf pd bung dana jika komen ini salah tempat. abes, ga tau mo nulis dmn.๐Ÿ™‚

    *mengupas ttg Dia memang luas tak terkira*

  31. 32 uhuik Oktober 20, 2008 pukul 6:08 am

    @Zsheefa
    lah hati bisanya cuma ngerasa, bahwa semua makluk itu punya tuhan itu kan dah pasti, bisa aja to punya tuhan tapi ngerasa atheis.

    nabi itu kalau kita memandang sebagai pemimpin sedangkan rasul itu kalau kita memandang sebagai diplomatnya Tuhan (gitu kalii ya?).

    Menurut saya Rasulullah Muhammad bisa aja mengajarkan langsung, tetapi ‘manusia sekarang’ yang sulit menerima/mengambil ajaran langsung. Soalnya mengerjakan sunahnya yang terwarisi dalam tulisan aja kesulitan apalagi bertemu langsung, mimpi bertemu aja tidak mudah. Biasanya ajaran spiritual ‘khusus’ seperti itu diperlukan guru yang sanadnya turun temurun/ silsilahnya menyambung dari guru sekarang yang masih hidup sampai Muhammad saw- Jibril – Allah swt.

  32. 33 danalingga Oktober 20, 2008 pukul 6:35 am

    @zsheefa

    Oh seperti itu maksudnya toh. *manggut manggut*

    Pemahaman saya memang yang kita lihat adalah yang diijinkan dilihat sama Dia.

    @Godamn

    Rasanya memang anak kecil itu telah melihat Tuhan.๐Ÿ˜€
    Btw, cerita aslinya bukan anak kecil kan, perasaan petani deh.

    @densscessario

    Manusia memang pas untuk pepatah itu.

    @dg.limpo

    iya, entar saya sms.

    @ikrarestart

    Boleh jugak.

    @aryf

    Sama-sama. Saya juga baru nemu blog itu. *kalo kita memang membicarakan blog yang sama*

  33. 34 zsheefa Oktober 20, 2008 pukul 8:48 am

    @uhuik
    nabi muhammad adalah basyariah sedangkan rasulullah adalah hakikat-Nya

  34. 35 alah-alah Oktober 23, 2008 pukul 1:05 am

    alah alah, kok malah maen perang2an.
    perangnya ecek2, matinya kok betulan..

    anak2 skr emang sukanya maen mulu.
    maen pedang2an lah, maen tembak2an lah.

    ntar disuruh pegang pedang en senjata beneran,
    malah pd gemetaran.

    *org tua cuma bisa geleng2 kpala*

    Nb: blognya sama

  35. 36 godamn Oktober 26, 2008 pukul 8:28 pm

    @dana
    katanya sih… anak itu ngomongnya sambil nangis kok… gak tau yah… mungkin iya, dia memang lihat… rasanya situ bgitu yah…?

    gak tau tuh… perasaan sih, anak kecil kok… lupa kali… bukunya juga gak tau dah dimana…. dulu pinjem mungkin… hihihi… tapi perasaan waktu bacanya, masih aku bawa terus…

  36. 37 nindityo Oktober 29, 2008 pukul 5:08 am

    saya mah dah pasrah bang..
    entah wujud cinta yang mana yang saya anut.
    tapi saya yakin seyakin-yakinnya .. kalo cinta saya bersambut๐Ÿ˜€

  37. 38 zsheefa Oktober 31, 2008 pukul 12:30 pm

    kaya’ yang tau cintanya bersambut( itukan pengakuanmu saja)dari mane taunye..padahal dalam hatinya masih bertuhankan selain Allah

  38. 39 aryf November 1, 2008 pukul 12:58 am

    ahh zsheefa yg make kacamata rupanya kucing garong juga.. ^_^

    tp saya suka kok ma kucing.
    di rumah saya byk kucing yg kesasar.
    ga kehitung jumlahnya, sejak saya mulai hidup baru (nikah maksudnya).
    ada yg warnanya itam, pure black, sepasang pula, jantan betina.
    kira2 mpe 3 generasi, anak2nya pd itam semua,pure black, aneh bin ajaib.
    saya prnah kepikiran utk ngejual ato dijadiin icon merk rokok trtentu.
    konon katanya bgs buat penglaris hi3..
    tp kagak jd djual, tlanjur syg.sedari kecil ane pnyayang kucing๐Ÿ™‚
    trus bbrp bln trakir, eh malah penerusnya abu2 bintik 3 ekor, pure seragam ke 33nya. macam2 aj ni kucing.
    sejak kecil mereka selalu kompak dan jd lawan main anak saya.
    si kecilpun ikut2an jd `kucing garong`.Lasaknya ga ketulungan, ampun dah..ahh lucunya setiap x saya perhatikan mereka bercanda, bnr2 indah :`)
    nah 2 hr lalu, tiba2 ada seekor ank kucing belang hitam dan putih, nangkring di sofa teras rmh. nasibnya ckp memelas, dijadiin `kelinci percobaan` buah hatiku. kalo ada klub pnyayang bntang, bisa berabe nih urusan.

    ahh..anak2, tetap anak2. anugrah terindah setiap org tua.

    *siapa mengerti rasa ingin taunya? siapa yg tau tingkah gerakannya?*

    …story mode oNoF.

  39. 40 pengembarajiwa November 1, 2008 pukul 4:49 am

    Salam kenal untuk Danalingga dan teman2 yang ada disini.

    Ikutan Nimbrung ya….Sepertinya asyik juga menyimak postingan Anda dan komentar teman2 yang lain.

    Pada dasarnya sih Manusia itu tidak bisa melihat-Nya, apalagi untuk mengenal kepada-Nya. Karena manusia itu La hawla wa laa Quwwata…..

    Tatkala seseorang itu sadar akan dirinya itu tidak dapat berbuat apa2 dan tidak bisa apa2 (Tiada daya dan tiada upaya), lalu dari mana datang nya gerak, kelakuan, penglihatan, pendengaran, penciuman, perkataan dsb. Tentu disitu menunjukkan ada nya yang berkuasa atas diri ini.

    Rasakanlah gerak dan diam itu, rasakan lah yang melihat itu, yang mendengar itu, yang mencium itu, yang berkata2 itu dsb. Pasti nantinya Anda akan mendapatkan jawabannya. Jika belum jelas lagi jawabannya…. mari kita diskusikan di Blog Anda ini melalui komentar teman2.

    Atau sekali2 jalan2 ke BLog Saya, siapa tahu kita bisa berdiskusi lebih matang lagi. ——–> http://www.pengembarajiwa.wordpress.com

    Terimakasih…

    Wassalam

    PJ(Pengembarajiwa)

  40. 41 dede Maret 18, 2009 pukul 1:12 pm

    mmmmmmmmm….? lucu?….! sampai kapan pun? kau tak akan bisa mengenal tuhan terkecuali kau mengenal diri mua sendiri. ni memang jawaban smple? tapi defnisikan n fkirkan lah!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: