Agama Yang Sakti Mandraguna

Akhirnya saya harus mengakui akan kesaktian agama. Betapa tidak sakti, perbuatan yang seperti tindakan Amrozi cs dalam pengeboman di Bali masih bisa mendapat pembenaran yang sangat meyakinkan. Sebegitu meyakinkannya sehingga bahkan dengan gagahnya mereka dapat menyandang label yang sangat mentereng. Seorang Mujahid.

Gelar yang sangat suci. Mujahid bagi saya adalah label tertinggi yang dapat disematkan pada seorang manusia. Mujahid menurut saya adalah orang-orang yang sudah kenal dengan Allah. Maka bisa sangat yakin bahwa segala tindakannya telah sejalan dengan kehendak Allah. Jika seorang Mujahid membunuh seserang, maka memang itulah yang menjadi kehendak Allah. Bukan karena kebencian atau pengaruh nafsu duniawi lainnya.

Nah, sekarang Amrozi cs telah berhasil mendapat gelar Mujahid tersebut. Terlepas bahwa apa mereka benar-benar Mujahid di mata Allah, namun setidaknya mereka telah dapat berbangga sebelum ajal mereka. Juga mereka dapat mewariskan jalan yang mereka pilih dengan lebih meyakinkan. Tentu orang lebih percaya akan jalan yang diambil seseorang yang bergelar Mujahid bukan? Mereka itu memang sungguh manusia yang beruntung.

Dan pengaruhnya kepada saya adalah peristiwa ini membuat mata saya terbuka mengenai betapa agama itu ternyata benar-benar sakti mandraguna. Terbukti dalam kasus Amrozi cs ini. Jika agama tidak diikutkan dalam hal ini, maka Amrozi cs hanyalah menjadi kelompok pembunuh yang berdarah dingin. Pembunuh yang menatap para korbannya dengan senyum bahagia penuh kemenangan. Namun dengan kesaktian agama maka sebutan pembunuh berdarah dingin berubah menjadi seorang Mujahid.

Saran saya kepada anda-anda yang belum beragama, sebaiknya beragama secepat mungkin, sehingga jika nanti anda membunuh maka bisa seberuntung Amrozi cs. Memperoleh pembenaran dan akhirnya menyandang gelar Mujahid.

55 Responses to “Agama Yang Sakti Mandraguna”


  1. 1 Sobat November 21, 2008 pukul 2:37 pm

    Mbok ya melakukan pekerjaan itu,
    yang enak enak saja.
    Seperti : Rujakan, Makan Bersama, Gotong royong.
    Kan enak . . . .
    Pekerjaan kok ngebom orang @#$%
    Apa sudah nggak doyan nasi lagi ya?

  2. 2 pramana November 30, 2008 pukul 1:47 pm

    klo bs pake otak ngapain ngawurrr…ky ga ada kerjaan aja…

  3. 3 Pembela kebenaran September 22, 2010 pukul 1:12 pm

    Allah tidak pernah menyuruh kita semua umatx untuk saling membunuh, allah menghendaki apabila kita hidup rukun tanpa perselisihan, dan apabila ada agama atau orang yang membenarkan pembunuhan apalagi pemboman itu berarti adalah agam “PEMBUNUH” dan lebih baik dimusnahkan dari muka bumi bersama dengan yang menulis postingan di atas yang membenarkan pembunuhan dan pengeboman….
    Peace……

  4. 4 Haram Jadah Februari 5, 2011 pukul 10:14 am

    Wakwakwak ngentot yuk

  5. 5 Purnama Yasa Maret 24, 2011 pukul 8:39 am

    inilah manusia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: