Mengapa Islam Identik Dengan Terorisme ???

Beberapa hari ini dunia sedang tertuju perhatiannya pada penyerangan teroris ke kota Mumbai, India . Dimana serangan teroris kali ini bukan tipe hit and run seperti selama ini, melainkan tindakan yang mengajak perang pada pasukan India. Hal ini dapat dilihat dari penyanderaan yang dilakukan berhari-hari , dan terjadinya kontak senjata dengan menggunakan persenjataan yang lengkap. Juga penyerangan oleh teroris dilakukan di beberapa tempat sekaligus.

Dari tuntutan para teroris yang menggelari diri dengan sebutan Mujahidin Deccan adalah : “Bebaskan semua kaum mujahidin dan militan Islam yang dipenjara di India dan jangan ganggu kaum Islam yang berada di India”. Maka menurut saya tindakan teror ini murni mempunyai tujuan politik. politik untuk membebaskan teman-teman sehaluan. Atau jika benar dugaan India bahwa teroris ini berasal dari Pakistan, maka nuansa politik semakin kental.

Sialnya para teroris Mumbai ini menyeret label Islam untuk memperkuat pondasi mereka. Untuk memperoleh legitimasi. Maka mau tidak mau, kembali Islam diasosiasikan dengan terorisme. Dan hal ini akan terus berlanjut jika umat Islam terus menyeret label Islam dalam kegiatan berpolitiknya. Seperti kejadian Mumbai ini, yang telah jelas-jelas sebenarnya bahwa tujuan politik yang berperan, namun karena pelaku terorisme tersebut melekatkan label Islam pada tujuan tersebut, maka akhirnya bisa jadi Islamlah yang dipandang sebagai pemicu terorisme tersebut. Atau setidaknya menjadi landasan terorisme.

Jadi agar Islam tidak terus menerus menjadi terasosiasi dengan terorisme, maka ada baiknya mulai sekarang umat Islam membiasakan diri untuk tidak usah terlalu memaksakan label Islam mengurusi bidang politik. Istilah kasanya jangan seret-seret label Islam demi kepentingan politikmu. Biarkanlah Islam menjadi apa yang memang fungsinya, yakni menjadi alat untuk mengenal Tuhan. Bukan untuk membenarkan segala tindakan manusia yang lebih sering keblinger.

Tapi, saya agak pesimis juga bahwa umat muslim mau menerima saran untuk tidak membawa-bawa label Islam dalam berpolitik, sebab selain diperlukan untuk legitimasi, juga sering terdengar adanya kebanggaan akan Islam yang mengatur semua aspek kehidupan, termasuk bidang berpolitik. Kebanggaan bahwa Islam itu tidak hanya mengatur aspek spiritual, seperti agama lain. Menurutku itu hanyalah kebanggaan semu yang tidak berguna bagi umatnya dan Islam itu sendiri.

Betapa tidak semu, jika pada akhirnya Islam menjadi identik dengan terorisme karena diseret demi kepentingan politik para penganutnya. Islam menjadi sekedar alat untuk menggapai tujuan manusia. Betapa rendahnya jika begitu, menjadi serendah ideologi buatan manusia seperti komunisme, demokrasi, pancasila, dll. Juga kita jarang sekali (atau bahkan tidak pernah) melihat bahwa ada terorisme yang mengatasnamakan agama lain selain Islam untuk masa sekarang ini.

Palingan terorisme agama lain itu melakukan tindakan mengatasnamakan kepentingan politiknya, tidak membawa-bawa agama untuk legimitasi tindakan terornya. MakaΒ agama yang kebetulan dianut oleh para teroris tersebut tidak dilabelkan pada tindakan mereka. Agama dipisahkan dari tindakan individu-individu tukang terror tersebut. Semoga umat muslim yang bercita-cita jadi teroris dapat belajar dari sini. Atau jangan-jangan mereka , para teroris ini, memang bangga jika disebut Islam agama teroris, atau jangan-jangan memang tujuannya menghina? πŸ˜†

57 Responses to “Mengapa Islam Identik Dengan Terorisme ???”


  1. 1 frozen November 30, 2008 pukul 10:46 am

    Jadi agar Islam tidak terus menerus menjadi terasosiasi dengan terorisme, maka ada baiknya mulai sekarang umat Islam membiasakan diri untuk tidak usah terlalu memaksakan label Islam mengurusi bidang politik

    Yeah!!! Sekularisme!!!
    .
    .
    .
    *i agree with u, masbro*
    πŸ˜†

  2. 2 joesatch yang legendaris November 30, 2008 pukul 12:50 pm

    jadi inget poster dari HTI yang (lagi2) dipasang di tempat saya biasa nongkrong di kampus. di situ ditulisnya: ‘pasar modal dan pasar-saya-lupa-apa-yang-ditulis adalah praktik perjudian. hapus perjudian dengan khilafah’.

    saya iseng. tulisannya khilafahnya ta’coret, sampai akhirnya kalimat terakhirnya jadi: ‘hapus perjudian dengan khilafah tidak berjudi’.

    kata landhes, teman saya, sambil ngakak-ngakak, “betul, joe. itu jauh lebih konkrit dibandingkan dengan konsep khilafah yang kayaknya ketinggian.”

    ealah…besoknya pas ta’liat poster itu malah hilang dari tempatnya. entah siapa yang nyobek :mrgreen:

  3. 3 K. geddoe November 30, 2008 pukul 12:53 pm

    Kelihatannya permintaan itu agak susah dikabulkan buat sebagian orang. Sebab dengan memisahkan agama dengan politik, klaim sebagai agama yang mengatur semua bidang pun rontok. πŸ™‚

    Padahal, akibatnya lumayan buruk. Umat terjebak dengan simbol-simbol. Unsur-unsur berhala dari agama.

  4. 4 goldfriend November 30, 2008 pukul 2:53 pm

    Saya kok jadi teringat self-fulfiling prophecy. πŸ˜†

    Setuju dengan Geddoe, agak sulit dilakukan karena Islam sendiri melekat dgn semua bidang kehidupan. Tapi akibatnya sendiri bisa melebar kemana-mana.

  5. 5 tere616 November 30, 2008 pukul 3:49 pm

    Sangat melelahkan agama dijadikan alat “politis” dan menjadi label terorisme, akhir-akhir ini.

    Menurut saya, itu hanya bisa hilang, jika “ego” untuk merasa superior pelan-pelan dihilangkan dan mencoba untuk melihat dari kacamata yang lebih netral.

    Terlalu sering kata ‘agama’ dikaitkan dengan hal-hal yang sebenarnya tidak masuk dalam ‘wilayah agama’

  6. 6 Rahsia99 November 30, 2008 pukul 5:09 pm

    Sebenarnya saya merasa marah pd mereka2 ini yg mengatasa namakan Islam didalam tindakan keganasan yg dilakukan. Dan perkara sebegini lah yg akan merusakkan agama itu sendiri, dan akhirnya, umat Islam akan dipandang sinis oleh seluruh dunia. Apakah mereka tidak sedar bahawa apa yg dilakukan ini adalah salah? Islam tidak pernah menganjurkan keganasan terhadap sesama manusia? Islam itu hadir sebenarnya adalah utk membebaskan manusia agar dpt hidup mandiri dan aman sesama manusia. Namun kasihan sekali, mereka memilih jalan sebegini dan sekalaigus, seluruh umat Islam yg akan menerima kesan negatifnya. Inilah akibatnya, jika kita tidak mengenal diri dan mengenal Tuhan. Kita ini semua, tidak kira apa bangsa, agama, warna kulit atau daerah, semuanya dtg dari “bapa” yg satu, yaitu dari Tuhan Ya Rabul Alamin. Oleh itu, jgnlah kita memusuhi sesama manusia. Mudah mudahan, satu hari nanti, manusia dpt hidup aman damai didunia ini, insyallah.

  7. 7 Abi Bakar November 30, 2008 pukul 9:03 pm

    Saya sungguh prihatin dengan kejadian-kejadian mengerikan yang mengatasnamakan agama, namun begitu perlu di inget, kejadian2x seperti ini tidak akan mungkin ada jika konflik di timur tengah, khususnya Palestina – Israel di selesaikan dengan adil, juga penjajahan terhadap bangsa Irak.

  8. 10 Catshade November 30, 2008 pukul 10:10 pm

    Saya sungguh prihatin sama Mas Dana, karena sampeyan dan jutaan umat manusia lainnya ternyata termakan tipuannya kaum Zionis Yahudi Kafir. 😦 Coba hilangkan segala prasangka anda, buka mata anda baik-baik , dan baca berita dari sumber yang benar! Disebutkan kalau serangan ‘teroris’ itu terjadi di 9 tempat sekaligus, dan militer India butuh waktu 3 hari(!) untuk membunuh/menangkap mereka semua.

    Dari sini saja kita harusnya sudah curiga: Kok bisa sehebat itu mereka? Rapi betul perencanaannya? Kenapa baru sekarang ini terjadi yang seperti itu? Ternyata benar kan, muncul dugaan kalau mereka diback-up oleh intelijen Pakistan… sementara kita tahu sendiri, Pakistan adalah antek Amerika yang mendapat duit milyaran dollar setiap tahunnya untuk ‘memberantas terorisme’.

    Sadar Mas Dana! Sampeyan telah masuk dalam perangkap dan kini tanpa sadar jadi kaki-tangan kaum Zionis Yahudi Kafir menyebarkan fitnahnya! πŸ‘Ώ

    • 11 hamba allah September 15, 2011 pukul 7:03 am

      sampeyan bisanya hanya nuduh terus. beginalah jadinya kalau dari anak2 sdh diajarkan fitnah dan nuduh yahudi jahat.

    • 12 buka hati Agustus 12, 2012 pukul 7:35 pm

      waduh mas coba berpikir netral dulu lepaskan dulu agamamu coba lihat kejadian seluruh negara islam terjadi konflik hrsx qta bertax” ada apa dgn islam… think…

  9. 13 Guh November 30, 2008 pukul 10:30 pm

    @Catshade.
    perangkap zionis kafir…? jadi “perjuangan” itu, secara sadar ataupun tidak memang ditujukan untuk “menghina” dan memfitnah Islam ya?

    Apakah itu berarti orang-orang yang sepenuh hati membenarkan aksi2 teror atas nama Islam dengan pembenaran irak, palestin, inilah, itulah dsb niatnya juga menghina? Atau sekedar ignoran korban penipuan?

    Dari kacamata psikologis anda, bagaimana cara membedakan mana yang ignoran dan mana yang emang niat menghinadinaken? Bisakah itu dilihat dari dosis amarah dan kejelasan alamat blog? πŸ˜›

  10. 14 najib November 30, 2008 pukul 11:41 pm

    Islam politik atau politik Islam?

  11. 15 Catshade Desember 1, 2008 pukul 2:36 am

    @Guh:

    Anda sadar kan kalau saya sedang men-satir-i orang2 yang masih keukeuh bilang peristiwa WTC dan Bom Bali adalah siasat Yahudi/Amerika mendiskreditkan Islam? ^^;

    Berbicara soal ‘menghina’, ‘memfitnah’ atau ‘tertipu’ agak subyektif juga sebetulnya, karena definisi dan batasan mengenai apa yang benar dan ideal itu yang justru termasuk jadi sumber masalah kan. Buat orang-orang pro-teror, justru orang-orang liberal-lah yang ‘menghina’ Islam dengan menggadaikan akidahnya dan ‘ditipu’ untuk bekerjasama dengan pihak yang dianggap musuh.

    Bagaimana membedakannya? Wuih, susah… apalagi lewat internet. Mbedain mana yang bener-bener serius dengan yang humor sindiran/sarkastik saja saya sering salah kok πŸ˜€

  12. 16 puyeng Desember 1, 2008 pukul 6:25 am

    Terorisme kok teramat canggih ya, katanya instruksinya lewat telepon satelit, kayak yang dilakukan james bond 007 di pilem-pilem itu ya?

  13. 17 Abdul Ghofur Desember 1, 2008 pukul 8:40 am

    Memisahkan aturan hidup dengan agama itu salah satu paham keblinger. Yang diinginkan agama bahwa kita harus hidup sesuai dengan tuntunan agama. Kasus Mumbai ini adalah kasus pencemaran nama baik Islam. Kasusnya sama seperti maling teriak maling yang diteriaki adalah orang lain dan Islamlah yang menjadi objeknya.
    Yang penting umat Islam yang betul-betul Islam harus meningkatkan Keyakinan hanya kepada Allah SWT dan menjalankan Ibadahnya dengan rajin dan tidak bermalas-malasa.
    Ingat musuh Islam tidak akan takut kepada Islam selama Sholat Subuh berjamaah di Masjid belum sama banyaknya dengan sholat Jum’at.
    Karena jumlah umat Islam sekarang yang sebenarnya adalah yang sholat Subuh berjamaah di Masjid dan jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

  14. 18 senopatiarthur Desember 1, 2008 pukul 10:10 am

    @ joesatch yang legendaris

    Hmm, memang dengan mencoret dan menyobek poster atau pamflet itu cara mudah untuk melampiaskan nafsu. Maka lebih ketika anda berbicara/berdebat dengan cara baek tentang konsep khilafah dan syariah Islam. Mengapa mereka (syabab HT) sangat kekeuh dengan pemikirannya.

    Tentang kasus di mumbai ini cuma salah satu alat opini amerika.cs untuk mengedentikkan “kekerasan” Islam akan terus terjadi selama belum ada negara superpower pesaing amerika yang akan meciptakan kedamaian dunia bagi kaum muslim dan non-muslim.

  15. 19 dnial Desember 1, 2008 pukul 10:57 am

    Sebenernya, IMHO, agama yang cocok untuk memerintah adalah Islam dan agama Yahudi. Hal ini didukung oleh set aturan yang cukup jelas dan memang pernah dipraktekan dalam pemerintahan dengan baik. But that so thousand years ago.

    Eniwei, soal wajah itu soal pemberitaan. Masih banyak umat Islam yang baik, bikin dong pemberitaan yang positif dari umat Islam sendiri. Sayangnya, begitu umat Islam mulai bisa dirangkul masyarakat barat dan xenophobic dan racism di Amerika mulai terkikis sebagai efek kampanye Obama, bham! Mumbai! Apalagi mereka memakai atribut suci macam Mujahidin. Lengkaplah penderitaan mereka.

    Akhirnya asumsi dunia mujahidin = teroris.

    Salah sapa coba?

  16. 20 qzink666 Desember 1, 2008 pukul 12:43 pm

    Owh yang bikin onar di India itu orang islam ya?? Pantesan ketahuan.. πŸ˜€
    *lospokus*

  17. 21 sigid Desember 1, 2008 pukul 3:56 pm

    He he, negara sekuler tampak semakin menarik :mrgreen:
    Sampai sekarang saya masih ndak bisa mencerna kalau politik bisa digabung dengan agama.
    Politik dengan segala egonya, sebuah hal yang begitu duniawi sementara keyakinan adalah sesuatu yang batiniah πŸ˜€

  18. 22 fsiekonomi.multiply.com Desember 1, 2008 pukul 4:36 pm

    mungkin, karena umat islam sendiri banyak yang tidak bangga dengan keislamannya?

  19. 23 ibnu1edy Desember 1, 2008 pukul 5:18 pm

    ga papa deh identik ama kekerasan…
    daripada diem aja ngeliat saudara sendiri disembeleh….

  20. 24 murtado Desember 1, 2008 pukul 5:30 pm

    Saya melihat kenapa banyak muslim yang bertindak radikal karena memang filsafatnya mengajarkan seperti itu. Saya pernah baca tafsir Quran, disitu juga banyak ditulis cerita-cerita tentang perang dan kekerasan. Malah saya sempat heran melihat muslim di Malayasia saat menyaksikan Pedang Zulfikar milik Muhammad, mereka seakan-akan sangat mengaguminya ?
    Padahal, dengan pedang itu berapa nyawa yang telah tercabut karenanya ? So, kayaknya memang nggak salah kalo Islam identik dengan kekerasan, kebrutalan dan terorisme !

  21. 25 rima fauzi Desember 1, 2008 pukul 9:39 pm

    @Abdul Ghofur:

    Ingat musuh Islam tidak akan takut kepada Islam selama Sholat Subuh berjamaah di Masjid belum sama banyaknya dengan sholat Jum’at.
    Karena jumlah umat Islam sekarang yang sebenarnya adalah yang sholat Subuh berjamaah di Masjid dan jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

    Ohhh.. jadi Islam itu tujuan akhirnya agar semua takut olehnya??? Kalo gitu sih mas, gak usah tunggu rame pas shalat subuh, sering2 aja bikin onar kaya di Mumbai, pasti semua takut. Sekarang aja udah takut. Ngomong salah dikit, nanti dibom; negara punya kebijakan yang tidak sesuai dengan minoritasnya yang islam, nanti dibom; polisi nangkep2in tukang bikin onar yang agamanya islam, nanti dibom.
    Sudah takut, bener deh..

  22. 26 danalingga Desember 1, 2008 pukul 9:47 pm

    @frozen

    Amin brother.

    @joesatch yang legendaris

    Kok hilang ya? Padahal menjadi lebih masuk akal tuh.

    @K. geddoe

    Nah, itu dia, memang agak sulit. Tapi ya harus sadar juga, jika masih tetap ingin memakai label agama pada politik, maka resikonya Islam akan selalu identik degan terorisme.

    @goldfriend

    Hem… πŸ˜†

    Toh, yang dihilangkan adalah label Islam.

    @tere616

    Atau bisa juga untuk alat pemuas dendam.

    @Rahsia99

    Sayangnya, para teroris sampai mereka mati menganggap tindakan mereka adalah benar.

    @Abi Bakar

    Masalahnya, baik pihak Palestina maupun pihak Israel sama-sama tidak ingin damai sebelum salah satu hancur.

    @Catshade

    Katanya sih tertipu itu memang nikmat. πŸ˜†

    @najib

    Bukannya sama saja?

    @puyeng

    Telepon satelit bukan lagi alat canggih saat ini.

    @Abdul Ghofur

    Yang dipisahkan adalah politik dengan label agama. Bukan hidup dengan agama. :mrgreen:

    @dnial

    Weh, hindu juga lengkap toh? Ternyata kebanggaan itu benar-benar semu.

    @qzink666

    Maksudnya bodoh?

    @sigid

    Memang sangat riskan jika politik dan agama dicampur.

    @fsiekonomi.multiply.com

    Atau terlalu bangga?

    @ibnu1edy

    Tampaknya anda memang rela Islam identik dengan teroris. Tapi umat Islam kan bukan hanya anda. πŸ˜€

    @murtado

    Ah, entahlah, tapi yang pasti ketika saya mempelajari Islam, tidak merasa disuruh untuk berbuat kekerasan tuh. :mrgreen:

  23. 27 darnia Desember 2, 2008 pukul 8:24 am

    Anyone who slaughters people and screams “Allahu Akbar” is sick and ignorant :p

  24. 28 omiyan Desember 2, 2008 pukul 12:23 pm

    kalo anda muslim baca Al-Quran dengan baik, karena disitu jelas teerlihat bahwa salah satu pertanda akhir jaman adalah banyaknya fitnah terhadap umat akhir zaman ini…..tologn jangan pake logika…ingat teman..Al-Quran telah dijamin keasliannya oleh Tuhan sendiri…

    Kalo anda Iman Kristen…seperti postingan saya yang anda komentarin..isinya seperti itu…..

    Baca teliti kembali bibel anda sobat…..

    saya pernah ngobrol dengan seorang teman yang beriman kristen dan saya tanya tentang injil barnaba dan jawaban mereka adalah injil terlarang..pada saat saya tanya terlalrang apanya dan bukannya barnabas adalah murid hawari yang 12…dia terdiam..karena baca injil barnaba aja belum pernah…..

  25. 29 sufimuda Desember 2, 2008 pukul 8:36 pm

    Amrozi telah tiada kirain udah aman dunia ini, eh muncul kawan nya di india πŸ™‚

  26. 30 danalingga Desember 2, 2008 pukul 10:25 pm

    @darnia

    Setuju.

    @omiyan

    Anda benar, bahkan umat Islam itu sendiri yang menciptakan fitnah tersebut. Anda sangat benar sekali. :mrgreen:

    Btw, soal injil barnabas kan rata-rata orang sudah tahu itu kitab bernuansa politis.

    @sufimuda

    Dan sepertinya akan terus bermunculan. πŸ˜€

  27. 31 sigid Desember 3, 2008 pukul 8:17 am

    @ omiyan

    Yah, pakde danalingga benar.

    Nota bene jika injil barnabas tidak dikarang oleh Barnabas namun oleh dua orang, yakni Alonso de Castillo dan Miguel de Luna pada sekitar tahun 1300.

    It’s fake dude … :mrgreen:

  28. 32 ressay Desember 3, 2008 pukul 11:01 am

    Islam mengajarkan pembelaan diri jika merasa terancam. Nampaknya kita semua butuh membaca buku Ayatullah Taqi Misbah Yazdi yang judulnya “Perlukah Jihad?: Meluruskan Salah Paham tentang Jihad dan Terorisme. Terbitan Al-Huda.

  29. 33 danalingga Desember 3, 2008 pukul 8:56 pm

    Pembelaan diri adalah hal yang wajar, tapi ada satu kelemahan, rasa terancam itu bisa sangat relatif. Mungkin perlu ada defenisi yang tegas mengenai ancaman ini.

    Btw, saya sangat setuju tentang memahami kembali arti Jihad dan Terorisme secara benar.

  30. 34 Catshade Desember 3, 2008 pukul 9:22 pm

    Pembelaan diri adalah hal yang wajar, tapi ada satu kelemahan, rasa terancam itu bisa sangat relatif. Mungkin perlu ada defenisi yang tegas mengenai ancaman ini.

    Iya… katanya membela diri, tapi kok yang dibom letaknya ribuan kilometer jauhnya dari negara yang membantai sesama saudara si pengebom… korban bomnya pun nggak ada hubungannya pula dengan si pembantai selain warna kulit yang serupa. Di mana sisi ‘membela diri’-nya? πŸ˜•

  31. 35 Daeng Limpo Desember 3, 2008 pukul 10:23 pm

    sebenarnya perlu juga dikaji,sejak kapan issue tentang terorisme itu muncul? dan apa penyebab timbulnya terorisme..?. Lalu apakah jika si fulan menganut agama ABC dan melakukan pembunuhan lalu semua yang segama dengan si fulan juga pembunuh…?….?

  32. 36 murtado Desember 4, 2008 pukul 3:31 am

    ya jelas tho daeng !

  33. 37 ressay Desember 5, 2008 pukul 8:25 pm

    @danalingga
    waduh kalau berbicara definisi, apa mungkin kita juga perlu membahas definisi dari definisi?

    Sepanjang yang saya ketahui, hampir setiap hal kita semua tidak bisa menyepakati definisi dari sesuatu. Bahkan di dalam wilayah hukum pun hasil akhirnya diserahkan pada proses peradilan yang berjalan.

    Misalnya seperti Pencemaran nama baik. Pada akhirnya, hakimlah yang akan menentukan apakah suatu perbuatan itu dikatakan sebagai bentuk pencemaran nama baik atau tidak.

  34. 38 danalingga Desember 5, 2008 pukul 10:41 pm

    Wah, jika begitu mungkin yang paling berhak menentukan sesuatu itu ancaman adalah negara sepertinya. Tapi nggak tahu juga sih, karena hal ini memang sangat relatif.

  35. 39 ressay Desember 6, 2008 pukul 6:39 pm

    Sebenarnya tidak melulu negara sih. Tetapi intinya, harus ada dialektika disana. Sama halnya dengan proses peradilan. Di sanalah dialektika berjalan.

  36. 40 murtado Desember 10, 2008 pukul 6:43 pm

    muslim memang telah dididik jadi teroris secara tidak langsung dari kecil. contoh nyatanya dengan qurban kemarin, muslim sudah dibiasakan melihat darah. dan yang jadi korban teror untuk awalnya baru kambing dan sapi. selanjutnya ? mungkin aku atau kamu !

  37. 41 joesatch yang legendaris Desember 11, 2008 pukul 7:06 pm

    @ murtado

    situ vagetarian? saya sih bukan. makanya saya nggak pernah nggak setuju dengan adegan penyembelihan, baik pas hari raya ataupun bukan. soale walopun bukan karena tuntunan agama pun yang namanya penyembelihan ya tetep aja penyembelihan. darah yang mengalir tetaplah darah. dan saya menikmati daging mereka-mereka yang sudah disembelih itu :mrgreen:

    menurut saya, cuma mereka yang pantang memakan hasil sembelihan yang boleh terganggu dengan atraksi penyembelihan plus darah2nya; hari raya ataupun bukan hari raya.

  38. 42 murtado Desember 12, 2008 pukul 10:16 am

    I’m not vegetarian. Yang aku tekankan disini bukan makan dagingnya oon, tapi semangat membunuh untuk tuhannya, untuk agamanya dan untuk saudara seiman katanya, seperti yang mereka ( teroris ) lakukan saat membantai manusia lain ! garansi masuk surga ? what kind of non sense ideology is this ?

  39. 43 murtado Desember 12, 2008 pukul 10:20 am

    ( teroris ) lakukan saat membantai manusia lain yang tak sepaham.

  40. 44 setanmipaselatan Desember 15, 2008 pukul 2:54 am

    wah, padahal kalo saya, daging kambing yang saya (dibantu sama yang lain juga buat megangin kakinya) sembelih itu dibagi2 ke orang lain, lho. bukan untuk tuhan. apa pemahaman saya dalam berislam ini salah, oom murtado? duh, seharusnya saya ikutan sama pemahamannya oom murtado, ya? wah, celakalah saya kalo gitu. sepanjang hidup ini pemahaman saya terhadap agama saya sendiri ternyata salah :mrgreen:

    ternyata saya gagal dididik jadi teroris gara2 kedangkalan pemahaman saya. saya nggak pantas lagi beragama islam, hikz… 😦

  41. 45 murtado Desember 15, 2008 pukul 5:14 pm

    alhamdu…. li”dong” !
    syukurlah anda nggak ikut jadi teroris.

  42. 46 joesatch yang legendaris Desember 15, 2008 pukul 8:09 pm

    tapi saya sedih…artinya saya tidak bisa jadi orang islam sejati seperti definisi anda, oom murtado. betul, alam semesta itu masih luas. saya masih harus belajar banyak supaya jadi muslim sejati sesuai keterangan tentang bagaimana islam itu yang sesungguhnya dari sampeyan

  43. 47 Made Desember 16, 2008 pukul 1:54 pm

    Om Swasti Asthu,

    Sebaiknya kita mempelajari agama kita masing-masing dan gunakan itu untuk diri sendiri atau kaum kita sendiri. Jangan sekali-kali agama dicampuradukkan dengan urusan negara, coz kita bukan negara agama.
    kalo dah gitu pasti aman deh,gak ada sentimen antar agama lagi..
    en jangan terlalu sok peduli dengan yg terjadi di Palestina, Irak, dll, coz kita gak tau secara persis masalah mereka apa di sana… jangan-jangan itu hanya masalah sesuap nasi, sejengkal tanah, segempok uang, & tahta, tetapi mereka menggunakan embel2 agama sebagai kedok.
    buktinya pada saat “hamas” menang memimpin palestina, antara fraksi islam di palestina pun saling serang, karena rebutan kedudukan. dan kalo benar agama yg jadi alasan mereka perang melawan israel, mestinya harus didukung fraksi mana aja yg jadi pemimpin toh..?
    sekali lagi saya tidak tau persis yg terjadi disana , hanya berdasar info dari koran dan TV.

    Peace for all.

    Om Shanti Shanti Shanti Om

  44. 48 Agama No. God Yes Desember 3, 2009 pukul 1:36 pm

    Sebenarnya semua agama mengajarkan kebenaran. Tapi manusianya saja yg menurut saya banyak tidak mempunyai akhlak dan hati nurani. kalau kalian saling menghina kepercayaan lain, itu sama halnya kalian menghina diri sendiri. Tiada arti jika kalian mempunyai agama tapi kelakuan kalian hanya saling membenci. Ingat, kedamaian dan kebaikan moral serta manusiawi yang harus di tegakkan. Sekali lagi, Orang2nyalah yang BEJAT, bukan agamanya. Banyak orang2 bodoh yg tidak bisa menafsirkan Agama mereka, tapi sudah merasa pintar.

  45. 49 Yohanes Qoirul Alfansyahrudin Maret 22, 2010 pukul 5:05 pm

    moga2 teroris it sadar n kmbl k jln yg bnr….
    smg tercipta persatuan n kesatuan antar agama d dunia ini…
    Tuhan memberkati

  46. 50 wellem yordan lekairua September 13, 2012 pukul 11:59 pm

    Benarkah Al-quir`an dan Hadist itu menyuburkan teroris ?
    Setiap pelaku terorisme pasti pemilik ayatnya , Mengapa ?
    Benarkah Nabi sebagai teladannya mengajarkan bermusuhan ?
    Adakah seorang nabi yang mengajarkan dengan Pedang ?
    Adakah Al-qur`an & Hadist ayat-ayatnya bertentangan ? Mengapa ?
    Wajarkah sesama penganutnya berselisih paham ?
    Benarkah Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ?
    Roh kebenaran mengajarkan kebenaran
    Lebih baik membakar ilalang daripada membakar gandum
    Lebih baik tidak mengerti darpada mengartikan salah
    Temukanlah dirimu didalam yang memberi Roh
    Sesungguhnya Carilah kerajaan Tuhan didalam Roh kebenaran
    Hanya didalam roh kebenaran yang dapat menjemputmu ke sorga
    Ingat ,……. Tuhan itu KASIH adanya.
    Pohon Kasih menghasilkan buah Kasih , jika tinggal didalamNya selalu dipelihara-Nya sampai menghasilkan buah kebaikan.

  47. 51 iwan tidung Juli 13, 2013 pukul 10:16 pm

    Saya Kurang paham dengan Tulisan Mas..

  48. 52 kamajayaroy September 22, 2013 pukul 5:21 pm

    Kelakuan sejumlah orang,kelompok,organisasi yang mengaku Islam /membawa label Islam akan tetapi sepak terjangnya Pola fikir, sikap dan prilakunya berlawanan dengan Aqidah dan kaidah Islam jelas menodai keluhuran nilai-nilai ajaran Islam yang rohmatan lil aalamiin hal ini hendaknya menjadi instrospeksi

  49. 53 anto Januari 18, 2016 pukul 3:17 am

    Islam yang sesungguhnya tidak mengajarkan kekerasan. Titik.

  50. 54 idhamalwi Januari 28, 2016 pukul 1:09 am

    Ada beberapa yang saya setuju dari pendapat anda bahwa salah jika islam dijadikan alat politik.

    akan tetapi menurut saya solusinya bukanlah dengan memisahkan politik dengan islam itu sendiri, karena justru itulah inti dari sekularisme yaitu sistem politik sepenuhnya di tangan manusia yang notabennya lama kelamaan keluar dari norma dan mengikuti hawa nafsu kekuasaan. Yang perlu diubah adalah penafsiran dari politik berasaskan islam itu sendiri.

    Yang saya perhatikan hingga sekarang, banyak yang salah mengartikan bahwa politik islam itu identik dengan sistem(khilafah, sultan, dll) padahal menurut saya itu salah. politik dalam islam itu sendiri seharusnya lebih di tekankan ke syari’atnya(hukum, dll)karena jika kita perhatikan dari antara daulah-ke daulah(rasyidin-ottoman) mereka memiliki sistem yang berbeda beda tetapi tetap bersyariat yang sama. WaAllahu alam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

November 2008
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: