Allah itu ada di …

Kali ini mari kita membahas Tuhan dengan memakai ayat saja, biar tidak dituduh menuhankan akal tanpa dalil yang jelas.😉 Ayatnya sih sederhana :

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? ( Surat Yunus ayat 3 )

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya ( Surat Qaaf ayat 16 )

Ada dua ayat. Kedua-duanya menerangkan tentang keberadaan Tuhan. Jika dikawinkan kedua ayat tersebut maka yang kebetulan saya pahami adalah bahwa Allah itu adanya di atas Arasy yang lebih dekat daripada urat leher manusia. Sesederhana itu sih pemahaman saya. Maklum memang saya ini sedang tidak bisa merumitkan, inginnya hanya berpikir sederhana.

Tapi apa memang benar begitu?

Ada juga orang yang berpendapat kalau kedua ayat tersebut tidak ada kaitannya. Melainkan berdiri sendiri dalam menjawab konteks yang berbeda. Ayat pertama katanya lebih kepada menjelaskan posisi Allah secara fisik. Dimana Allah di bayangkan memerintah dari arasy (semacam singgasana), dan Beliau berdiam di tempat tersebut. (Heh, berarti Arasy sangat hebat, bisa menampung Allah).

Ayat kedua katanya lebih menjelaskan bagaimana sifat Allah yang tahu segalanya. Termasuk tahu segala tindakan kita manusia, sehingga disebutkan bahwa mereka lebih dekat dari pada urat leher yang sangat dekat itu. (Tapi kok rasanya ini agak memaksa ya? Memang apa hubungannya lebih dekat dengan urat leher dengan tahu segalanya ya? Toh Allah tidak perlu dekat untuk mengetahui. )

Hem, jadi sebenarnya Allah itu ada dimana ya ? Anda tahukah?

36 Responses to “Allah itu ada di …”


  1. 1 Daeng Limpo Desember 3, 2008 pukul 10:14 pm

    kenalilah dirimu eh….kamsud saya diri saya sendiri….semoga dapat bersua denganNYA.

  2. 2 Rahsia99 Desember 3, 2008 pukul 11:24 pm

    Allah itu ada pd diri setiap manusia hanya sama ada kita tahu atau tidak. Disini kita harus mengenal siapa diri kita ini. Mungkin, Mas Dana pernah mendengar akan ayat ini, “Kenal diri maka akan kenal tuhan…” Maka, selum kita mengenal Tuhan, kita disuruh kenal diri dulu. Ya kan? Jd bagaimana mau mengenal diri, baru kenal Tuhan? 1 dari caranya adalah dgn meneliti sifat 20 tuhan. Sifat 20 ini adalah sifat wajib Tuhan semesta alam dan sifat ini juga bisa disandang oleh manusia. Manusia yg bagaimana? Manusia sempurna alias insan kamil. Akan tetapi, yg memisahkan sifat Tuhan dan manusia ialah sifat wenang, iatu sifat boleh. Hanya Tuhan aje yg memiliki absolut kewenangan. Dan ini menunjukkan bahawa hubugan Tuhan dgn manusia sempurna itu seperti, org yg bercermin dgn bayangan dlm cermin. Mari kita perhatikan bedanya bercermin dan bayangan. Dari segi sifat yg diamati, tentu tiada bedanya, tapi dari segi hakikat, semua gerak gerik bayangan itu bergantung dari gerak gerik org yg bercermin itu sendiri. Lha, yg bercermin itu ialah Tuhan yg Maha Esa, maka manusialah yg menjadi bayangannya pasti berupa manusia sempurna.Seperti sebuah hadis yg menyebut, Takhallaqu bi akhlaqi Allah…..yg bermaksud, berbudipekertilah dengan budi pekerti Allah. Ini hanyalah ringkasan aje ya, jika mau dibicarakan, saya rasa agak panajang, jd saya rasa cukuplah sekadar disini aje. Sebagai kata punjangga, “Kenal diri rata-rata, baru kenal Tuhan yg nyata….”

  3. 3 sitijenang Desember 4, 2008 pukul 12:12 am

    kalo dibilang kenal diri dulu baru kenal Tuhan, biasanya kok gak dijelasin lagi: dari mana dan bagaimana awalnya utk mengenal diri? padahal kayaknya penting juga tuh…

    *jangan-jangan kali ini dituduh menuhankan ayat atau tafsir, dan?”:mrgreen:

  4. 4 gentole Desember 4, 2008 pukul 4:36 pm

    Buat saya sih yang seperti ini harus dibaca sebagai metafora. Arsy adalah lambang Keagungan. Allah itu Raja Alam Semesta. Dan seperti raja-raja lain dalam sejarah manusia, Allah pun punya arsy. Tetapi, yah sekali lagi, arsy ini sebagai sebuah penanda tidak merujuk pada pencitraan “singasana”, melainkan Keagungan, Kebesaran. Sementara untuk “lebih dekat dari urat leher” itu artinya “kedekatan”. Ayat-ayat semacam ini menurutku tidak merujuk pada entitas fisik, apakah itu singasana maupun urat leher. Ini adalah Allah yang dijelaskan dalam “bahasa manusia”, yakni bahasa puitis. Hakikat Allah, termasuk “Ada di mananya”, itu berada di luar kategori apapun, di luar perlambang apapun. Ini emang ribet. Tapi begitulah Allah hanya bisa dialami secara puitis. Ia hadir dalam nalar puitis, yang tidak pasti, yang multitafsir, yang tidak dogmatis, yang berarak-arak dalam ketidakberhinggaan cakrawala, yang paradoks, yang oksimoron, yang dialami, yang tidak diketahui, yang dinegasikan untuk dikonfirmasi, yang terus dicari-cari, yang terus dipanggil-panggil, yang datang samar-samar, yang selalu datang bersama tanda-tanya. Bagi saya bertanya Allah “ada di mana” dalam kategori ruang-waktu empiris-poisitivis-materialis seperti kita memahami sebuah teko yang terbang di angkasa atau ruang hampa itu bisa saja dijawab dengan “tidak ada di mana-mana”.

    Maap ribet.

    Jawaban pendeknya, sih, Mas, saya enggak tahu Allah ada di mana.😀

  5. 5 zal Desember 4, 2008 pukul 5:12 pm

    ::katanya Tuhan Pemalu, berartikan udah tahu Tuhan dimana…🙂

  6. 6 Hasan Seru Desember 4, 2008 pukul 5:36 pm

    dimana wajahmu di hadapkan, disitulah ALLAH berada🙂

  7. 7 unknown entry Desember 4, 2008 pukul 5:46 pm

    lah kmaren gw liad dya lg jalan2 d citos…

  8. 8 omiyan Desember 5, 2008 pukul 8:45 am

    unknown entry —-> Istighfar bos…..

    sesungguhnya bila kita meyakini keberadaan Allah adalah dengan adanya Dunia dan isinya beserta seluruh alam jagat raya ini, semua tidak ebrdiri sendiri..setiap yang hidup pasti ada penciptanya…

    kejadian Planet venus, jupiter dan bulan tersenyum serta komet yang muncul adalah satu pertanda eksistensi Tuhan, jika sekiranya kita masih meragukan keberadaan Allah…setidaknya kita tahu bahwa Iman kita masih kurang….

  9. 9 ressay Desember 5, 2008 pukul 12:08 pm

    Pertanyaan, dimanakah Allah?

    sebenarnya pertanyaan ini dipandang dari sudut pandang filsafat, tentunya tidak patut untuk kita jawab. tetapi hanya perlu kita kritisi.

    Tuhan yang menciptakan dimana. Maka tidak mungkin Tuhan terikat oleh dimana itu sendiri.

  10. 10 zsheefa Desember 5, 2008 pukul 3:29 pm

    Terkadang artikel satu dgn yg lain kontradiktif atau hanya memancing saja bung dana
    salam

  11. 11 danalingga Desember 5, 2008 pukul 10:37 pm

    @Daeng Limpo

    Amin.

    @Rahsia99

    Wah, terimakasih atas komennya yang mencerahkan.

    @sitijenang

    Kan katanya mengenal diri melalu sifat-sifatNya.

    *menyiapkan pembenaran*

    @gentole

    Sepertinya memang ayat-ayat tersebut metafora. Terimakasih atas tambahan infonya yang berguna.

    @zal

    Kan baru katanya zal.😀

    @Hasan Seru

    Ah, seandainya kita benar benar mengalami kata-kata tersebut, alangkah bahagianya.

    @unknown entry

    Ah, Seperti komen sebelumnya ” dimana wajahmu dihadapkan, disitulah ALLAH berada” . Pas sekali.

    @omiyan

    Rasanya lebih menyenangkan jika bisa melihat ALLAH dimana-mana, bukan sekedar yakin meyakinkan diri.😀

    @ressay

    Ah, iya, rasanya memang kata dimana itu sendiri sudah memasung ALLAH dalam personifikasi. Terimakasih telah menyadarkan.

    @zsheefa

    Sekedar melempar wacana mengharapkan pencerahan.:mrgreen:

  12. 12 frozen Desember 6, 2008 pukul 11:52 am

    “Allah lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qaaf : 16 )

    Apa yang lebih dekat dari urat leher? Kalau merujuk kepada dunia kedokteran atau dunia kependekaran bela diri, urat yang lebih dekat dari urat leher adalah urat kematian. Letaknya di samping belakang. Sedikit tersentuh dengan tehnik tertentu, berangkatlah orang ke alam baka. Berarti dekat dengan Allah = dekat dengan kematian. Setuju? Ini saya ngutip dari pendapat seseorang, lho.
    .
    Terus… hayyah, apa yang mau dikatakan sudah dikemukakan Bang Ressay.
    .
    Bagaimana kalau… Ia mengejawantah di segenap alam raya ini?
    pantheisme dunk ya😕

  13. 13 azerila Desember 6, 2008 pukul 12:16 pm

    Siapa mengenal dirinya, mengenal Tuhannya *hadis atau syair ya ini,, lupa*

    Salam kenal

  14. 14 Godamn Desember 7, 2008 pukul 2:48 am

    Aku bukan wajahku juga bukan tubuhku,
    Aku bukan fikiranku dan juga otakku,
    Aku bukan nuraniku dan juga bukan hatiku,
    Aku bukan nyawaku dan bukan pula darahku
    Aku bukan tubuhku, tapi orang mengenaliku melalui sosokku

    Rasaku bukan syarafku, tapi aku merasa melalui syarafku,
    Penglihatanku bukan mataku, tapi aku melihat melalui mataku,
    Dimana aku? aku tidak tahu…
    tapi aku merasa ada di sini bersama tubuhku,

    Begitulah aku mengenal Tuhanku,
    Bagiku Dialah ruh semesta ini, yang aku tidak tahu batas-batasnya
    Dia meliputi yang terlihat maupun yang tak terlihat,
    Yang aku tahu maupun yang aku tidak tahu
    Kemanapun kau hadapkan wajahmu di situlah wajahNya.
    Maha agung Dia, melebihi segalanya…

    Apakah semesta besarnya melebihi Dia..?
    Apakah aku berkata tentang gajah dengan kandangnya?
    Atau raja dengan singgasananya?

    Apakah Dia lebih dekat denganku,
    melebihi dekatnya aku dengan urat leherku?
    Aku sungguh tidak tahu..
    Yang jelas semesta melingkupiku
    Yang membatasiku dengan semesta hanyalah kata tunjuk aku
    tanpa kata penunjuk itu
    tak tahulah harus berkata apa

    Apakah aku orang berfaham pantheisme, Wahdatul Wujud ?
    Aku sungguh tidak tahu, bukankah aku berkata aku bukanlah tubuhku?
    Dia bukanlah alam semesta tapi bagiku semesta adalah sosoknya
    Bagiku Dialah Cahaya semesta, sebagaimana Dia menerangkan Dirinya sendiri.

    Sungguh Dia bukanlah aku, jika aku tiada Dia tetaplah ada
    Sebagaimana aku mati nanti, semesta tidak akan peduli,
    Tapi aku sadar, bagaimanapun aku berasal dariNya,
    Tapi sungguh.. aku bukanlah Dia…
    Aku bukan Bayazid
    Aku bukan Al Hallaj bukan pula Sitijenar
    Selama ada aku, Dia ada
    Aku tiada, aku tidak akan tahu kata apa lagi untuk menunjukanNya
    Hanya Dia yang berhak menyebut Aku pada saat itu

    Bagiku Dia memiliki hati sebagaimana aku sendiri,
    Bukankah Dia mengaku mempunyai tangan untuk mengatur segalanya?
    Jika memiliki tangan bagaimana mungkin Dia tidak memiliki hati dan fikiran?

    Bagiku Dia sungguh hidup
    Sebagaimana yang aku pelajari selama ini,
    Bahwa semesta tidaklah mati.

    Maha suci Dia dari segala yang dipersangkakan buruk kepadanya…
    Dia tidaklah pemalu.
    Dia hanya tidak mau memperlihatkan diriNya,
    Kepada orang-orang yang tidak ramah dan memusuhiNya.
    Sebagaimana aku tidak menginginkan bertemu orang yang tidak ramah padaku
    Lagipula apakah orang yang hanya mengenal piring dan gelas saja,
    Akan menerima bahwa itu adalah seonggok molekul silika.
    Atau sekumpulan partikel atom atau partikel sub-atomik
    yang mereka tidak kenal sebelumnya

    Bagiku Dia ada.
    Tak peduli siapa namaNya…
    Aku tak peduli orang menyebutNya Allah, Yehovah, Yahweh, Tao, Om, Brahman
    atau apapun juga..
    Tapi bagiku Dialah tuhanku.
    Tapi sungguh Dia bukanlah Yesus..
    Yesus bagiku adalah manusia terbaik pada jamannya..
    Seseorang yang paling mengenali sosoknya
    Hingga menjadi utusan langsungNya
    Sebagaimana Krisna, Muhammad, Musa maupun Sidharta..

    Apakah aku berkomunikasi denganNya?
    Aku jawab ya!
    Aku berkata-kata denganNya dengan hatiku dengan lisanku..
    Aku mengeluh, aku meminta, atau kadang cuma ingin dekat bersamaNya
    Apakah Dia berkata-kata kepadaku?
    Ya! Dia berkata-kata melalui seluruh guruku…
    Meskipun seringkali aku tidak mendengarnya ataupun belum mengerti bahasanya..
    Seringkali aku merasa kemarahanNya dan juga kasih sayangNya.
    Melalui para mahluk semesta

    Akupun kadang marah kepadaNya,
    Karena aku kadang merasa capek dalam kehidupanku.
    Tapi sungguh aku tidak membenci Dia, Aku menyayangiNya, aku menghormatiNya.
    Sebagaimana aku ngambek kepada Ayah dan Ibuku, tapi aku tetap menyayanginya.
    Bagaimanapun aku tidaklah mengetahui segala maksud dan kehendakNya…

    Apakah aku mencintainya?
    Aku sungguh tidak tahu..
    Aku belum sanggup untuk berkorban penuh untuknya..
    Orang mengenalku beragama islam
    Tapi bagiku islam adalah berserah diri penuh kepadaNya
    Kafir bagiku adalah menyembunyikan nuraniku
    Musyrik adalah menduakan rasa cintaku kepadaNya
    Munafik adalah aku tahu berbohong pada diriku sendiri
    Sekarang sungguh aku tidak tahu agamaku apa..
    Tapi sungguh aku menghormati semua para nabi
    Tanpa mereka aku tidak akan bisa membaca catatan kehidupan

    Aku tidak suka jika ada orang yang berkata buruk kepadaNya
    Aku menyayangiNya, meskipun aku tidak tahu apakah Dia menyayangiku.
    Aku hanya mencoba berbuat yang terbaik semampuku..
    Sepengetahuanku..

    Ya tuhanku matikanlah aku..
    dalam genggamanMu
    Sehingga aku lupa akan diriku
    Sebagaimana aku tertidur
    tak mengingat apapun juga
    karena begitulah aku dulu
    tiada dan tidaktahu

    Aku tidak menginginkan surga
    Aku hanya ingin tertidur dalam pelukanNya
    Sebagaimana aku merasa dulu
    Ketenangan, ketentraman, tertidur dan terlupa di pangkuan bunda

    Apakah itu anggapanku saja?
    Aku tidak peduli
    Hanya itu yang aku ketahui dan fahami
    Anggapanku dan anggapanmu sama saja
    semuanya hanyalah anggapan
    Bagiku anggapanku, bagimu anggapanmu
    Hanya Dia yang mengenali diriNya sendiri
    Hanya aku yang mengenali diriku sendiri

    Aku mengenali kalian
    Dari percaya anggapan bahwa rasa manis gula yang kukecap
    Sama manisnya dengan gula yang kalian kecap
    Tanpa aku pernah merasakan rasanya kecapan gula di lidahmu
    Apakah tuhanku sama dengan tuhan kalian?
    Apakah manis yang kukecap sama dengan manis yang kalian kecap?

    Tapi sungguh beruntung aku dengan adanya kalian
    Hingga aku bisa berbincang tentang rasa gula dalam kopi yang kukecap
    Hingga aku bisa tahu kelakuan burukku
    dengan muaknya kalian melihatku
    Hingga bisa tahu aku selaras dengan kalian
    dengan senyum di wajah kalian

    Sungguh..
    aku suka melihat senyum di wajah kalian
    pada saat itu aku nyaman
    dan terlupa pada diriku sendiri

    Kawan..
    berbicaralah padaku..
    dan aku mencoba selaras denganmu.
    Aku ingin melihat wajahmu tersenyum
    Hingga aku bisa mengenali senyumanNya

  15. 15 Rindu Desember 7, 2008 pukul 3:42 pm

    Ya ALLAH jadikan pemilik blog ini manusia manusia pilihanMU yang berkeyakinan bahwa bumiMU yang terhampar luas adalah masjid baginya, kantornya adalah musholahnya, meja kerjanya adalah sajadah,

    Kemudian fungsikan setiap tatapan matanya penuh rahmat dan kasih sayang sebagai refleksi dari penglihatanMU, jadikan pikirannya husnuzhan, tarikan napasnya tasbih, gerak hatinya sebagai doa, bicaranya bernilai dakwah, diamnya full zikir, gerak tangannya berbuat sedekah, langkah kakinya jihad fi sabillillah.

    Selamat hari raya IDUL ADHA …

    RINDU a.k.a ADE

  16. 18 murtado Desember 11, 2008 pukul 3:25 pm

    ALLAH ATAU TUHAN ATAU APAPUN NAMANYA ITU ADANYA DIOTAK MANUSIA SAJA.
    DILUAR ITU, NON SENSE, OMONG KOSONG !

  17. 20 danalingga Desember 11, 2008 pukul 9:07 pm

    Ya, ya, sama omongkosongnya ketika menyebut Tuhan hanya ada di otak.😀

  18. 21 murtado Desember 12, 2008 pukul 8:50 pm

    termasuk juga semua tulisan yang punya blog tentunya !

  19. 23 Made Desember 16, 2008 pukul 2:07 pm

    Rahsia99
    Kenal diri maka akan kenal tuhan…” Maka, selum kita mengenal Tuhan, kita disuruh kenal diri dulu. Ya kan?

    Om Swasti Astu

    salah satu cara mengenal diri sendiri adalah “yoga”
    so Yoga gak haram khan..?

    OM Shanti Shanti Shanti Om

  20. 24 tren di bandung Desember 20, 2008 pukul 1:46 pm

    kucari KAU di sana
    kucari KAU di sini
    ternyata KAU ada di mana-mana

  21. 25 zsheefa Desember 20, 2008 pukul 2:39 pm

    Sebenarnya saya sangat prihatin ats artikel ini.
    bagaimana mungkin allah dihukumi ada, padahal sifatnya saja WUJUD.( ADA hanya untuk mahluk sedangkan WUJUD untukNya )

    arasy jgn dikonotasikan tempat untuk menampung itu tidak lain adalah BIL MausubNya sedangkan dekat dengan Urat leher maknanya begitu dekatnya Allah hingga tiada berjarak itu harus diketahui agar kita dpt menelusuri tentangNya lewat Ma Arafah Nafs……
    demikian
    salam

  22. 26 Rustan Desember 23, 2008 pukul 4:03 pm

    Tuhan itu Maha Gaib, tapi juga Maha Dhahir..

    Gaib dan Dhahir bedanya apa ?

  23. 27 Nul karim Januari 25, 2009 pukul 10:08 am

    🙂, “Aku ibarat Harta tependam, maka kenalilah Aku dan Aku akan senang apabila kalian mau mencariKu…”

    Allah ada didalam Blog ini…

    hanya karena Allah blog ini ada…

    bertafakurlah, bertafakur sejenak lebih baik dari pada beribadah 30thn ujar Rasulullah…
    karena bukti adanya Allah adalah adanya kita umat manusia… karena apabila kita tidak ada siapa yang akan mencarinya…?

    salam…

  24. 28 Gusdur Februari 17, 2009 pukul 12:25 pm

    Salam sejahtera bagi kita semua

    Wah….wah…wahhhh ada apa ini. he…he…ke…, Mas pengembara Jiwa juga ada disini, tetapi sampean membiarkan para sahabat jadi piusing neng..eneng..eneng..
    terus terang saya sangat senang ketika ada keberanian mas Danalingga mengetengahkan para digma/ wawasan yang mungkin bagi orang kebanyakan sangat aneh, tetapi menurutku gak tuh…!! karena yang ditulis oleh pemilik blog ini dasar dalilnya Al-Qur’an.

    pertanyaannya :

    1. Kitab suci Al-Qur’an ini untuk siapa… ?
    2. kenapa diturunkan ….? (nah cukup 2 aja dulu.)

    Yuk…. kita lihat ada ayat… alif lam mim = hanya allah yang tahu, Ya sin = hanya allah yang tahu, kaf ha ya ‘ain shod = hanya allah yang tahu, he….he….he..
    ini kan lucu, masak tulisannya beda artinya sama…!!!
    Para sahabat Tolong direnungkan…. siapa yang bodohnya, kalau Hanya Allah yang tahu, ya sudah gak usah saja Al-qur’an diturunkan, lha wong bukan untuk manusia…!!

    Hem…m kalau Al-Qur’an itu untuk Manusia sebagai Petunjuk(Hudan), Ya mestinya ada dong makna dibalik ayat tersebut bukan…?

    Oke kita kembali ke persoalan : Allah itu ada dimana..?
    Allah gak dimana-mana tetapi, Beliau meliputi kita termasuk alam semesta ini, kan dalilnya udah ada QS.(2):

    115. ” Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

    so…. aku sangat mendukung Mas Godamn, coba baca lagi tulisannya diblog ini at Desember 7, 2008 pukul 2:48 am.
    dan ini bukan omong kosong….!!! bagi orang yang telah tercerahkan Mata Qolbunya, dan sebalik menjadi omong kosong bagi orang kebanyakan.

    Para sahabatku….!!! untuk Mengenal Allah/God/Sang Hyiang Maha Wenang…apapun istilahnya, jangan nunggu nanti di akherat….? gak percaya, coba baca QS.(17) :

    72. Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).

    he…he… kalau didunia aja udah gak kenal, gimana diakherat akan kenal….? bukankah rasulullah SAW bersabda : Awwaluddini Ma’rifatullahi ta’ala = Awalnya kita ber ad-din/beragama mengenal Allah, tetapi kenyaannya he…he…belum kenal udah berani nyembah, Nabi Muhammad SAW bertemu dulu/Mi’raj dulu baru nyembah.

    pertanyaannya : apakah Mi’raj/berjumpa Allah itu hanya monopoli Beliau…? Para sahabat…? tabi’it dan tabi’it tabi’in…? atau para Sunan dan Wali..? he….he…he…
    TIDAK….. SEKALI LAGI ….TIDAK….., gak percaya…?

    coba lihat QS.(18): 110 sbb. ” Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku”. Coba renungkan siapa yang menyuruh dan siapa yang disuruh…!! he…he..he.. Allah SWT yang menyuruh kepada Baginda Rasulullah SAW untuk mengatakan, bahwa dirinya itu MANUSIA BIASA …. YA.. SEPERTI KITA, DESIGN TUBUHNYA SEPERTI KITA, BELIAU BUTUH MAKAN MINUM KARENA LAPAR DAN HAUS, BELIAU BUTUH SEORANG ISTRI DAN KELUARGA, BELIAU JUGA BISA MERASA SEDIH DAN GEMBIRA …DST.., BEDANYA BELIAU MENERIMA WAHYU, jadi kalau beliau itu manusia biasa tentunya apa-apa yang dirasakan beliau, termasuk pengalaman spritualnya (Mi’raj nya)bisa dong kita juga merasakannya, buktinya beliau bersabda : Ash Sholatu mi’rojul mukminin = sholat itu mi’rajnya orang mukmin. he…he..he… dan gimana nyambungnya dengan Pengertian Sholat menurut Al-Qur’an : coba lihat QS.(20) : 14 sbb ….
    14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

    Hem….m mampukah kita mengerjakan sholat untuk mengIngatnya(LIDZIKRI)……?

    Para sahabatku…..!! Mampukah kita mengingat seseorang yang kita cintai tanpa bertemu dulu dengan dia sebelumnya ? ….. gak mungkin lah yauw…. yang ada bertemu dulu baru bisa mengingat, so menurutku mengenal ALLAH SWT ITU PERLU, BIAR SELURUH PERIBADATAN KITA GAK NYASAR.

    Contoh : laksanakanlah sholat untuk mengingatku(ALLAH SWT), tetapi kebanyakan yang diingatnya ketika sholat, ingat pada Istri/Suami, pacar, uang,pekerjaannya,peniti,sendal, jarum pentol …dsb, jadi yang disembahnya SIAPA…(yang diingatnya) ? Astaghfirrulloh hal adzim…..

    he….he…sekarang nyambung kan antara Mikraj/bertemu dan dzikir menurut yang diinginkan oleh Al-Qur’an…!

    Nah sekarang tinggal Mas PJ yang mengarahkan, kumaha bisa gak kita jumpa dengan Tuhan dan gimana caranya..?

    aku istirahat dulu ya mas PJ, oh ya kenapa Blog istrimu/mujahidah wanita jadi blank, sayang kan mas..?

    salam…..

  25. 29 murtado Februari 18, 2009 pukul 9:17 pm

    nah betul kan ternyata memang Islam isinya omong kosong belaka !

  26. 30 Gusdur Februari 20, 2009 pukul 7:50 am

    He…he…he..ya mas bohong bagi mereka yang BUTA,TULI karena belum mau memenggal keEGOANNYA ALIAS KEBODOHANNYA, yang sok tahu TETAPI MUNAFIK…!!!! HE…HE…HE…..

    SALAM…. BERSIH DIRI DAN BENING HATI…..

  27. 31 Deva Februari 26, 2009 pukul 10:41 pm

    Empat penjuru kucari Tuhan tapi Tuhan tidak ada
    diatas langit juga tak kutemui dihamparan bumi juga ngak ketemu
    didasar lautan juga ngak ada waktu aku melihat kedalam diriku eh ternyata Tuhan sudah ada disana sambil berkata kok lama amat mencariku padahal aku tak pernah pisah denganmu

  28. 32 makannasi April 11, 2009 pukul 3:30 am

    Pak tua termenung sendiri
    Mengenangkan nasib diri
    Walaupun puas mencari
    Namun belum ketemui

    Cik Buyung riang selalu
    Damai dan senang hati
    Walaupun tak berusaha
    Dia ketemui

    Dia ketemui apa dicari
    Dia ketemui yang abadi
    Dia ketemui
    Dia ketemui

  29. 33 awanlintang April 28, 2010 pukul 5:06 pm

    janganlah engkau terlalu jadi penganut OTAK supaya nggak musrik

    • 34 sebutir DEBU Februari 24, 2011 pukul 5:02 am

      gampang2an begini kalau menurut saya; kita skrg kan hidup coba kita cermati/rasakan- ada satu rasa/terasa- kalau tidur menhilang(tidur yang pulas) kalau kita cermati (rasa/terasa)dng tubuh kita rasanya jadi satu/tdk terpisah kecuali tidur pulas.itulah pintu gerbang untuk” mengenal diri” karena hidup itu bukan milik kita (adanya kematian) Alloh-lah yg memiliki dan saat ini dititipkan ke kita semua-maka DIA lebih dekat dari urat leher/nadi kita. mhn maaf kalau membingungkan!!!

  30. 35 derma geboy Juli 11, 2011 pukul 3:59 pm

    hahahaha…,yg paling geboy menurut pengalaman gue kehadiranNya itu bisa dirasakan,bukan dipikirkan

  31. 36 sang penyentuh September 3, 2012 pukul 12:53 pm

    Allah akan memperkenalkan dirinya terhadap orang2 yang berusaha mencarinya, siapapun dia, Allah tidak pernah membeda-bedakan baik agamanya,pendidikannya,sukunya ,bangsanya dan lain2 karena semua itu Allah ciptankan dengan kasih sayangnya.dgn zatnya,dengan dirinya,…….,….,……????? dan dengan ketunggalannya, di dalam kehidupan dunia ini, itu semua skenario Allah, Allahlah yang jadi sutradaranya dan Allahlah yang jadi aktornya.aku adalah dirinya dan kamu juga dirinya semua dirinya. 7 lapis langit dan tujuh lapis bumi adalah dirinya.sebelum ada sesuatu Allah yang maha ada. salam sayang untuk semua.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: