Cracking Turunnya Isa Untuk Mengalahkan Dajjal

Kita ketahui bersama bahwa ada semacam cerita yang dipercaya oleh umat-umat agama yang berasal dari Timur Tengah. Cerita itu adalah mengenai di akhir jaman akan turun nabi Isa/Tuhan Yesus/Mesias untuk mengalahkan Setan/Lucifer/Dajjal dan kemudian menyelamatkan umat manusia yang percaya. Sebuah cerita yang bagi saya sungguh sangat imajinatif. Seimajinatif kisah-kisah Harry Potter dengan dunia sihirnya. Sebelum diprotes karena menyamakan kisah agama dengan harry potter, ada baiknya saya tegaskan bahwa kesamaannya adalah pada efek imajinatif nya saja. Bukan menyamakan apple to apple.

Nah, berhubung saya merasa kisah tersebut terlalu imajinatif jika dipercaya secara literal dan rasanya tidak ada nilai tambah untuk hidup saya saat ini. Sebab saya hidup dimasa sekarang, bukan masa kiamat entar yang masih di awing-awang. Maka tentu saja saya mulai menggali kira-kira apa yang bisa saya manfaatkan dari kisah tersebut untuk hidup saat ini. Biar saya tidak menjadi orang merugi. Tiba-tiba sebuah pikiran mampir begitu saja ke kepala ini. Pikiran untuk menganggap bahwa kisah peperangan antara Nabi Isa/Tuhan Yesus/Mesias dengan Setan/Lucifer/Dajjal tersebut adalah sebuah kisah metafora.

Cerita metafora yang memang sengaja dikisahkan orang bijak jaman dulu agar nasehat yang ingin disampaikannya lebih menarik dan bisa terus disampaikan sepanjang masa. Dan memang terbukti sampai saat ini nasehat itu terus hidup menembus jaman, bahkan hidup di tiga agama besar. Belum jika dihitung kisah lain yang mempunyai kemiripan. Tetapi tetap ada nilai minusnya ketika telah melewati sang kala yakni terdistorsi jaman akhirnya malah menjadi semacam cerita imajinatif kolosal tanpa esensi nasehatnya.

Begini, pencerahan yang saya dapatkan secara tiba-tiba ketika teringat kisah tersebut adalah bahwa kisah tersebut adalah sebuah alat bagi kehendak menyampaikan tentang bagaimana manusia itu menjadi manusia yang sempurna. Secara garis besar ada tiga tokoh dalam cerita tersebut yang masing-masing melambangkan sesuatu yang melekat dalam manusia iu sendiri. Ini tokohnya:

  1. Nabi Isa/Tuhan Yesus/Mesias
    Tokoh ini melambangkan keilahian yang ada dalam manusia.
  2. Dajjal/Setan
    Melambangkan sifat kehewanan yang ada dalam manusia
  3. Manusia
    Melambangkan manusia itu sendiri, wadah terjadinya peristiwa.

Nah, setelah mengenal tokoh dan sedikit penjelasan mengenai tokoh tersebut mengenai kaitannya dengan manusia maka tentu para pembaca telah dapat sedikit memahami ke arah mana artikel tentang pemahaman akan kisah peperangan hari kiamat ini akan berlanjut. Jika masih belum bisa menebak, silakan dibaca terus artikel ini. Semoga akan semakin jelas pada akhirnya.

Jadi dari sedikit penokohan diatas maka dapat diambil pengertian bahwa kisah perang hari kiamat tersebut lebih menggambarkan apa yang dihadapi seorang anak manusia dalam usahanya menjadi manusia sempurna. Kiamat itu sendiri memang harus dialami oleh manusia dalam mencapai kesempurnaan. Untuk lebih jelasnya mengenai mengapa kiamat tersebut harus dialami, silahkan baca pada artikel mengenal Tuhan .

Sedangkan untuk artikel kali ini, saya akan lebih menekankan makna pada kisah peperangan pada saat kiamat tersebut. Makna yang dapa diambil adalah bahwa kisah tersebut adalah penggambaran dari peperangan dalam diri manusia yang akan menentukan apakah seorang manusia yang dapat menyandang gelar citra Allah atau tidak.Usaha untuk menjadi manusia sejati yang melibatkan perang sangat dahsyat antara keilahian dan kehewanan yang ada dalam diri manusia. Perang yang terus menerus berlansung, hingga salah satu menjadi pemenang. Dimana konsekuensi dari perang ini adalah akan sangat menentukan apa manusia itu masuk golongan yang selamat atau tidak .

Nasehat lain yang dapat kita ambil adalah bahwa ternyata bukan agama, organisasi, nabi, tuhan yang kita yakini yang menentukan kita selamat atau tidak. Melainkan lebih ditentukan oleh diri kita sendiri. Yup, diri sendirilah yang akhirnya menentukan karena semua tergantung akan pertempuran yang terjadi di diri. Pertempuran antara keilahian dan kehewanan. Tapi agama, organisasi, nabi, tuhan yang kita yakini itu bukannya tidak berperan sama sekali. Semua itu berperan sebagai sarana kita untuk mempersiapkan diri menyongsong pertempuran dahsyat ini. Persiapan yang sangat diperlukan agar kita tidak masuk medan peperangan dengan konyol. Tapi tetap pada akhirnya kita sendirilah yang menentukan menang atau kalah.

Demikianlah sedikit saya berbagi pencerahan dari kisah yang sungguh menarik tersebut. Saking menariknya hingga sampai sekarang kisah tersebut terus hidup. Dan saya prediksi masih akan terus hidup dimasa depan. Oh iya, anda tidak perlu terlalu silau akan istilah pencerahan yang saya pakai. Itu hanya teknik marketing yang saya gunakan agar cerita saya lebih dipercaya. Toh, jika anda menganggap ini malah penggelapan ya silahkan saja. Saya hanya ingin berbagi sebuah pemahaman, itu saja.

Β 

23 Responses to “Cracking Turunnya Isa Untuk Mengalahkan Dajjal”


  1. 1 Goen Desember 22, 2008 pukul 10:34 am

    […] Yup, diri sendirilah yang akhirnya menentukan karena semua tergantung akan pertempuran yang terjadi di diri. Pertempuran antara keilahian dan kehewanan. Tapi agama, organisasi, nabi, tuhan yang kita yakini itu bukannya tidak berperan sama sekali. Semua itu berperan sebagai sarana kita untuk mempersiapkan diri menyongsong pertempuran dahsyat ini. […]

    Heheheheee… Tentu, bos. Mereka bagai pedang, baju ziah, dan perisai. Sekuat-kuatnya senjata dan pertahanan portable yang kita pakai, tetap saja kekuatan murni diri kita yang menentukan.πŸ˜›

  2. 2 Uhuik Desember 22, 2008 pukul 11:18 am

    memang sedari dulu Tuhan menyerahkan pilihan ‘keilahian atau kehewanan’ pada diri pribadi masing masing, Adanya agama kan memberi petunjuk kalau memilih keilahian maka akibatnya adalah ‘xyz’, sedangkan kalau memilih ‘kehewanan’ akibatnya adalah ‘opqrs’. Adanya petunjuk itu temtunya akan memudahkan untuk memilih dan memudahkan untuk mendapatkan metode dalam menjalankan pilihannya.
    Paling enak memang kita selalu ‘mohon petunjuk’ kepada sang pemberi skenario sehingga hafal benar jurus-jurus untuk berperang, lagipula jurinya yang menentukan kalah atau menang sudah memberi angin akan memberi kemenangan kepada orang yang selalu ‘merendah dan mendekat’.

    *udah berusaha komen second opinion koq rasa-rasanya komennya sama saja…. heran aku

  3. 3 tomy Desember 22, 2008 pukul 1:01 pm

    Nah dengan demikian manusia menyadari hakekat kehidupannya bahwa apapun yang ada adalah simbol atau penanda. Simbol itu membantu manusia untuk memahami hidupnya. Dengan begitu manusia berani bertanggung jawab penuh akan hidupnya, otentisitas dan kualitas pribadi ditentukan oleh pengambilan keputusan. Bukan menyeret-nyeret tuhan dan setan guna dalih menutupi ketidakberaniannya bertanggungjawab atas hidupnya sendiri.
    Disini manusia sungguh menjadi pibadi yang merdeka dan berdaulat atas hidupnya, dan tuhan apapun penyebutannya untuk menyatakan Yang Lain bisa beristirahat dengan tenang

    sedikit cerita tentang simbol dan penanda :
    “Kepercayaan agama,” kata Sang Guru, “bukanlah pernyataan akan Realitas, tetapi sebuah petunjuk, yang mengarahkan pada sesuatu yang tetap merupakan suatu misteri. Misteri itu melampaui pemahaman akal budi manusia. Pendeknya, kepercayaan agama hanyalah sebuah jari yang menunjuk pada bulan.
    Beberapa orang beragama tidak pernah beranjak lebih jauh dari mengamati jari belaka.
    Yang lain malah asyik mengisapnya.
    Yang lain lagi menggunakan jari untuk mengucek mata. Inilah orang-orang fanatik yang telah dibutakan oleh agama.
    Sangat jarang penganut agama yang cukup mengambil jarak dari jari mereka untuk dapat melihat apa yang ditunjuk. Mereka inilah yang, karena melampaui kepercayaan mereka, justru dianggap sebagai penghujat.”

  4. 4 Rindu Desember 23, 2008 pukul 9:09 am

    No comment dulu deh kang Dana … berat nih isi tulisannyaπŸ™‚

  5. 5 Billy Koesoemadinata Desember 23, 2008 pukul 9:49 am

    hal-hal yang berkaitan dengan kebaikan vs. kejahatan, memang selalu dapat diasosiasikan dengan kehidupan manusia sehari-hari. dan ya, memang diakui, kemunculan isa-juru selamat-mesias untuk kemudian melawan lucifer-dajjal adalah salah satu bentuk asosiasi tersebut. tapi yang terpenting sebagai manusia adalah, meyakini adanya hari akhir yang sudah dijanjikan oleh Tuhan YME.

    Billy K.
    iamthebilly.wordpress.com
    bersambung.wordpress.com

  6. 6 CY Desember 24, 2008 pukul 1:11 pm

    Namun.., ada beberapa ramalan dari kitab Wahyu yang sudah terwujud. Apakah itu imajinatif yg dibuat menjadi nyata? Atau mungkin saja dimasa depan ada yg usil melebur bumi ini dengan nuklir sehingga terjadi Armageddon…
    Jadi secara imajinatif, apakah Tuhan mengasihi Iblis?? hehehe…

  7. 7 zal Desember 26, 2008 pukul 2:47 pm

    ::lha dan, kalo Meisanya udah ketemu, kiblatnya pasti udah ketemu kan…, dajjalnya…raib dunk…

  8. 8 Mr. Brain Desember 27, 2008 pukul 6:55 am

    ah semua kisah tentang dunia ini melulu baik buruk dan pertumpahan darah..

  9. 9 DensS cessario Desember 28, 2008 pukul 8:04 am

    nama1/nama2/nama3πŸ˜†

    Diri sendirilah yang akhirnya menentukan karena semua tergantung akan pertempuran yang terjadi di diri. Pertempuran antara keilahian dan kehewanan.

    Yep.

  10. 10 danalingga Desember 30, 2008 pukul 12:57 am

    @Goen

    Betul sekali.

    @Uhuik

    Iya, rasanya sih sama.

    @tomy

    Nah, itu dia intinya. Simbol dan penanda untuk membantu kita manusia.

    @Billy Koesoemadinata

    Ah, memang selalu ada akhir untuk yang didunia ini.

    @CY

    Ramalan nostradamus pun ada benarnya, bahkan ramalam mama lauren sama permadi juga begitu.:mrgreen:

    Jadi?

    @zal

    Hem, mungkin proses penemuan itulah terjadi perang.

    @Mr. Brain

    Yang bikin skenario kejam banget kalo gitu.:mrgreen:

    @DensS cessario

    Apalah arti sebuah nama?πŸ˜†

  11. 11 Knapppov Desember 30, 2008 pukul 3:09 pm

    @TOMY

    “Dengan begitu manusia berani bertanggung jawab penuh akan hidupnya, otentisitas dan kualitas pribadi ditentukan oleh pengambilan keputusan. Bukan menyeret-nyeret tuhan dan setan guna dalih menutupi ketidakberaniannya bertanggungjawab atas hidupnya sendiri.
    Disini manusia sungguh menjadi pibadi yang merdeka dan berdaulat atas hidupnya, dan tuhan apapun penyebutannya untuk menyatakan Yang Lain bisa beristirahat dengan tenang.”

    kontra..

    Kalau kita berbuat salah, tuhan koq malah disuruh menebus dosa
    Kapan istirahatnya….

  12. 12 godam Januari 7, 2009 pukul 7:52 pm

    Kisah metafora yah? ya bisa aja… kalo bermanfaat buat kita seperti itu ya bagus kan?

    Tapi aku nglamun kalo itu bener terjadi…
    Apa aku akan bisa mengenali Isa? jangan-jangan aku menyangkalnya, kan gawat… kaya orang-orang Israel menyangkalnya.. meski dia nabiku juga, aku kan belum kenal ma dia sebelumnya.. cuma cerita dari orang ma kitab aja..
    orang yang merasa beragama kristen juga bakal kenal ma dia juga nggak ya?

    Trus kalo Dajjal gak nyamar, kita gampang aja merangin dia, kalo nyamar jadi penjahat, kayaknya gampang juga deh..
    Kalo dia nyamar jadi kita, Kang Dana dah jawab..
    Kalo dia nyamar jadi ulama ato pendeta? nah… itu yang gawat.. kayaknya jaman “Abad Pertengahan” bakal balik lagi deh..

    Kalo kiamat, aku yakin ada deh..
    mungkin dalam waktu deket, sebentar lagi dalam skala waktu geologi lah..
    Ramalannya juga kayaknya tepat..
    Aku dah lihat..
    para hamba sahaya melahirkan para tuannya..
    para petani dan gembala adalah para orang kaya..
    dan matahari ilmu pengetahuan terbit dari barat.. sebelah barat arab tentunya… kan ceritanya juga dari arab… orang arab mah cuma ngapalin bukunya aja… hihihi.. dasar deh…!

  13. 14 aqin Januari 10, 2009 pukul 10:14 pm

    keselamatan mang ada pd diri masing2,tp org bs selamat tentu ada caranya.. dan para nabi memberikan cara pd kita agar selamat,

    nahkoda mang memegang kendali atas kapalnya,ia bs ke kanan ato kiri,

    meski bs mengendalikan kapal,nahkoda ttp membutuhkan GPS sbg panduan jalannya

    peran GPS menjadi penting,meskipun nahkoda lah yg mengendalikan kapal

  14. 15 abdul Januari 15, 2009 pukul 4:04 pm

    Ada ngga hadis nabi (kalo masih percaya hadis) yang menerangkan mengenai dajjal?

    karangan di atas sangat imaninatif se-imajinatif fikiraan daling.

  15. 16 hh Februari 22, 2009 pukul 10:10 am

    Pak Dana, boleh dijelaskan sedikit pengertian ‘keilahian yang ada dalam manusia’?

  16. 17 brotosuseno Februari 16, 2010 pukul 8:45 am

    setelah membaca tulisan anda, saya hanya berkesimpulan bahwa anda adalah orang yang tidak punya pendirian sama sekali. tidak punya arah hidup yang jelas, sebab pedoman hidup anda yang campur aduk. sebagai seorang muslim, saya berkeyakinan bahwa “untukmu lah agamamu dan untukku lah agamaku”. saya juga sangat meyakini bahwa perang akhir zaman pasti akan terjadi karena telah digariskan oleh Allah SWT, dan kemenangan umat muslim pasti akan terjadi karena telah dijanjikanNya. Jadi, tunggu saja! Islam will be back!!!!

  17. 18 rio November 5, 2011 pukul 9:40 pm

    ini ada di dalam alquran itu lah tanggapan orang yang gx percaya dg alquran

  18. 19 rio November 5, 2011 pukul 9:44 pm

    anda bukan orang islam ya, menyamakan hadist dgan cerita film?

  19. 21 ari ekosumarno Maret 20, 2012 pukul 6:03 pm

    saya setuju sekali dgn pemahaman anda..itu mmg sebuah bentuk metafora….tp rasany lbh baik lg jika kt berusaha masuk lbh dlm pd inti persoalan tsb..krn jika tdk kita tdk akan dpt memberi penjelasan kpd mrk yg memang pemikirannya blm sampai pd tahap itu..mrk hanya percaya dan mutlak percaya….

  20. 22 tirta Maret 24, 2014 pukul 8:55 am

    Tuhan sangat mudah menciptakan figur/sosok Nabi Isa atau jiwa-jiwa pujaan secara gaib. tetapi itu bukan jiwa asli, hanya jiwa pujan sebagai hasil pemujaan/sebutan/pengucapan kepadanya. Jadi itu bukan utusan Tuhan. Kalau itu utusan Tuhan cukup yang dipuja Tuhan, Tuhan…. Tuhan… .
    BUKAN MEMUJA YANG diciptakan Tuhan.


  1. 1 SOSIALISME KERAJAAN ALLAH « Mata Air Lacak balik pada Januari 12, 2009 pukul 9:33 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: