Arsip untuk Januari, 2009

Selamat Tahun Baru Imlek

Selamat Tahun Baru Imlek, Teman.

Kridit:

Gambar diculik dari sini

Iklan

Nenek

…bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu… dan bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.

ada cerita apakah?

Saya Telah Menghina Allah

Setelah tulisan saya yang tidak terlalu serius kemarin , dimana ada celah-celah fallacy yang mengaburkan makna apa yang hendak sampaikan. Maka kali ini tulisan saya sangat serius. Serius curhat maksudnya. 😛

Begini, beberapa hari yang lalu saya membuat rusuh sebuah forum bernuansa religius. Rusuhnya karena saya dianggap menghina Allah pada salah satu diskusi tentang perang di gaza. Sehingga malah tulisan yang saya komentari (yang menurut saya salah) menjadi tenggelam oleh pro kontra akan tuduhan bahwa saya telah menghina Allah yang begitu suci dan sakral. Saking suci dan sakralnya maka mempertanyakan dengan membawa label Allah dianggap telah mengina.

memangnya tulisan yang bagaimana membuat rusuh itu?

Kafir!!!

(… yang terjadi di suatu masa suatu saat di suatu tempat…)

Saya : “Dasar kafir kamu!!!!”  *sambil nunjuk nunjuk dengan mata membara*

Dia : “Kayak situ nggak kafir aja.” *dengan cueknya menenggak vodka*

Saya : ” … ”

( Sesama kafir harusnya dilarang saling mendahului menunjuk bukan? Seharusnya yang berhak hanyalah yang sudah mendapat stempel tidak kafir dari Tuhan. Itu juga harus bisa menunjukkan dan membuktikan bahwa stempel tersebut benar dari Tuhan. Jika tidak maka sungguh bisa diragukan sebab dewasa ini apa sih yang tidak bisa dipalsu? )

Israel 3

Ketika berusaha keras menangkap ide untuk melengkapi rencana trilogi tulisan saya mengenai perang Israel-Hamas (Palestina) di jalur gaza. Tiba-tiba saja saya teringat pada kawan blog, kawan yang biasa dipanggil Guh di blogsphere.  Kawan ini menurut tafsir saya, agak gerah dengan kencangnya arabisasi yang terjadi di nusantara tercinta ini.  Arabisasi yang memang lebih banyak tidak tepatnya, dangkal menjadi sekedar label saja.

lah, terus?

Israel 2


Tiba-tiba,

Setelah perjalanan yang cukup jauh,
Aku sadar hanyalah manusia biasa.

Pengutuk Tuhan yang tidak adil,
pada manusia-manusia disana.

Manusia-manusia yang menuntutNya agar rasis,
dan Dia terlalu baik untuk menolak.

Maka telah ditinggikan hanya satu umat,
sayangnya dengan bermacam versi berbeda.

Agama menjadi bahan bakar tanpa limit,
perang sudah tidak bisa berhenti.


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.