Israel 2


Tiba-tiba,

Setelah perjalanan yang cukup jauh,
Aku sadar hanyalah manusia biasa.

Pengutuk Tuhan yang tidak adil,
pada manusia-manusia disana.

Manusia-manusia yang menuntutNya agar rasis,
dan Dia terlalu baik untuk menolak.

Maka telah ditinggikan hanya satu umat,
sayangnya dengan bermacam versi berbeda.

Agama menjadi bahan bakar tanpa limit,
perang sudah tidak bisa berhenti.

20 Responses to “Israel 2”


  1. 2 tomy Januari 7, 2009 pukul 8:29 am

    Manusia adalah pemburu-pemburu dipadang gersang,
    Pemburu yang tak akan pernah terpuaskan,
    Selalu menghendaki yang lebih tinggi,
    Menginginkan yang lebih sempurna lagi.

    Kebenaran hanyalah ekspresi dari kehendak untuk berkuasa
    Tuhan hanyalah berhala konsep,
    sebuah dalih bagi pemuasan hasrat manusia,
    Dan Surga adalah kepuasan seorang borjuis,
    yang telah beresiko menanamkan modal

  2. 3 alex© Januari 7, 2009 pukul 10:42 am

    Mudah2an saya tidak termasuk dalam kelompok yang kau sebut itu, Dan. Saya sendiri menolak gagasan bahwa karena perang di Gaza, lalu tindakan balas dendam terhadap Yahudi, seperti yang sedang dimulai di Eropa minggu ini.

    Apa yang terdapat di Gaza itu adalah rezim yang congkak. Zionis brengsek yang tidak bisa disamakan dengan Yahudi begitu saja. Sepanjang mereka diridhoi manusia utk hidup – sementara fasisme, fundamentalisme, rasisme dikecam – maka perang akan tetap ada, Dan. Akan tetap ada. Hamas boleh hancur, tapi sikap represif Israel itu akan menabur benih dendam dan bibit2 radikal akan terus muncul🙂

  3. 4 alex© Januari 7, 2009 pukul 10:44 am

    Mudah2an saya tidak termasuk dalam kelompok yang kau sebut itu, Dan. Saya sendiri menolak gagasan bahwa karena perang di Gaza, lalu tindakan balas dendam terhadap Yahudi, seperti yang sedang dimulai di Eropa minggu ini.

    *koreksi*

    Mestinya : lalu tindakan balas dendam terhadap Yahudi, seperti yang sedang dimulai di Eropa minggu ini bisa dibenarkan.

    Maaf, Dan… jadi rada nyampah begini😐

  4. 5 daeng limpo Januari 7, 2009 pukul 2:41 pm

    Menang jadi abu, kalah jadi arang

  5. 6 godamn Januari 7, 2009 pukul 4:09 pm

    manusia yang ditinggikanNya derajatnya adalah manusia yang bertaqwa.
    bagaimana taqwa itu? kayaknya mesti tunggu postingan berikutnya dari kang Dana deh….

  6. 7 godamn Januari 7, 2009 pukul 6:40 pm

    Eh kang Dana.. menurut akang umat mana sih yang ditinggikan beberapa derajat itu?
    Apa Israel yang licik? Arab yang bego? Amerika yang sombong? atau malah Indonesia yang munafik?
    Aku mah gak tega ah.. kalo nyebut agama mah…
    eh takut deng..
    Ntar aku disebut meresahkan masyarakat, anti agama, anti islam, anti kristus, anti budha, anti hindu, antek PKI, sekte sesat, sekuler, materialis, sekuler, apalagi yah… gawat kan…
    Ntar aku dihujat, didemo, diculik, dipenggal, dikarungin, dibom, dilempari batu, disidang lagih… kan syerem…

    Paling bentar lagi di sini juga ada perang komen deh… dari orang-orang paling bertaqwa..

    Aku mulai ahh…
    “Ternyata GODAMN itu manusia paling bertaqwa dan paling kenal ma tuhanNya” Hwahaha…
    Eh nggak deh… bcanda itu mah… boro-boro deh…
    Kalo mbak Zhseefa ma mbak Rindu mah gak tau deh…
    Mbak Zheseefa kan ngerti banget istilah-istilah tauhid..
    Mbak Rindu komennya mayan ngademin… rajin ibadah juga dia mah..
    Kalo Kang Dana… idih amit-amit deh.. tukang protes ma tuhan juga… paling ditendang ma tuhan.. hehehe
    Eh sori kang bcanda.. sapa tau tuhan malah suka ma orang yang suka mikir kritis kaya akang.. bukan yang manut-manut wae..

    Eh ngomong-ngomong.. aku sebel ma yang suka nulis “Pertamax”, jadi yang pertama ngisi komen kok girang banget sih..!! kekanak-kanakan tauk…!!!
    Hihihi… mulai deh… godamn ngajak perang lagi..
    Kayak aku dong nggak kekanak-kanakan… (tapi sok dewasa hihihi…)
    Hehehe… nggak kok… silakan aja… bukan aku yang punya blog kok.
    Tapi emang sebel sih… hihihi… sori yah.. keukeuh nih..

  7. 8 godamn Januari 7, 2009 pukul 6:53 pm

    eh aku nyesel ktawa-ktiwi di atas…
    Aku kasian ma anak-anak di sana.. mereka tuh gak pernah tahu apa-apa, merasa sebagai orang Israel ato orang Arab aja kayaknya mereka nggak pernah… yah kayak aku dulu.. nggak tahu aku tuh orang sunda.. yang tahu mah cuma sedih, senang, ketawa, laper, takut, jengkel digodain itu aja…

    Kita doa’in yuk buat mereka… dalem hati aja.. gak papa.. supaya perang cepet berenti…
    Ma kirim makanan ma obat-obatan buat mereka.. lewat mana aja deh.. yang penting nyampe..

  8. 9 zsheefa Januari 8, 2009 pukul 3:12 pm

    @godam
    ( mohon maaf kang godam aku luruskan dulu pemahamannya )
    Ilmu agama itu adalah ilmu Wajib dan dari wang wajib itu terbagi menjadi dua yaitu FIQH dan TAUHID, dari keduanya yg terutama adalah TAUHID karena itu ilmu mengenal Sang PENCIPTA sedangkan FIQH adalah ilmu yang mengatur tata cara menyembah sang pencipta.
    Ahli FIQH adalah orang yang bertaqwa ( patuh ).
    Ahli TAUHID adalah Orang yang Berilmu ( Insan Kamil )

    nukilan dalil Sam’i ( sejarah )
    “..suatu hari datanglah sahabat menjumpai Rasulullah kemudian sahabat tersebut bertanya :

    SAHABAT : wahai rasulullah..manakah yg aku dahulukan ketika pada saat dan waktu yang bersamaan aku diundang untuk menghadiri majelis dan melayat orang yang meninggal.

    RASULULLAH : andai pd yang meninggal telah ada orang yang mengurus mayatnya maka utamakanlah mengaji karena itu lebih utama dari :
    * melayat 1000 Jenazah
    * Menjenguk 1000 orang sakit
    * sholat 1000 hari, 1000 malam
    * puasa 1000 bulan
    * naik haji 1000 Kali
    kemudian lanjut Rasulullah ,tidak engkau ketahui bahwa :
    * Allah dan Rasulullah dipatuhi karena Ilmu
    * Baiknya dunia dan akhirat karena Ilmu
    * Rusaknya dunia dan akhirat karena Kebodohan
    Demikianlah betapa pentingnya ILMU pada manusia hingga mengantarkan ia faham akan Allah Dan Rasulullah.

    Dalil Nash;
    Qolabul ilmi faridatun alal minal muslimin wal muslimat
    ( menuntut ilmu itu diwajibkan atas orang2 mulimin dan muslimat

    dan Allah meninggikan derajat orang yang berILMU ( Insan Kamil )700X diatas orang yang ahli ibadah ( Taqwa ).
    Demikian
    -salam-

  9. 10 zal Januari 8, 2009 pukul 8:07 pm

    ::makanya dan, jangan lempar bom molotov karena kebencian, sebab balasannya menjadi serangan membabi buta…, engga disana, dimanapun seperti itu koq…tontonlah…pemilik tergusur, yang sebelumnya pemilik, sekarang dipandang hanya otorisasi… apakah pada diriku demikian juga, apakah ruang itu sudah tersekat dalam garis gazza sazza… 😦

  10. 11 godamn Januari 9, 2009 pukul 4:40 pm

    @zsheefa
    tuh kan bener… mbak zsheffa mah tahu banyak… jadi orang yang ditinggikan beberapa derajat itu orang yang berilmu yah? bukan yang bertaqwa…juga bukan satu bangsa kan…? juga bukan yang cuma mengaku memeluk agama anu atau itu kan …? gitu ya mbak? ato masih salah..?

    Mbak mah tahu banyak dalil-dalil ma istilah-istilah arabnya… aku mah nggak.. gak mesantren sih.. aku mah cuma mesantren di gramedia aja mbak… Mbak tolong terjemahin ke bahasa Indonesia dong istilah-istilahnya… biar semua ngerti… aku juga mumet kalo baca yang banyak istilah arabnya tuh… trus nanti orang nyangka kita tuh ngobrol agama islam aja, padahal islam sendiri menurut dosen agamaku dulu berasal dari asal kata “salam” yang artinya selamat juga dari kata “aslama” yang artinya berserah diri.. biar orang tahu juga pada dasarnya agama itu cuma satu aja.. untuk mengenal ke-esaan-Nya, ma ngasih tahu cara bergaul antar manusia supaya bermasyarakat dengan tertib. jadi nggak ada itu islamophobi… karena islam itu bukan institusi tapi jalan untuk mengenal tuhan… muslim itu bukan orang yang menganut agama islam, tapi bahasa arabnya buat orang yang berserah diri.. Nur Muhammad itu bukan dari arab tapi bahasa arabnya dari “Cahaya dari Yang Terpuji”, atau suluk dan mujahadah itu bahasa arabnya untuk jalan dan berjuang dalam mengenalNya, sama dengan yoga dalam bahasa india… gitu loh… kalo setuju sih… kan “rohmatan lil alamin” yang berarti berkah bagi seluruh semesta, bukan cuma di arab aja..

    Trus kalo definisi orang yang berilmu itu apa sih mbak?
    Apa orang yang cuma tahu dan mengerti ilmu itu… trus dihapalin sampe ngelotok di luar kepala?

    Ya tuhanku bimbinglah aku, dengan langsung atau perantaraan siapa saja..
    Ya tuhanku.. dekatkanlah aku dengan orang-orang yang mencintaiMu..
    supaya aku bisa mengikuti jejaknya…
    karena jalan menuju dirimu tidaklah mudah…
    perjuangan melawan nafsuku terasa berat bagiku ya tuhanku…
    padahal aku ingin merasa bahagia bersamaMu… di dalamMu
    aku tidak ingin terhalangi dengan ilmuMu ya tuhanku…
    meski aku bodoh, aku tetap ingin selalu bersamamu ya tuhanku…
    sayangilah aku ya tuhanku…
    aku tidak perlu menjadi yang utama ya tuhanku…
    aku hanya ingin engkau menyayangiku…
    aku hanya ingin tentram bersamamu…

    makasih ya mbak.. semoga keselamatan dan kesejahteraan bagimu… dan aku, dan juga bagi semua mahluknya… tanpa kecuali.
    semoga ilmu yang mbak punya menjadi penerang bagi hati kami semua…
    semoga anak-anak di Israel dan Palestina dan di seluruh dunia bisa berbahagia..
    tanpa tercemar keyakinan buta… bahwa kitalah umat terbaikNya…
    ya Tuhanku.. sayangilah kami semua…

  11. 12 danalingga Januari 9, 2009 pukul 10:43 pm

    @tomy

    Begitulah adanya.

    @alex©

    Ah, mudah-mudahan jangan sampai lex. Tulisan ini sebenarnya bentuk pengereman terhadap diri sendiri, yang saking bencinya pada tindakan Israel, hampir bertindak rasis juga.

    Yah, dendam dan dendam memang yang akan timbul dari sikap represif, dari pihak manapun itu.

    @daeng limpo

    Demi memuaskan dendam.

    @godamn

    Eh kang Dana.. menurut akang umat mana sih yang ditinggikan beberapa derajat itu?

    Pertanyaan yang bagus. Seperti dalam tulisan diatas, bahwa semua itu dalam berbagai versi. Lebih tepatnya tergantung kepercayaan (agama) yang kamu anut. Biasanya umat agama yang kamu anut itulah yang dianggap ditinggikan.😉

    @zal

    Karena kebencian semua ini terjadi. Ah, seandainya kita semua berusaha keras untuk tidak membenci zal.

  12. 13 zsheefa Januari 10, 2009 pukul 1:47 pm

    @godamn
    Definisi orang yang berilmu itu adalah orang yang dapat memecahkan segala masalah serta dapat menjawab semua yang kita tanyakan atas persoalan yang kita hadapi, dalam hal ini adalah..yang dapat menjawab dan membuat kita selamat sampai kepada Allah dan rasulullah.

    Untuk menjadi Orang yang berilmu tidak hanya bisa dari membaca buku tapi yang terpenting ada seorang pembimbing/ guru mursyid yg wasilah ILMUnya tersambung hingga ke Rasulullah, karena beliaulah ORANG ALIM PERTAMA.
    dalam Mengkaji,Menjabarkan dan memaknai sekaligus mengajarkan ILMU TAUHID

    Islam sendiri dari asal kata “salam” yang ARTInya selamat juga dari kata “aslama” yang MAKNAnya adalah berserah diri..
    Selamat maksudnya : yaitu selamat sampai Kepada Allah Dan Rasul, sedangkan berserah diri maksudnya segala sesuatu yang kita perbuat tidak lepas dari Qudrat dan irodatNya.
    Demikian
    -salam-

    adapun tentang Nur Muhammad itu adalah Sahidil Wujud yaitu sumber dari segala yang Wujud dialam semesta ini.
    Lantas mengapa rasulullah diturunkan kebumi?? sebagai penyempurna TAUHID agar manusianya menjadi Insan kamil hingga layak menjadi rahmatan lil a’lamin ( khalifah atau Wakil Allah dimuka bumi )

  13. 14 godam Januari 10, 2009 pukul 7:39 pm

    @dana
    E=mc2 yah… hihihi…🙂

  14. 15 godam Januari 10, 2009 pukul 9:18 pm

    @zsheefa
    Sori ya mbak aku nanya lagi soalnya mumet juga..

    – kalo definisi orang berilmu itu seperti yang mbak sebutin Nabi Muhammad aja gak tahu semuanya kok? dia kan berdo’a juga kepada tuhannya buat keselamatan… sama ma aku… ?

    – Trus kenapa sampai selamat sampai kepada rasullullah segala, kan dia mah bukan tujuan.. kan “solatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah tuhan Semesta alam” kok Rosullulah dibawa-bawa sih? boong kali..?

    – Trus gimana kita bisa yakin selamat sampai kepada Allah dan Rosullulah? sebelum sampai… gimana kita bisa yakin? brangkat ke Bandung aja belum tentu sampai kok, kalau belum nyampai mah … ya belum yakinlah…, sapa tahu celaka di jalan..

    -Gimana kita bisa tahu bahwa guru tersambung ke wasilah Rasullullah, kita kan bodoh.. masa kita bisa menilai guru kita, kalo gitu mah, kita lebih pinter dari guru kita dong.. kayaknya gak mungkin deh.. kalo kita lebih pinter mah ngapain berguru juga…

    -Yang Mbak maksud Rasulullah itu siapa sih? kan rasulullah mah banyak? kalo yang Mbak maksud rasulullah itu Muhammad SAW, masa sih dia yang pertama? emang sebelumnya gak ada orang alim gitu? kasian dong orang yang hidup sebelumnya… masa mesti masuk neraka semuanya? kasian kan…

    – Apa kita bisa lepas dari kuasa dan kehendakNya? gak mungkin lah… kan Dia mah Maha berkehendak dan berkuasa… masa sih kita mampu berkehendak lain? kan kita “tidak berdaya upaya kecuali dengan Allah” jadinya gimana?

    – Kalo yang Nur Muhammad, itu mah jelas-jelas aku mumet deh.. gimana buktiinnya juga.. atau cuma informasi aja kali buat aku yah? bahwa ciptaan pertama itu namanya “Nur Muhammad? kalo aku kasih nama lain boleh nggak? misalnya “ruh yang diberkati” gituh.. trus kenapa pake istilah sumber segala? di situ kayaknya ada semacam proses penciptaan yang berhubungan lurus dengan waktu yah? trus kalo Adam itu siapa?

    – Apa sebelum rasulullah turun “TAUHID itu belum sempurna”.. gak mungkin ah.. masa dia bisa gak sempurna.. Dia mah kan sempurna selamanya, dulu sekarang juga nanti katanya..

    Aku mah gak mau kalo cuma disuruh baca hafalan kayak PMP dulu mah.. resikonya gede loh… soalnya itu menentukan selamat nggaknya aku.. kan gawat kalo di serahin ma orang begitu aja mah.. takut lagi…

    Makasih ya Mbak…

  15. 16 zsheefa Januari 12, 2009 pukul 9:10 am

    @Godsm
    Rasulullah = Nur kenabian yg dinujulkan kebumi dan dimsukkan ke rahim siti aminah yang menjadi Muhammad serta membawa 4 sifat wajib, Amanah,fathonah,sidik,Tablik yang menjadikan muhammad terkenal dgn sebutan manusia TERPUJI.

    Jadi difardhukan untuk mengenal muhammad lebih dari sekedar manuasia Terpuji.
    Disinilah kita akan menilai bagaimana lemahnya penyaksian kita atas Allah dan Rasul saat kesaksian itu diambil.

    Perihal seorang guru yg wasilahnya tersambung hingga Rasulullah sangat jelas dan dapat dikenali namun dengan suatu cara.

    Tentang sampainya kita, akal kita sendiri yang menilai dan Allah membuktikan dengan sifat ILMUNNya.

    ” Bukankah untuk mengatahui garam harus lewat Asinya ”
    ” Untuk mengetahui cabe harus dengan Pedasnya.”

    Tersesatnya suatu umat karena mencari Allah lewat DzatNya dan menilai Muhammad seperti layaknya manusia biasa.

    Begitulah sekelumit sinyal kebenaran, ga boleh banyak2 nanti puyeng.
    * manggut manggut sambil senyum *

    Demikian
    Salam

  16. 17 godam Januari 12, 2009 pukul 9:06 pm

    @zsheefa
    Aduh… jadinya aku malahan gak puyeng-puyeng acan deh.. hihihi… mbak mah malah jawab kayak di buku-buku tasawuf di gramedia loh.. gak seru…

    Aku dah baca kisah-kisah para nabi, Muhammad, Isa, Musa, Ibrahim, Ishaq ma Ismail. (tapi mungkin versi islam yah… )yang aku kagumi dari mereka justru kemanusian mereka.. kebaikan mereka.. pertentangan batin mereka.. hal itu buat aku manusiawi banget..

    Yang aku sukai adalah cerita Nabi Ibrahim (moyangnya Israel, Arab ma Falistin)mencari tuhannya, dengan membaca alam semesta, lingkungan sekitarnya, menganalisa, bahkan mengujinya, sampai pada keyakinan penuh bahwa hanya ada Dia saja… tanpa ada “KATANYA”. Baginya hanya ada satu guru (arab=mursyid) yaitu tuhanNya, melalui seluruh mahlukNya dia mengajar manusia, hanya satu penyambungnya.. yaitu kerinduan yang tidak pernah padam.. yang akan sangat terasa pada saat kita kesakitan, teraniaya dan tidak berdaya. Suatu do’a bahkan kutukan dan sumpah serapah, akan muncul dari kedalaman sang jiwa. Bukankah do’a yang cepat terkabul adalah do’a orang teraniaya?

    Yang aku ingin… mengenaliNya lewat manusia biasa, bukankah manusia diciptakan sesuai citraNya? Aku percaya tanpa nama bangsa Israel, Arab, Palestina, Dayak, Madura ataupun tanpa label agama Islam, Kristen, Hindu, Budha atau yang lainya semuanya akan sama… semuanya adalah manusia biasa..

    Yang mulia berkata sembahlah tuhanmu aku hanyalah abdiNya dan aku hanyalah manusia biasa. Namun Tuhan berkata, hormati dan sayangilah dia karena dia bersahaja dan Aku menyayanginya.

    Aku coba mengenali cabe dari pedasnya, mengenali garam dari asinnya, hingga aku bisa tahu bahwa masakan yang asin meskipun sedikit itu mengandung garam, yang pedas tentunya mengandung cabe, yang manis mengandung gula, meskipun dengan paduan komposisi dan kadar berbeda-berbeda.

    Aku mencoba mengenaliNya lewat sifatNya, untuk itu semua namaNya aku hilangkan dulu, supaya aku bisa objektif, kalo masalah nama mungkin bisa berbeda-beda tergantung dia tinggal di mana.. kalo “rasa”, aku yakin dimanapun sama.. kata “senyum” dan “smile” mungkin berbeda, tapi kebahagian sejati tetap terpancar di wajah.. sama juga dengan kesedihan, ketertindasan, keserakahan, egois, dan yang lainnya.. Kenalilah Dia.. semua adalah wajahNya.. Dia adalah tempat bertemu sifat-sifat yang kontradiktif.. janganlah engkau berkata ingin kesejukan, tapi engkau berdiri di terik siang… karena itu melawan kemauanNya yang telah ditetapkan pada awal pembentukan semesta.

    Aku pengen semua orang mengenali.. bahwa dizalimi itu sangat menyakitkan, ditindas itu mengenaskan dan sampai tingkatan tertentu akan menimbulkan kemarahan dan dendam.. dan juga perlawanan serta peperangan.. dan semua proses itu sangat manusiawi.. namun janganlah kita melampaui itu semua.. belajarlah dari pengalaman… penindasan, penganiayaan yang keterlaluan akan menimbulkan kemarahan, dendam dan perlawanan yang sulit padam… itulah kecenderungan alam.

    Bukankah semua orang yang berserah diri kepadanya bagai satu tubuh? dimana ada anggota tubuh yang sakit, bagian tubuh yang lain akan merasakannya? sehingga setiap orang akan berusaha tidak menyakiti sesamanya, karena menyakiti sesamanya sama dengan menyakiti dirinya sendiri.

    Aku menginginkan perdamaian yang sebenarnya… bukan cuma gencatan senjata, sehingga terpancarlah kasih-sayangNya melalui manusia.. bukankah kita adalah wakilNya di dunia?

    Sungguh… yang menghalangi kita dengan Dia adalah kita sendiri.. seringkali kita menutupi kebaikanNya dengan kemarahanNya, kasih sayang hati nurani dengan keserakahan ego pribadi… bagaikan malam menutupi siang.. dan semua itu sungguh menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berfikir..

    Ketaqwaan mungkin berarti kepatuhan, tapi bagiku adalah ketaatan karena keakraban. Bukan karena dia Raja, tapi karena Dia adalah tuhanNya yang lebih dekat dan akrab melebihi urat lehernya sendiri.

    Yang menuntut ilmu hanya akan menjadi filsup yang mengetahui keberadaanNya, yang membersihkan dirinya akan mendapatkan diriNya.

  17. 18 zsheefa Januari 13, 2009 pukul 1:44 pm

    @godam
    ” Dia adalah tuhanNya yang lebih dekat dan akrab melebihi urat lehernya sendiri.” tolong diungkapkan makna dari kata2 tsb.lantas dekatnya sept apa dan mana dalilnya?

    Telusuri dahulu berapa jenis proses penciptaan manusia, baru akan ditemukan siapa sih Nabi muhammad sebagai AlBasyar
    demikian
    -salam-

  18. 19 godamn Januari 14, 2009 pukul 12:09 am

    Wah aku mesti minta izin kang Dana deh buat ngobrol ma mbak zsheffa.. soalnya dah oot dari topik nih… pasti panjang lagih… kang sori pisan nya.. (makanya mbak bikin blog dong… ! biar ngobrolnya bisa di situ..)

    @zsheefa
    Artinya itu… orang yang taqwa itu.. (menurut aku sih…hihihi..) dia nurut bukan karena takut, tapi karena sayang gitu lohh… kaya aku skarang nurut ma boss-ku skarang, karena aku tahu dia tuh baik banget ma semua orang, bukan cuma ma aku aja… gitu loh.. jadi aku tuh hormat n nurut ma dia tuh, bukan takut karena dia boss… jadi aku nurutnya juga sukarela gituh.. dia marah juga, aku cuma diem juga… aku paling introspeksi dulu lah… paling aku tanyain nanti kalo dianya dah tenang… aku takut juga kok, kalo dia marah ma aku.. makanya aku jaga diri baik-baik biar dia gak marah.. kalopun dia marah.. aku percaya itu buat kebaikan aku sendiri.. soalnya yang aku tahu, bossku gak pernah jail ma orang… jadi aku percaya ma dia…

    kalo deketnya Dia ma urat leherku… kalo pake bahasa kalkulus…” limit mendekati tak terhingga…” hihihi… sbenernya itu “katanya” juga sih… aku mah gak tahu.. pastinya kalo urat leherku pecah.. pasti deh nyambungnya aku ma tubuhku lepas… kalo aku dah meninggal… aku kan balik ke Dia lagi.. (meski aku gak tahu balik ke Dia tuh kayak apa nanti.. kalo pun aku ilang begitu saja gak masalah kok.. tadinya juga gak tahu aku mah…kalo yang ini mah bukan katanya… keyakinan kali yah..?🙂 ) nah kalo gitu aku kan lebih deket ma Dia daripada ma tubuhku.. kalo gi kesepian.. aku sering bicara ma Dia.. masalah Dia dengerin aku mah.. nomer dua itu mah.. yang penting aku ngerasa Dia dengerin.. dan perasaanku jadi lega jadinya…

    kalo “dalilnya” tanya kang Dana aja deh… terus terang aku mah nyontek dari postingan kang Dana yang lalu.. hihihi… (sori plagiat kang..) aku suka bahasanya.. kena di hati.. nanti deh aku cari lagi di Al Qur’an ma hadist ato buku yang lain.. aku mah gak hafal sih..

    kalo jenis penciptaan manusia aku juga gak pernah ngitung… aku cuma baca beberapa di Al Qur’an juga di buku kesehatan… terus terang aku juga gak pernah ngitung berapa stasiun antara Bandung – Jakarta, namanya juga gak tahu.. paling Purwakarta aja yang gede, di kereta aku cuma ngobrol n tanya-tanya ma orang sebelah … waktu pertama ke Jakarta juga nyari kerja aku sendirian aja… takut juga sih.. tapi nekat aja… tapi nyampenya malah ke Gambir lagi… hihihi…bego yah?, disuruh naik taksi… nyampenya malah di Kuningan lagi… hehehe… jadi sampe skarang aku tuh gak tahu Jakarta di mana… trus skarang malah disuruh-suruh ke hutan lagi… hiks.. hiks.. aku rindu Jakarta ma Bandung deh jadinya…

    kalo Al Basyar itu indonesianya apa sih mbak?
    kalo Nabi Muhammad mah aku yakin orangnya baik banget, ma keluarga, ma temennya, ma orang Mekah juga, cuma orang Mekahnya aja nggak ngerti.. padahal Nabi Muhammad mah ramah gak pernah maksa.. ma orang Yahudi juga baik dia mah.. malah minjem duit segala… lihat orang ngantar orang Yahudi meninggal juga, nghormat… aku percaya semua nabi itu baik banget… makanya mereka semua disayang ma Dia.. kalo yang ngaku umatnya… eitsss.. ntar dulu itu mah…

    udah dulu ya mbak… aku mah jangan dibawa debat yang tinggi-tinggi deh ya…
    ngaku bego aku mah.. beneran deh… mumet… suwer deh…
    cuma yang aku inget dari salahsatu guruku…

    Habluminalloh itu tidak ada yang ada hanya hablumminanaas.
    Hablumminanaas itu tidak ada yang ada hanya habluminalloh.
    bedanya hanya dari arah mana sudut pandangnya
    Kemanapun kau hadapkan wajahmu di situlah wajahKu.

    jangan tanya dalilnya ya mbak….😉
    ntar aku mumet lagih… itu cuma katanya… ngaku deh..
    kalo aku lupa… yah… godamn juga manusia…
    emang candil doang yang manusia teh… maafin aja atuh…
    kalo ada yang nanya terjemahan bahasa arabnya…
    tanya mbak zsheefa aja deh… aku mah takut salah sih…

    Buat yang lihat tuhan di Citos dulu… gak papa deh… gak kualat…
    Baik-baik aja ma Dia… Dia baik kok..kalo kitanya baik mah…
    jangan banyak omong aja… dipenggal kamu nanti…
    kalo ma mbak Rindu.. jelas-jelas aku ngiri.. dia mah akrab banget ma Dia..
    dateng aja ke blognya… sampe nangis-nangis dia curhat ma Dia.
    sampe aku gak berani komen di situ.. takut ganggu..

    kalo yang mo berangkat cari tuhan.. brangkat aja dari sekarang
    mumpung masih idup.. jangan takut-takut, gurunya datang sendiri nanti..
    digampar dikit ma guru mah wajar deh.. ntar mah kburu mati loh.. kan sayang..

    kalo Israel ma Palestina… bantuin deh.. semampunya..
    yang terbaik menurut temen-temen pribadi.. do’a juga boleh
    Dia mo kenalan juga ma orang-orang di sana..
    Semoga aja kalo Dia mo kenalan di sini…
    Jangan sampe wajah yang itu yang keluar…
    aku mah gak tega ….

    Makasih ya kang…

  19. 20 zsheefa Januari 15, 2009 pukul 10:01 am

    @godamn
    Dalam hal mengkaji tentang Dzat wajibal wujud, haruslah dengan logika-logika ketuhanan yg mana akal yg telah maf’ul menjadi lentera membimbing kita dalam kegelapan nan hening.

    Kalo soal hubungan mah ini rumusannya ( HABLUM MINALLAH = HABLUM MINANNAS ) dilihat dari sisi yg lebih dekat hingga tampa satupun HIJAB yang menghalangi.
    * selat melihat Kang*
    Nuhun pisan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: