Israel 3

Ketika berusaha keras menangkap ide untuk melengkapi rencana trilogi tulisan saya mengenai perang Israel-Hamas (Palestina) di jalur gaza. Tiba-tiba saja saya teringat pada kawan blog, kawan yang biasa dipanggil Guh di blogsphere.  Kawan ini menurut tafsir saya, agak gerah dengan kencangnya arabisasi yang terjadi di nusantara tercinta ini.  Arabisasi yang memang lebih banyak tidak tepatnya, dangkal menjadi sekedar label saja.

Maka sebagai kawan yang baik, saya ingin mengingatkan kepada kawan ini, bahwa sekarang sangat tepat saatnya untuk memperlambat, atau bahkan menghentikan laju arabisasi tersebut. Mumpung semua orang yang masih bisa berpikir agak jernih, sedang tidak sedap melihat kelakuan arab-arab yang mendiamkan saja (jika tidak bisa dibilang mendukung) kelakuan Israel yang membantai penduduk di jalur gaza. .

Ayo Guh , ini sebuah kesempatan yang sangat baik dan jarang didapatkan untuk mempertajam penyadaran akan betapa tidak pentingnya arabisasi itu. Mumpung banyak yang lagi kecewa. Harus dimanfaatkan ini untuk mengajukan solusi pengganti arabisasi.  Mungkin nusantaraisasi?

*komat kamit minta agar Guh diberi hidayah*

*bersyukur akhirnya jadi juga trilogi, walau hancur*

24 Responses to “Israel 3”


  1. 1 ichan Januari 10, 2009 pukul 2:02 am

    weks.. pertamax.. *udah ga jaman ya??😆

    triloginya ko’ lemah syahwat dan?

  2. 2 ichan Januari 10, 2009 pukul 2:10 am

    ya semoga para indonesiawan dan indonesiawati yang selama ini sangat ke arab2an bisa dibukakan mata dan hatinya untuk melihat lebih dalam bahwasanya bangsa2 arab yang dipuja membabi buta itu ternyata ngga punya rasa persaudaraan sama sekali.. toh sekedar membantu melepaskan bom ke Israel aja malesnya minta ampun….
    Kaya’nya Indonesia lebih cocok bernegara di Timur tengah dibanding Arab2 laen.. sedikit aja Palestina dicolek, bisa abis digasak EP PE I

    agh.. dasar Arab

  3. 3 aryf Januari 10, 2009 pukul 1:13 pm

    komat kamitmu dikabulkan oleh tuhan.

    *komen yg pantas utk dibunuh*

  4. 4 godam Januari 10, 2009 pukul 7:31 pm

    Hwahahaha… ke-empax deh… sori ya.. dah usil

  5. 5 godam Januari 10, 2009 pukul 7:35 pm

    wah jangan dong… masa nusantara-isasi!! sama aja atuh.. jangan ada sasi-sasi lagi deh mendingan… aku sebel tuh.. dulu di kotaku semua di cat kuning, skarang di cat ijo lagi semua… bosen lihatnya juga…

  6. 6 godam Januari 10, 2009 pukul 9:27 pm

    @Ichan
    Emang… dasar Arab.. pantes aja Nabi banyak diturunin di sana… hihihi…:)

  7. 7 Lumiere Januari 11, 2009 pukul 9:11 am

    trilogi yg “dipaksakan”😛

    P.S:
    dicari mas Aryf tuh! nyasar di Blog saya…

  8. 8 cK Januari 11, 2009 pukul 9:19 pm

    *menunggu postingan dashyat*

  9. 9 Chiw Keyenz™ Januari 12, 2009 pukul 8:38 am

    *ngakak baca komengnya Ichan*

    herannya Dan, ada istilah kebarat baratan, tapi kok ndak ada istilah ketimur tengah timur tengahan ya?🙄 apa karena engga praktis ya?

  10. 10 tomyarjunanto Januari 12, 2009 pukul 9:41 am

    menurut data statistik negara palestina tahun 2007, rakyat Palestina 40% beragama Kristen & 1,3% beragama Yahudi. Gobloknya Pemimpin kita saja yang berkotbah di masjid bhawa Kaum Muslim sedang dianiaya di Palestina.
    Timur Tengah sudah tak bisa dijadikan patokan akan BERAGAMA YANG BENAR, bila pusat agama Kristen sudah pindah ke ITALI kenapa Indonesia tidak mampu menjadi PUSAT ISLAM DUNIA seperti jaman Sriwijaya sbg pusat agama Budha dunia. Jangan ikuti orang arab jadilah diri kita sendiri, beragama sesuai kultur bangsa kita yang tak kalah hebat & mulia
    NUSANTARA JAYA

  11. 11 fara Januari 12, 2009 pukul 6:11 pm

    Ada pegawai BPS Palestina…🙂

  12. 12 joesatch yang legendaris Januari 12, 2009 pukul 7:59 pm

    hidup endonesa!
    kita lebih arab daripada orang arab!:mrgreen:

  13. 13 uhuik Januari 13, 2009 pukul 6:28 am

    benci arab toh?
    benci yahudi toh?
    benci kebarat-baratan toh?

    ganti saja dengan JAWANISASI, semua berbau adat jawa yaaaangggg paliiiing halus, jowo joja sollo mas…………..

    *klepaaaak…*
    ditimpuk sodara dari aceh, sunda, batak palembang nt, bali, manado ambon ppa…

  14. 14 NdaruAlqaz Januari 13, 2009 pukul 7:47 am

    ah, kata temen keturunan arab itu cakep-cakep, ternyata kagak juga!

    *ditimpuk orang arab pake unta*

  15. 15 abdul Januari 15, 2009 pukul 12:58 pm

    kalo kebarat-baratan gimaya ya? Perlu gak yang kebarat-baratan harus dikembalikan ke nusantaraan? menurutmu ke arab-araban sama kebarat-baratan lebih banyakan mana? dan pengaruhnya lebih besar mana?

  16. 16 razuka Januari 15, 2009 pukul 1:22 pm

    * tetap menunggu postingan yg manstab *

  17. 17 danalingga Januari 15, 2009 pukul 2:59 pm

    @ichan

    Ya bro, akhirnya ketahuan siapa mereka-mereka itu.

    @aryf

    Amin.

    @godam

    Lah, nusantaraisasi kan berarti kembali menjadi diri sendiri, mosok tidak boleh sih?

    @Chiw Keyenz™

    Nah, itu dia, saya juga heran.

    @tomyarjunanto

    Mungkin sudah saatnya mencari contoh lain.

    @joesatch yang legendaris

    Ah, mungkin sumber masalahnya memang dari kata lebih itu. *tercerahkan*

    @uhuik

    Gimana kalo jadi diri sendiri saja?

    @NdaruAlqaz

    Kalo di indonesia sih rata rata cakep tuh.

    @abdul

    Yang paling bener ya jadi diri sendiri saja.

  18. 18 abdul Januari 15, 2009 pukul 4:11 pm

    kalo dah merasa jadi diri sendiri berarti sudah benar ya? Tapi ada yang menempuh jalan berdasarkan pedoman diri sendiri masih banyak juga lho yang gak setuju alias masih di kritik ma oarang lain. jadi yang bener harus jadi siapa? ato sekalian ga usah jadi siapa-siapa?

  19. 19 danalingga Januari 15, 2009 pukul 8:10 pm

    yang benar jadi diri sendiri bukan merasa jadi diri sendiri. Lah, kalo jadi diri sendiri aja tidak, mau jadi apa?

  20. 20 Lumiere Januari 17, 2009 pukul 10:50 am

    …Lah, kalo jadi diri sendiri aja tidak, mau jadi apa?

    🙂
    *maaf, cuma bisa mesem*

  21. 21 fara Januari 17, 2009 pukul 11:49 am

    Bayi cantik dari India…. ihh… lucu… chiku.. chiku.. chiku… bikin gemes…. cubit ah….

  22. 22 daeng limpo Januari 17, 2009 pukul 9:04 pm

    gak usah jawanisasi, udahlah bugisnisasi aja… wakakakak

  23. 23 darul amanah Agustus 11, 2010 pukul 9:24 am

    kenapa ya isreal seperti itu … ??

  24. 24 jabon Agustus 11, 2010 pukul 9:34 am

    by : jabon :

    saya harap di dunia ini akan sangat aman dan damai …. tanpa ada peperangan lagi ari israel dan palestina

    jabon


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: