Al Quran Menurut Al Quran

[18:109] Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (AL KAHFI ayat 109)

[31:27] Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah . Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (LUQMAN ayat 27)

[29:49] Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu . Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. (AL’ANKABUUT ayat 49)

Ayat-ayat diatas seharusnya bisa menjadi bahan renungan tentang:

  1. Apa dan bagaimana sebenarnya Al Quran itu?
  2. Apakah cuma sebatas mushaf yang di kenal sekarang ini, atau bisakah lebih luas lagi?
  3. Mengapa pohon menjadi pena dan laut menjadi tinta tidak akan cukup untuk menuliskan ?
  4. Apakah bisa dipahami bahwa ternyata Al Quran itu bukan hanya mushaf melainkan adalah segala sesuatu di alam semesta ini?
  5. Lantas apakah maksudnya disebut ada didalam dada yang berilmu? 
  6. Siapakah yang memberi ilmu?
  7. Berupa apakah Ilmu itu?
  8. Apakah kita tidak tahu dikarenakan kita yang tidak dapat membacanya?
  9. Apakah karena zalim maka mengingkari?
  10. Ataukah karena mengingkari maka disebut zalim?

Sila ditambahkan bahan renungannya di kolom komentar, lalu mari temukan jawaban kita masing-masing dalam hening,

26 Responses to “Al Quran Menurut Al Quran”


  1. 1 godamn Februari 20, 2009 pukul 11:02 pm

    11. kenapa dinamakan Al Qur’an yang artinya bacaan, Nabi Muhammad kan buta huruf,
    gak bisa baca tulis sampe meninggalnya juga… padahal dah diajarin malaikat juga katanya…
    12. kenapa diturunin pake “bahasa arab” trus disebutin “supaya kamu mengerti”…
    kan aku mah bego bahasa arab… ngertinya juga malah susah…

  2. 2 zsheefa Februari 21, 2009 pukul 10:15 am

    Sangatlah banyak bila kita pertanyakan hingga usiapun tak cukup untuknya, namun yg terpenting adalah…
    Kenalilah dirimu agar kamu kenal Tuhanmu, lantas kenapa harus merujuk kepada diri?? karena DIRI tidak lain adalah Quran ( Point 5 )
    quran yg bagaimana?? yaitu yg tampa huruf dan tampa kata2. maka dituntut agar kita belajar ( Fardhu ) supaya menjadi alim ( org yg berilmu )……

  3. 3 agiek Februari 21, 2009 pukul 6:33 pm

    *manggut2 meresapi*

    ko aku jadi mulai berpikir, kalo alqur’an itu adalah semesta raya ini ya?

    sial neh kang dana, bikin orang jadi pening aja😀

  4. 4 bedh Februari 22, 2009 pukul 12:02 pm

    bahasan yang menarik,
    saya numpang mejeng aja ah.
    *gelar tiker, duduk sambil liat2 dan baca2

  5. 5 Santri Gundhul Februari 22, 2009 pukul 8:56 pm

    Salam BERTEMU kembali di Pertemuan dua buah Lautan Kang Dana.

    Huuuiiiiiiiikk…baru saja berkunjung sudah disodorin Kitab GARING, disuruh pula MERENUNG….

    Kang Dana, barangkali ada baiknya menelisik perintah AWAL kata IKRO’ kepada Muhammad bin Abdullah…IKRO’ BISMIROBBIKAL LADZI KHOLAQ…
    Sebagaimana informasi beredar, konon Muhammad tuh kan UMMI ( buta huruf ), lalu mengapa Jibril memerintahkan Muhammad yang UMMI itu untuk IKRO’ ( membaca ). Apa yg musti dibaca oleh Muhammad..???. Apakah pada waktu itu si Jibril mendatangi Muhammad dengan membawa segebok teks book Kitab yang diberi nama ALQURAN agar dibaca oleh Muhammad???.
    Mohn maaf saja, dalam perenungan saya, ada dorongan kuat kata-kata yang begitu kuat MUNCRAT dan SEMBURAT…Ini ada Malaikat kok GOBLOG banget yah??? Orang gak bisa baca tulis kok disuruh MEMBACA ( ikro’ ) Kitab Tulis…haks..haks..
    OPO YOH TUMON…???

    Tiba-tiba saja,
    Plak…plak…Kepala Gubdhulku di keplak Molekat Jibril.
    Heh…Gundhul…IKRO’….Bacalah KITAB BASAHMU yang ada di dalam DIRIMU..!!! Bacalah HIDUPMU…!!! dengan Bahasa yg ada di dalam Dirimu…!!!.

    Loh…loh…terus teks book Kitab Al Quran itu apa…??? selorohku. Itu Bahasa HIDUPNYA Muhammad Ndhul….!!!. Jika kamu ingin MEMEHAMI isi Kitab Al QURAN itu, maka jadilah kamu seperti Muhammad dan naikkan Derajad SPIRITMU setingkat Muhammad atau dibawahnya. Sebab hanya Muhammad bin Abdullah saja yg bisa MEMAHAMI esensi Al Quran itu…!!!.
    Jika kamu tidak sanggup, maka IKRO’…BACA saja Kitab yg sudah ada di dalam DADAMU itu dengan Bahasamu…!!!.

    Duuuueeeeeeeeer…..duuueeeeeeeeerrrr….
    Al- Quran adalah bacaan yg sangat MULIA,
    Adanya tertulisa di Loh Mahgfud ( tersembunyi )
    Tidak MENYENTUHNYA kecuali hamba-hamba yang DISUCIKAN.
    ( QS. Al- Waqiah. 77~79 )

    Salam
    http://kariyan.wordpress.com/2009/02/22/memahami-elmu-kamanungsan/

  6. 6 sitijenang Februari 23, 2009 pukul 4:40 am

    mungkin karena itu kalbu dalam bahasa jawa diartikan ‘kalam sing wis mlebu’ (kalam yg sudah mangsuk). barangkali itu juga mushaf…

  7. 7 razuka Februari 23, 2009 pukul 2:01 pm

    bukankah AL Karim, Al Adjiem, Al hakim semua ada dalam diri??
    4. dirimu adalah merupakan wujud dari dunia dan alam semesta ini yg merupakan Af’al dari Allah.
    karena hanya org yang berilmulah yg dapat mengenal Allah
    dalam dirinya
    Salam jumpa kembali

  8. 8 zal Februari 24, 2009 pukul 1:01 am

    ::mengapa kalau bicara AQ, jadi sepi comment ya Dan…, 😉 mumpung lagi rame, buka cerita kiamat 2012 aja Dan…

  9. 9 uhuik Februari 24, 2009 pukul 6:44 am

    Kalau saya mikirnya, Alam semesta ini adalah NUR MUHAMMAD, jangkauannya sampai batas galaxy (alam dunia), tambah sampai alam kubur , sampai alam barzakh,padang mahsyar, sampai pula ke seluruh alam akhirat.
    Sedangkan Allah swt adalah pencipta itu semua.
    Al Quran mushaf dan sunnah (hadist) adalah hal-hal (wahyu)yang inti tentang masalah hidup dan mati manusia, dan ilmu yang diperlukan, yang tertulis dengan pena.
    Karena Nur Muhammad adalah yang pertama kali diciptakan, tetapi terakhir dalam kerasulan…, Nurnya telah melewati adam , nuh, ibrahim, musa, dan terakhir Muhammad saw.
    Rasul -rasul ini tugasnya memang untuk mengingatkan semua manusia akan diri dan Tuhannya, karena ruh sebelum ke dunia menjadi jabang bayi sudah mengenal Allah dan berjanji akan menjadi hambaNYA, dan setelah lahir menjadi bayi yang suci belum tahu apapun.
    Sehingga hal termudah untuk memulai tafakur adalah dengan kitab suci yang dijamin terjaga dari kesalahan (AL Quran mushaf) dan meniru tingkahlaku nabi (sunnah) yang tertulis dalam lembaran kertas yang yang terjaga silsilah penulisnya dari riwayat nabi (hadist).

    • 10 watonist Maret 2, 2009 pukul 3:48 pm

      @uhuik

      Rasul -rasul ini tugasnya memang untuk mengingatkan semua manusia akan diri dan Tuhannya, karena ruh sebelum ke dunia menjadi jabang bayi sudah mengenal Allah dan berjanji akan menjadi hambaNYA, dan setelah lahir menjadi bayi yang suci belum tahu apapun.

      kalau dari lahir ceprot udah gendheng, sudah ndak waras apa iya masih perlu/bisa diingatkan lagi.

      btw, saya kok nggak pernah merasa berjanji apa-apa sama Tuhan yah sebelum dilahirkan dulu *lagi nggak waras*:mrgreen:

  10. 11 godamn Februari 24, 2009 pukul 9:24 pm

    73:20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah dari Al Qur’an dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperolehnya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    13. Duh… jangan dibikin serem dong… mumet… puyeng…. Dia baik kok….
    Aku takut… kalo dibikin terlalu serius orang malah jadi putus asa bacanya juga…
    nggak apa-apa kok… Dia ngerti kok… keterbatasan kita… kita mesti cari duit… kadang capek.. sakit..
    ngurusin segala macem urusan…. sampe lupain Dia… kerjain yang gampang dulu lah… yang kita bisa…
    n jangan lupa berdoa…

    ” dan jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu”
    ayatnya cari sendiri ya.. (hihihi… )

    14. eh OOT gak sih…? nggak deh kayaknya… soalnya kata beberapa guruku itu cara bacanya… bacanya yang ikhlas ya… katanya lagi…. sekarang teh aku juga masih ngeja…

    15. kalo sabar mah emang capek kok… aku juga ngerasain sendiri… makanya sambil becanda juga boleh dong… menurutku Dia suka tersenyum juga kok… gak sangar…

    16. kalo sholat… nah ini dia… kata guruku… sholat itu berdoa pake badan katanya… pake hati mah, jelas itu mah gak diomongin juga orang dah tahu… kalo pake mulut itu cuma buat ngajarin baca ma orang aja.. buat sendiri mah gak perlu… takutnya malah riya… kata mereka lagi…

    yah demikianlah menurut guru-guruku yang tercinta… kalo dah bisa baca jangan sombong ya… kalo yang sombong itu berarti kamu belum bisa baca, karena yang dah bisa baca mah pasti asyik membaca…. kata mereka lagi teh… yah.. aku mah nurut aja dulu….

    moga berguna yah… ya nambah-nambah deh… gak papa deh meski cuma kata orang juga…. mayan…

  11. 12 godamn Februari 24, 2009 pukul 9:58 pm

    17. oh iya lupa… kata guruku lagih…
    kalo mo belajar diri sendiri lihat diri orang lain juga… soalnya kita gak bakal bisa lihat punuk sendiri katanya…
    kalo mo lihat punuk kita lihat aja punuk orang lain… sama kok… katanya…

    (eh kalo buat orang… punuk juga yah? hihihi emang onta… pokoknya bahasa sundanya mah “punduk” we lah…
    disebut punggung juga bukan… itu loh… tulang njendol di belakang leher…. maksudnya mah…)

  12. 13 zsheefa Februari 26, 2009 pukul 9:49 am

    MANUSIA adalah miniatur dari pada bumi dan alam semesta ini
    salam

  13. 14 Lambang Februari 27, 2009 pukul 12:56 am

    Kata orang sufi, sholat itu harus menyaksikan (melihat) siapa yang disembah. Kalau sholat diartikan secara lahiriyah, ya memang harus melihat siapa yang disembah. Yang disembah ya sajadah itu. Yang dicium ya sajadah lagi.

    Kalau sholat spiritual, yang disembah ya spiritual juga. Tidak bisa dihubungkan dengan menyaksikan (melihat) dengan mata biasa yang merupakan sarana lahiriyah. Kalau menyaksikan dengan mata bathin, yang muncul jelas hanya bayangan samar dalam bathin, tetapi boleh saja diakui sebagai kebenaran.

    Kebenaran yang samar, dan berbeda satu sama lain. Tiap manusia akan melihat kebenaran sesuai dengan visi bathinnya masing-masing. Kebenaran yang samar ini akan memberikan ketenangan bathin yang luar biasa. Ada yang merasakan dan mengatakan sebagai kenikmatan bercinta dengan Tuhan. Silahkan saja. Padahal itu secara tidak langsung dapat dianggap meremehkan Tuhan. Mensejajarkan Tuhan dengan hambanya.

    Oleh karena itu muncul penjelasan dalam Al-Quran bahwa Tuhan akan muncul sesuai dengan prasangka dari hamba-hambanya. Keinginan Nabi Musa untuk melihat Tuhan pun, ternyata tidak dapat terlaksana. Gunung Tursina menjadi hancur.

    Mungkin itulah yang tersirat dalam penjelasan tentang lautan dan pohon tadi.

    Salam. CMIIW.

  14. 15 zsheefa Februari 27, 2009 pukul 11:30 am

    jgn pernah mengambil bahasa hanya sampai pada arti maka itu PASTI kelirunya, kata UMMI itu maknanya adalah TIDAK BACA sehingga dapatlah disimpulkan bahwa SAEUN dihadapan Muhammad adalah bukan kitab yang tertulis tapi sesuatu yg perlu difahami.

    Lantas bagaimana Rasulullah menangkap seruan IQRO dengan bahasa apa kalau tidak ada huruf dan tidak ada bunyi/ kata2? pastilah dengan bahasa kalam ( Bila hurufin wala fii sautin.

    ada satu penafsiran yg bersumber dari seorang yahudi guna membelokan makna atas peristiwa tersebut…UMMI ditafsirkan dengan TIDAK MEMBACA karena dikaitkan dengan burta huruf/ tidak sekolahnya Muhammad.

    Tidaklah ILMUN dong Allah menyuruh si Jibril agar muhammad membaca sementara dia buta huruf….jadi dapat dipastikan bahwa kitab yg dihadapat muhammad bukan dalam bentuk BUKU.

    harusnya bentuk pemaparan dan kupasan atas HUJJAH-nya seseorang yg seperti ” bertemunya dua lautan ” tidak hanya sampai pada batas ARTI saja.
    demikian
    salam

  15. 16 zsheefa Februari 27, 2009 pukul 11:38 am

    @dana
    setelah diamati dalam2 menurut saya judulnya lebih tepat QUR’AN menurut Al Quran.
    maaf kalau kurang berkenan.
    salam

  16. 17 uhuik Maret 2, 2009 pukul 4:10 pm

    @watonist
    kalau dari lahir ceprot udah gendheng, sudah ndak waras apa iya masih perlu/bisa diingatkan lagi.
    ————-
    Tanya ada pada Tuhan..🙂
    ================
    btw, saya kok nggak pernah merasa berjanji apa-apa sama Tuhan yah sebelum dilahirkan dulu *lagi nggak waras*:mrgreen:
    ————-
    Engkau memang lelaki yang suka mengingkari janji.. B-)

  17. 18 watonist Maret 2, 2009 pukul 4:31 pm

    @uhuik

    Tanya ada pada Tuhan..🙂

    wahh … sepertinya nggak bakal cuman nanya, tapi bakalan komplain

    Engkau memang lelaki yang suka mengingkari janji.. B-)

    ahh … kenapa nggak sekalian aja bilang “lelaki nggak waras” ?! hahaha ….

  18. 19 uhuik Maret 3, 2009 pukul 6:21 pm

    @watonist

    ahh … kenapa nggak sekalian aja bilang “lelaki nggak waras” ?! hahaha ….
    ———
    Karena setahu sya yang “waras” cuman almarhum Pak Waras temenku..🙂

  19. 20 kangBoed Maret 13, 2009 pukul 1:54 pm

    Kitab sajroning kitab tertulis dengan jelas dalam hati setiap manusia yang mau bertafakur diri dalam lamunan yang dalam di dunia lamunan ini meninggalkan ciciptaeun, kakarsaeun, dan rarasaeun membentur tembok pemisah segala ilmu ayat dan dalil amal ibadah serta perjalanan sudah ditanggalkan dan sudi serta tak malu untuk bertelanjang bulat menyerahkan diri yang kotor dan hina masuk dalam dan membuka diri lebar lebar tanpa malu sehingga sedikit demi sedikit terbukalah begitu banyak rahasia rahasia hidup dan kehidupan sebagai bekal khusus untuk kembali pulang sebab yang dibaca oleh mata hanyalah kitab yang umum tetapi kitabul kitab ataupun kitab sajroning kitab adalah kitab lanjutan untuk orang orang khususon yang mau dan sadar membukanya sehingga terbantanglah jalan yang lurus jalan yang terdekat untuk pulang hahahahahaha…….. melamun dalam dunia lamunan…. hehehe sungguh luar biasa….. ya salahkah aku kalau aku hidup dalam dunia lamunan dan kucoba untuk membalik semua lamunan ini dengan lamunan hiiiii weleh weleeeh

    Salam Persahabatan

  20. 22 dust April 27, 2009 pukul 2:38 pm

    gw kagak ngerti maksud posting ini. dua ayat pertama terkait, tapi ayat ketiga ga ada kaitannya dengan dua ayat pertama. kok dipaksa salign terkait dan dihajar dengan pertanyaan-pertanyaan sih??

  21. 23 Abdul Mei 26, 2009 pukul 11:39 pm

    Subhanallah Ilmu Tuhan sangatlah luas, Dan Umat islam saat ini sangat lemah karena para penganutnya tidak ada yg mencari Ilmu Tuhan lainnya yg mereka sangka hanya AlQuran dan Hadis.

  22. 24 syah azis Februari 15, 2011 pukul 10:58 pm

    bahasan yang menarik.. terimakasih atas masukannya semua.. kebetulan bahasan ini saya jadikan skripsi.. “Al-Qur’an Menurut Alquran: Studi Analisis Tematik Semantik” karena saya buat dengan bahasa Arab, judul lengkapnya “كلمة القرآن في القرآن: دراسة تحليلية موضوعية دلالية” .


  1. 1 Al Quran Menurut Al Quran « Kang Boed Lacak balik pada April 26, 2009 pukul 3:02 pm
  2. 2 Misteri Nama KangBoed « KangBoed Lacak balik pada April 28, 2009 pukul 12:48 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: