Archive Page 2

Dunia Memang Tidak Adil

Dunia memang bukan tempat mencari keadilan. Marilah kita sadari hal tersebut, sehingga nantinya tidak menjadi gila karena mencari keadilan di dunia ini. Sesuatu hal yang memang tidak ada.

Marilah memainkan peran kita sebaik-baiknya, tidak usah terlalu banyak mengeluh soal adil tidaknya rasa hidup kita. Melakukan hidup sajalah. Seribu keluhanpun tidak akan mengubah apa-apa yang memang telah menjadi peran kita. Eh, tapi jangan-jangan mengeluh itu pun merupakan peran yang harus kita mainkan.

lantas?

Carilah Apa yang kau benci dari agama …

Pernah dulu, Jenar sangat membenci agama-agama. Terutama agama-agama yang berasal dari Timur Tengah. Jenar membenci agama-agama tersebut karena telah membuat hidupnya serasa makin sulit. Dengan segala dogma untuk bersikap rasis terhadap penganut agama yang berbeda. Mengajarkan untuk menganggap paling benar sendiri, umat lain sangat hina karena mereka pasti salah.

lalu apa lagi?

Selamat Tahun Baru Imlek

Selamat Tahun Baru Imlek, Teman.

Kridit:

Gambar diculik dari sini

Nenek

…bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu… dan bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.

ada cerita apakah?

Saya Telah Menghina Allah

Setelah tulisan saya yang tidak terlalu serius kemarin , dimana ada celah-celah fallacy yang mengaburkan makna apa yang hendak sampaikan. Maka kali ini tulisan saya sangat serius. Serius curhat maksudnya. 😛

Begini, beberapa hari yang lalu saya membuat rusuh sebuah forum bernuansa religius. Rusuhnya karena saya dianggap menghina Allah pada salah satu diskusi tentang perang di gaza. Sehingga malah tulisan yang saya komentari (yang menurut saya salah) menjadi tenggelam oleh pro kontra akan tuduhan bahwa saya telah menghina Allah yang begitu suci dan sakral. Saking suci dan sakralnya maka mempertanyakan dengan membawa label Allah dianggap telah mengina.

memangnya tulisan yang bagaimana membuat rusuh itu?

Kafir!!!

(… yang terjadi di suatu masa suatu saat di suatu tempat…)

Saya : “Dasar kafir kamu!!!!”  *sambil nunjuk nunjuk dengan mata membara*

Dia : “Kayak situ nggak kafir aja.” *dengan cueknya menenggak vodka*

Saya : ” … ”

( Sesama kafir harusnya dilarang saling mendahului menunjuk bukan? Seharusnya yang berhak hanyalah yang sudah mendapat stempel tidak kafir dari Tuhan. Itu juga harus bisa menunjukkan dan membuktikan bahwa stempel tersebut benar dari Tuhan. Jika tidak maka sungguh bisa diragukan sebab dewasa ini apa sih yang tidak bisa dipalsu? )

Israel 3

Ketika berusaha keras menangkap ide untuk melengkapi rencana trilogi tulisan saya mengenai perang Israel-Hamas (Palestina) di jalur gaza. Tiba-tiba saja saya teringat pada kawan blog, kawan yang biasa dipanggil Guh di blogsphere.  Kawan ini menurut tafsir saya, agak gerah dengan kencangnya arabisasi yang terjadi di nusantara tercinta ini.  Arabisasi yang memang lebih banyak tidak tepatnya, dangkal menjadi sekedar label saja.

lah, terus?

Israel 2


Tiba-tiba,

Setelah perjalanan yang cukup jauh,
Aku sadar hanyalah manusia biasa.

Pengutuk Tuhan yang tidak adil,
pada manusia-manusia disana.

Manusia-manusia yang menuntutNya agar rasis,
dan Dia terlalu baik untuk menolak.

Maka telah ditinggikan hanya satu umat,
sayangnya dengan bermacam versi berbeda.

Agama menjadi bahan bakar tanpa limit,
perang sudah tidak bisa berhenti.

Israel

Duh, percuma usaha para manusia yang berusaha untuk memberikan pengertian bahwa membenci itu bukan jalan keluar. Terutama pengertian pada para pembencimu yang telah mendarah daging di negara ini. Betapa sulitnya untuk sekedar memberi pandangan lain bahwa pada dirimu masih bisa ditemukan kebaikan untuk dipelajari. Betapa teori konspirasi itu adalah hal yang patut dipertanyakan, bahkan ditertawakan. Betapa semua pengertian yang berusaha dibangun itu tetap diusahakan, walau sulit, demi sebuah cita-cita yang mulia. Perdamaian.

jadi?

Natal

Natal bukan tentang kelahiran. Natal itu tentang kedamaian. Damai di hati, damai di bumi. Maka ketika damai telah dirasa, berarti itulah sedang merayakan natal. Jika damai belum terasa, seribu pesta natal tidak akan membuatmu merayakan natal.

Maka semoga,

Selamat Natal Bagi Seluruh Umat Manusia,

tanpa kecuali.

Seribu Lilin

Cerita dalam hidup lalu,
kelam menyelimuti segalanya
Melesapkan segala asa
Pada halimun hitam
yang merenggut segala keindahan,
hanya menyisakan hampa
Tanpa bisa apa-apa.

Terucap seribu syukur kini,
semua kelam telah tiada
tersaput cahaya dipancar kasih
yang ada pada diri seribu umat
meneladani Yesus sang masiha
layani umat manusia tanpa syarat
menyebar kasih.

Seribu lilin membawa terang
benderang dalam baluran kasih sejati
Tiada lagi ketakutan didalamnya
Semua umat bersujud memberi syukur
Pada sang teladan kasih sejati
Yang menjelmakan keagungan surga dalam diri
dulu, sekarang, nanti, dan selamanya.

13 Desember 2008, Jakarta,
teruntuk Dia yang lahir hanya untuk memberi surga padaku.

 


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juli 2020
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.