Posts Tagged 'cerpen'

Jenar Diajak Berjihad

Saat itu. Ketika Jenar sedang hidup di negeri antah berantah. Sebuah peperangan telah pecah di bagian lain negeri itu. Peperangan yang semula karena dendam pribadi. Karena berbagai kepentingan akhirnya menjadi perang agama. Maka tumpah ruahlah medan perang oleh darah-darah orang ngakunya beragama. Yang tertumpah oleh orang-orang yang ngakunya beragama juga. Orang-orang beragama begitu ganas, seperti telah kerasukan iblis. Diri-diri yang menjadi jagal tiada mengenal ampun. “Babat musuh Tuhan! ” teriakan yang keluar dari mulut-mulut suci itu. Sembari tidak pernah lelah untuk memenggal kepala musuh. Musuh yang kebetulan sial karena kalah jumlah.

terus jenar ngapain?

Jenar Masuk Surga

Syahdan cerita ini terjadi ketika Jenar sudah lama mati. Jenar sendiri sudah lumayan pegel menunggu hari perhitungan yang telah dijanjikan. Syukurlah, akhirnya hari perhitungan itu dilaksanakan juga. Mungkin Tuhan merasa sudah saatnya atau bisa jadi tidak tega melihat Jenar yang kepegalan (keknya nggak mungkin deh 😛 ) . Nah, cerita ini terfokus kepada kejadian yang paling seru saat itu. Yakni pas ketika Jenar ditanyain ama malekat di sono saat hari perhitungan tersebut.

” Wahai tubuh Jenar coba ceritakan semua kebaikan dan kesalahan Jenar. ” Terdengar bang Malekat memerintah dengan sangat berwibawa sekali.

kira-kira apa jawab tubuh Jenar ya?

Seandainya Saja …

Sebuah ruangan lembab dan pengap. Lumayan seram dengan lampu teplok yang hanya sanggup memberikaan cahaya remang-remang. Terjadilah dialog antara dua anak manusia yang kebetulan jadi pemimpin umat yang ngaku beragama. Orang pertama adalah orang yang mewakili orang lebih banyak. Jadi otomatis merasa bahwa yang diwakilinyalah agama sebenarnya. Orang kedua adalah pemimpin umat yang ternyata memiliki tafsir berbeda dengan yang diwakili oleh orang pertama. Berhubung umat orang kedua lebih sedikit dan tafsiran mereka juga lebih baru, maka otomatis orang pertama yang memiliki kedudukan lebih kuat. Maka dialog ini lebih kepada penasehatan dari orang pertama kepada orang kedua agar segera bertobat. Sebuah dialog yang wajar.

nikmati dialog yang wajar ituh …

Mereka Memang Orang-Orang Pintar

Jenar sedang bingung bin heran. Dia bingung akan orang-orang yang saling menyerang ajaran agama orang lain. Penyerangan yang dilakukan dengan memakai ayat-ayat dari kitab suci yang diserang. “Apa mereka-mereka itu telah selesai mempelajari agamanya masing masing ya? Sehingga punya waktu untuk mempelajari agama orang lain. ” pikir Jenar.

Ya, Jenar tidak habis pikir. Wong dia saja sudah belajar agamanya dari lahir sampai sekarang ini sudah berumur 40 tahun masih merasa belum menguasai semuanya.

Ataukah Jenar yang bodoh?

Sukabumi, Suatu Masa

Di suatu masa. Saat senja sedang menyapa Sukabumi. Dalam binar merah sisa cahaya sang mentari. Jenar sedang bercengkrama dengan laptop di teras kamar 13, hotel Taman Sari. Berusaha menuliskan laporan hasil kerja hari itu, di temani secangkir kopi panas. Udara dingin nan segar menjernihkan pikiran, berusaha memacu semangat untuk menyelesaikan laporan secepatnya. Lantas pergi menikmati malam di Sukabumi, malam yang indah dan sedikit nakal. Seperti malam-malam yang biasanya dia lewati ketika bertugas di luar kota.

silahkan dinikmati 😀

Pekerja LSM

Terhenyak aku terdiam merenung, duduk di kursi teras rumah. Meresapkan peristiwa yang baru saja terjadi. Ketika Joe, seorang teman kuliah dulu, datang bertamu dengan segala kemegahannya kini. Seorang yang dulunya mahasiswa ekonomi yang sangat idealis, setidaknya begitu menurut ingatanku. Dan demo adalah bagian hidup perkuliahannya, bahkan lebih banyak dari kegiatan kuliah itu sendiri. Aku kira. Joe memang selalu di depan dalam memimpin demo, ketika ada masalah-masalah yang dia kira perlu di bela, dan jawabnya selalu dengan demo.

demo seperti apa ya?

Islamkah Ini? AQ 4:3

Jenar berulangkali membaca ayat AQ 4:3 , tapi tetap saja dia tidak bisa memahami bagaimana untuk mengamalkan ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Di bacanya lagi dengan suara lamat-lamat terdengar, sambil berusaha meresapi makna :

” Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. ” [AQ 4:3]

hem … apa gerangan maknanya?

Reinkarnasi dalam Islam dan Kristen

Jenar seperti kesurupan di depan laptop nya, di dalam kamar saat senja telah tenggelam di telan pekatnya kegelapan. Memandang layar laptop, yang memperlihatkan sebuah lembaran email dari seorang yang dia anggap cukup mumpuni dalam dunia spiritual. Dunia tempat memahami esensi dari ayat-ayat yang betebaran di alam semesta ini. Dan, dia membaca berulang ulang emai tersebut, seolah-olah rasa haus itu belum terbayar hanya dengan sekali minum. Seperti gila dia terus membaca.

silahkan ikut membaca

Bersyahadatnya Jenar

Jenar yang bulan depan akan genap berusia 14 tahun, tampak lari terbirit birit. Di belakangnya bagai terbang ustad Jaga mengejar dengan mengacung-ngacungkan sapu lidi sembari mengangkat ujung sarungnya. Si Jenar lari menyelusup lewat semak perdu, menembus pagar pesantren dari lobang kecil di pojok. Ustad Jaga yang kehilangan jejak, hanya bisa termangu dengan kemarahan yang tidak tersalurkan, menggumpal dalam nafas yang menderu. Matanya liar memandang ke segala penjuru, mencari Jenar yang dalam anggapannya sungguh seorang bocah yang sangat keterlaluan.

Memang ada apa ya?


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juli 2020
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.