Posts Tagged 'curhat'

Perjalanan Yang Masih Terus Berlanjut

Tentu para pembaca blog sebuah perjalanan ini sudah menyadari. Menyadari bahwa beberapa bulan ini tulisan di sini berkurang drastis dibandingkan yang sudah-sudah. Yah, semua itu disebabkan hal di dalam diri, bukan karena kesibukan atau hal di luar diri lainnya. Terasa beberapa bulan ini ada perubahan dalam memandang laku agama sekitar, yang selama ini sebagai bahan tulisan. Semua berawal dari spiritualitas yang semakin menurun. Kesadaran yang semakin diambil alih oleh ego.

bagaimana sebenarnya?

Saya Telah Menghina Allah

Setelah tulisan saya yang tidak terlalu serius kemarin¬†, dimana ada celah-celah fallacy yang mengaburkan makna apa yang hendak sampaikan. Maka kali ini tulisan saya sangat serius. Serius curhat maksudnya. ūüėõ

Begini, beberapa hari yang lalu saya membuat rusuh sebuah forum bernuansa religius. Rusuhnya karena saya dianggap menghina Allah pada salah satu diskusi tentang perang di gaza. Sehingga malah tulisan yang saya komentari (yang menurut saya salah) menjadi tenggelam oleh pro kontra akan tuduhan bahwa saya telah menghina Allah yang begitu suci dan sakral. Saking suci dan sakralnya maka mempertanyakan dengan membawa label Allah dianggap telah mengina.

memangnya tulisan yang bagaimana membuat rusuh itu?

Patah Hati

 

Hatiku lagi berdarah. Patah.
Masih mungkin sembuhkah?

 

Puisi BBM

Pak,
Saya tidak akan pernah marah
Walau setinggi apapun harga BBM
Asal saja saya masih mampu beli

 

Tapi,
Ternyata uang sudah tidak ada
Habis buat bayar hutang makan bulan lalu
Jadi disinilah saya sekarang
Agak MARAH!

 

Maka,
Beri saja saya uang tak terkira
Yang sedang nganggur di tabungan Bapak
Niscaya saya tidak akan jadi marah
Mau BBM naik setinggi langit sekalipun.

Ternyata Menjaga Lingkungan Itu Lebih Mahal

Minggu kemaren kebetulan saya belanja keperluan sehari-hari di Carrefour. Dan alangkah senangnya saya ketika ditawari menggunakan plastik ramah lingkungan sebagai pembungkus belanjaan saya. Wah, saya berpikir : “Bagus juga nih carrefour, mau ikut-ikutan menjaga lingkungan.” Maka tentu saja saya mengiyakan untuk memakai plastik ramah lingkungan tersebut. Tentu saja jika ada yang ramah lingkungan, mengapa tidak toh. Lagian kan dikasih ini alias gratis. :mrgreen:

tapi apa benar gratis?

UU ITE Yang Meresahkanku

UU ITE yang sedang rame dibahas sekarang ini sunggu meresahkanku. Ya, aku resah. Aku menjadi bertanya-tanya, apa nantinya setiap mau mengisi postingan di blog ini maka aku harus terlebih dahulu membuat pooling yang berisi:

Apa jika aku menulis tentang hal yang begini maka akan meresahkan kalian?

Sebab jika meresahkan, maka tentu aku tidak akan jadi memostingnya. Sebab takut bakal dipenjara atau didenda. Sungguh saya jadi takut.

hem… lantas?

Menyegarkan Kembali Tujuan Nge-Blog

Setelah kurang lebih 9 bulan lebih nge-blog, maka saya merasa perlu untuk menyegarkan kembali tujuan awal saya nge-blog dulu. Apalagi akhir-akhir ini rasa jenuh demi jenuh  datang menghantam bertubi-tubi, meremukkan hasrat menulis. Maka harap saya dengan penyegaran ini, semoga niat harakiri yang sempat terlintas akan hanya sebatas niat. Yang pada akhirnya tertelan kala , tanpa bekas.

kelanjutannya …

Jenuh Nge-Blog

Titik nadir itu akhirnya menyapaku juga. Dan tampaknya api sudah tidak membakar, hujan sudah tidak membasahi, rasa telah membeku. Huruf-huruf tidak menari lagi, hanya diam menunggu inspirasi yang sudah terlupakan. Ada yang tertinggal sedikit, rasa muak memenuhi relung-relung yang kering-kerontang.

mang sejenuh apa sih?

Sinkretisme dan Saya


indahSering saya di tuduh berpaham sinkretisme, walau sebenarnya saya nggak peduli label yang di sematkan manusia, bahkan jika di cap kafir sekalipun. Tapi berhubung rasanya kok hal yang berasal dari kesalah pahaman itu, bisa saya luruskan dan sekalian menjadi pembelajaran bagi kita semua. Maka saya paksakan juga diri ini untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. *padahal aslinya sih , saya sedang kehabisan ide buat ngisi blog ini*

anda mau membacanya bukan?

Kontemplasi Antara Cemas

Entah apa lagi yang harus kutulis ketika rasa cemas ini datang tanpa permisi. Mengetuk hati yang seharusnya sudah berdamai dengan hidup. Tapi entah kenapa rasa cemas itu tetap datang menghampiri. Salah apakah jiwa ini sehingga menjadi tercerabut dari rumahnya, di tepi danau sekeliling bunga-bunga matahari. Terdampar menghampiri hidup yang keras di tengah hutan beton, yang sedemikian tingginya sehingga menghalangi mentari pagi menyapa. Dan di malam hari , angan mencari-cari celah demi rembulan yang tidak terlihat. Di antara beton-beton tinggi itulah terjadinya.

lantas bagaimana?


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juli 2020
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.