Posts Tagged 'fiksi'

Carilah Apa yang kau benci dari agama …

Pernah dulu, Jenar sangat membenci agama-agama. Terutama agama-agama yang berasal dari Timur Tengah. Jenar membenci agama-agama tersebut karena telah membuat hidupnya serasa makin sulit. Dengan segala dogma untuk bersikap rasis terhadap penganut agama yang berbeda. Mengajarkan untuk menganggap paling benar sendiri, umat lain sangat hina karena mereka pasti salah.

lalu apa lagi?

Iklan

Memiliki atau Dimiliki ?

Ketika kau merasa memiliki, maka di situlah hilangnya kemerdekaan. Sebab rasa memiliki itu hanyalah menandakan bahwa kau telah dimiliki.

Kalimat itu terus terngiang di kepala Jenar. Kalimat yang ditemukannya pada sebuah novel. Betapa kalimat tersebut sangat menyita perhatiannya semenjak itu. Setiap langkahnya selalu diwarnai ngiangan kalimat tersebut. Jenar merasa tertampar , walau dia belum sepenuhnya mengerti akan kalimat tesebut. Tapi setidaknya secara samar dia mengerti bahwa kalimat tersebut menyindirnya. Menyindir rasa kepemilikan-nya.

“Ah, itu hanya permainan kata kata”

siapa yang bilang?

Cinta, Keraguan, dan Agama

Kasih, jujur saja bahwa aku memang meragu meneruskan langkah. Berusaha merebut hatimu sepenuhnya. Sebab kasih, aku menjadi takut akan masa depan jika hatimu telah di serahkan. Dan ternyata tidak dapat dikembalikan lagi. Entah masa depan apa yang menanti bagi perbedaan-perbedaan kita. Padahal sering juga harapan agar hatimu menerima diriku sepenuhnya menghiasi mimpi-mimpi dalam tidurku. Tapi kasih, kesadaran akan masa depan membuatku menjadi pengecut.

apa lagi?

Jenar Masuk Surga

Syahdan cerita ini terjadi ketika Jenar sudah lama mati. Jenar sendiri sudah lumayan pegel menunggu hari perhitungan yang telah dijanjikan. Syukurlah, akhirnya hari perhitungan itu dilaksanakan juga. Mungkin Tuhan merasa sudah saatnya atau bisa jadi tidak tega melihat Jenar yang kepegalan (keknya nggak mungkin deh 😛 ) . Nah, cerita ini terfokus kepada kejadian yang paling seru saat itu. Yakni pas ketika Jenar ditanyain ama malekat di sono saat hari perhitungan tersebut.

” Wahai tubuh Jenar coba ceritakan semua kebaikan dan kesalahan Jenar. ” Terdengar bang Malekat memerintah dengan sangat berwibawa sekali.

kira-kira apa jawab tubuh Jenar ya?

Seandainya Saja …

Sebuah ruangan lembab dan pengap. Lumayan seram dengan lampu teplok yang hanya sanggup memberikaan cahaya remang-remang. Terjadilah dialog antara dua anak manusia yang kebetulan jadi pemimpin umat yang ngaku beragama. Orang pertama adalah orang yang mewakili orang lebih banyak. Jadi otomatis merasa bahwa yang diwakilinyalah agama sebenarnya. Orang kedua adalah pemimpin umat yang ternyata memiliki tafsir berbeda dengan yang diwakili oleh orang pertama. Berhubung umat orang kedua lebih sedikit dan tafsiran mereka juga lebih baru, maka otomatis orang pertama yang memiliki kedudukan lebih kuat. Maka dialog ini lebih kepada penasehatan dari orang pertama kepada orang kedua agar segera bertobat. Sebuah dialog yang wajar.

nikmati dialog yang wajar ituh …

Islamkah Ini? AQ 4:3

Jenar berulangkali membaca ayat AQ 4:3 , tapi tetap saja dia tidak bisa memahami bagaimana untuk mengamalkan ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Di bacanya lagi dengan suara lamat-lamat terdengar, sambil berusaha meresapi makna :

” Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. ” [AQ 4:3]

hem … apa gerangan maknanya?

Bersyahadatnya Jenar

Jenar yang bulan depan akan genap berusia 14 tahun, tampak lari terbirit birit. Di belakangnya bagai terbang ustad Jaga mengejar dengan mengacung-ngacungkan sapu lidi sembari mengangkat ujung sarungnya. Si Jenar lari menyelusup lewat semak perdu, menembus pagar pesantren dari lobang kecil di pojok. Ustad Jaga yang kehilangan jejak, hanya bisa termangu dengan kemarahan yang tidak tersalurkan, menggumpal dalam nafas yang menderu. Matanya liar memandang ke segala penjuru, mencari Jenar yang dalam anggapannya sungguh seorang bocah yang sangat keterlaluan.

Memang ada apa ya?


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2019
S S R K J S M
« Mei    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Iklan