Posts Tagged 'FPI'

Manusia Melihat

Manusia memang seringnya melihat apa yang ingin dia lihat. Dia telah menetapkan batasan-batasan terlebih dahulu dalam pikirannnya, lalu melihat suatu kejadian dalam bingkai batasan-batasan tersebut. Bahkan jika kejadian yang dilihat tidak pas dalam bingkai tersebut, maka bukan bingkainya yang dilepas, melainkan kenyataan yang disesuaikan dalam bingkai tersebut.

lihatlah!

FPI Pada Pengadilan

Terus terang tulisan ini tidak berdasarkan fakta yang akurat. Tulisan kali ini hanya berdasarkan kesan yang saya tangkap dari berita-berita yang beredar di internet, koran, televisi. Maka bisa jadi kesan saya ini salah. Tapi inilah sejujurnya kesan yang saya, sebagai masyarakat, dapatkan dari segala berita mengenai FPI dan pengadilan yang sedang berlangsung.

memang bagaimana kesannya?

Berbaik Sangka

Tiba-tiba suatu hal terlintas dalam pikiran saya ketika sedang membaca-baca kembali soal pro kontra AKKBB dan FPI yang sangat panas itu. Berhubung saya membacanya di forum yang katanya Islami tentu saja lebih banyak yang membela FPI dan menghujat AKKBB. Sebuah hal yang wajar sih. Tapi ya, wajar bukan berarti benar toh? 😉

Nah, kalo saya lihat lebih jauh lagi bahwa pembelaan terhadap FPI ini lebih dilatar belakangi oleh sikap berbaik sangka. Jadi walaupun jelas-jelas FPI telah melakukan kekerasan, maka dibela dengan mengatakan bahwa FPI melakukan tindakan tersebut dengan tujuan yang baik yakni membela kemurnian akidah Islam. Menjaga agar Islam jangan sampai ternoda. Jangan sampai di obrak-abrik orang seenaknya. Tanpa aturan yang jelas. Memang kelihatannya jadi baik sih. Benar-benar telah menjalankan ajaran Islam untuk berbaik sangka.

lah, bagus kan kalo berbaik sangka?

Mulutmu Harimaumu, FPI!

Tampaknya nasehat mulutmu harimaumu sangat tepat untuk mengingatkan tokoh-tokoh FPI. Bagaimana tidak ucapan:

FPI tidak bubar, Gus Dur saja yang bubar

akibatnya bagaimana sih?

Alasan, Aliran Sesat, Pemaksaan, dan FPI

Sering saya membuat postingan yang kesannya membela sekte, mazhab, organisasi yang dianggap sesat oleh mainstream dari sebuah organisasi agama. Adapun alasan melakukan hal itu adalah bahwa saya gamang. Jadi sebenarnya tulisan tersebut adalah untuk mengkomunikasikan kegamangan yang saya rasakan. Kegamangan yang dikarenakan bahwa saya tidak pernah bisa mengerti bagaimana sebuah agama dianggap hak milik. Lebih khusus lagi bahwa agama hanya hak milik kelompok tertentu saja. Memangnya agama bisa dimiliki ya?

Lantas bagaimana?


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2017
S S R K J S M
« Mei    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.