Posts Tagged 'kehidupan'

Sukabumi, Suatu Masa

Di suatu masa. Saat senja sedang menyapa Sukabumi. Dalam binar merah sisa cahaya sang mentari. Jenar sedang bercengkrama dengan laptop di teras kamar 13, hotel Taman Sari. Berusaha menuliskan laporan hasil kerja hari itu, di temani secangkir kopi panas. Udara dingin nan segar menjernihkan pikiran, berusaha memacu semangat untuk menyelesaikan laporan secepatnya. Lantas pergi menikmati malam di Sukabumi, malam yang indah dan sedikit nakal. Seperti malam-malam yang biasanya dia lewati ketika bertugas di luar kota.

silahkan dinikmati 😀

Mari Menyatakan Ke-spritual-an Kita

Sebuah kesempatan untuk menyatakan ke-spritual-an kita dalam tindakan nyata. Rasa hormat saya pada Hanna  yang postingannya Lapar Menjemput Ajal, Pedulikah Kita?  Begitu menggugah. Yah, mari ramai-ramai para spiritualis untuk melakukan tindakan nyata. Membumikan kesadaran kita agar berguna bagi sesama umat manusia.

tindakan yang seperti apa sih?

Amarah

Amarah ini tampaknya tidak pernah mau pergi. Melingkar di tiap nadi kehidupan manusia, bagai ular valdemort yang melahap mangsa-mangsa yang diberikan tuannya. Menyerap semua keindahan hidup, laksana sang dementor yang menyerap kebahagiaan. Merah darah pun mewarnai hidup tanpa ampun.

dan amarahpun tetap berlanjut …

Pekerja LSM

Terhenyak aku terdiam merenung, duduk di kursi teras rumah. Meresapkan peristiwa yang baru saja terjadi. Ketika Joe, seorang teman kuliah dulu, datang bertamu dengan segala kemegahannya kini. Seorang yang dulunya mahasiswa ekonomi yang sangat idealis, setidaknya begitu menurut ingatanku. Dan demo adalah bagian hidup perkuliahannya, bahkan lebih banyak dari kegiatan kuliah itu sendiri. Aku kira. Joe memang selalu di depan dalam memimpin demo, ketika ada masalah-masalah yang dia kira perlu di bela, dan jawabnya selalu dengan demo.

demo seperti apa ya?

Memaafkan Soeharto ???

Apabila kita memaafkan, kita juga harus melupakan.

Ada yang mengatakan, saya dapat memaafkan tetapi tidak dapat melupakan. Ini adalah cara lain untuk mengatakan, saya tidak dapat memaafkan. Pengampunan atau pemaafan yang sejati bagaikan selembar cek yang telah di batalkan, di musnahkan dan tidak berlaku lagi.

silahkan lihat contohnya

Catatan Tentang Rasisme

 

Sebuah kenangan masa kecil selintas singgah dalam lamunan seorang anak manusia, di tengah hiruk pikuk orang-orang yang sedang merayakan hidup dan kehidupan. Ah… betapa ku teringat pada manusia-manusia beretnis tionghoa yang singgah di sebuah Sekolah Dasar tercinta. Yang menjadi (teman?) sekelas selama 6 tahun. Sungguh tidak kuasa kalo kusebut mereka sebagi teman, sebab toh kusadari hubungan yang kubina dulu bukanlah termasuk per teman an.

Kenafa sampe begitu?

Bergelut dengan Maut, engkau

Teruntuk orang-orang yang sedang berjuang dalam sekarat.

 


Sang Maut Yang selalu Mengintai

lantas bagaimana?


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juli 2020
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.