Posts Tagged 'perang'

Israel 2


Tiba-tiba,

Setelah perjalanan yang cukup jauh,
Aku sadar hanyalah manusia biasa.

Pengutuk Tuhan yang tidak adil,
pada manusia-manusia disana.

Manusia-manusia yang menuntutNya agar rasis,
dan Dia terlalu baik untuk menolak.

Maka telah ditinggikan hanya satu umat,
sayangnya dengan bermacam versi berbeda.

Agama menjadi bahan bakar tanpa limit,
perang sudah tidak bisa berhenti.

Israel

Duh, percuma usaha para manusia yang berusaha untuk memberikan pengertian bahwa membenci itu bukan jalan keluar. Terutama pengertian pada para pembencimu yang telah mendarah daging di negara ini. Betapa sulitnya untuk sekedar memberi pandangan lain bahwa pada dirimu masih bisa ditemukan kebaikan untuk dipelajari. Betapa teori konspirasi itu adalah hal yang patut dipertanyakan, bahkan ditertawakan. Betapa semua pengertian yang berusaha dibangun itu tetap diusahakan, walau sulit, demi sebuah cita-cita yang mulia. Perdamaian.

jadi?

Jenar Diajak Berjihad

Saat itu. Ketika Jenar sedang hidup di negeri antah berantah. Sebuah peperangan telah pecah di bagian lain negeri itu. Peperangan yang semula karena dendam pribadi. Karena berbagai kepentingan akhirnya menjadi perang agama. Maka tumpah ruahlah medan perang oleh darah-darah orang ngakunya beragama. Yang tertumpah oleh orang-orang yang ngakunya beragama juga. Orang-orang beragama begitu ganas, seperti telah kerasukan iblis. Diri-diri yang menjadi jagal tiada mengenal ampun. “Babat musuh Tuhan! ” teriakan yang keluar dari mulut-mulut suci itu. Sembari tidak pernah lelah untuk memenggal kepala musuh. Musuh yang kebetulan sial karena kalah jumlah.

terus jenar ngapain?

Keadilan : Membalas atau Memaafkan ???

[Update versi 1.0 ]

Tulisan kali ini masih berkaitan dengan komenku di sini  dalam menanggapi komen mbak hanna. Di mana mbak Hanna mengutip sebuah ujar ujar dari Konfusius:

“Jika kamu membalas luka dengan kebaikan, lalu dengan apa kamu akan membalas kebaikan?
Kamu seharusnya membayar luka dengan keadilan dan kebaikan dengan kebaikan”.

Nah yang membuat pikiran aneh saya mulai bekerja adalah apakah keadilan yang di maksud dalam ujar-ujar tersebut? Apakah gigi di ganti dengan gigi, muncung diganti dengan muncung, mata diganti dengan mata, nyawa diganti dengan nyawa, atau bagaimana? 🙄

Dan dalam pencarian jawaban dari pikiran aneh tersebut yang  tentunya sangat melelahkan sekali hiperbola dikitlah , akhirnya saya menemukan jawabannya dalam potongan cerita di Bhagavad Gita  , seperti yang saya kutipkan berikut :

Silahkan di nikmati :mrgreen:

Apakah Allah Ikut Berperang ???

No more war, please ...
No More War, Please!!!

Ketika sebuah perang tidak berkesudahan, membuat saya bertanya-tanya apa Tuhan sudah tidak mau ikut campur lagi di sana? Sebab jika saja Dia ikut bermain, maka pihak yang di dukungNya niscaya akan menghancurkan musuh dalam sekejap mata. Perangpun selesai, kebenaran menang, dan penderitaan berakhir.

tapi kenapa tidak ya?


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juli 2020
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.