Puisi BBM

Pak,
Saya tidak akan pernah marah
Walau setinggi apapun harga BBM
Asal saja saya masih mampu beli

 

Tapi,
Ternyata uang sudah tidak ada
Habis buat bayar hutang makan bulan lalu
Jadi disinilah saya sekarang
Agak MARAH!

 

Maka,
Beri saja saya uang tak terkira
Yang sedang nganggur di tabungan Bapak
Niscaya saya tidak akan jadi marah
Mau BBM naik setinggi langit sekalipun.

59 Tanggapan ke “Puisi BBM”


  1. 1 mezzalena Mei 10, 2008 pukul 10:07 am

    Pertamaxx …
    SBY-JK
    Susah BBM ya Jalan Kaki …
    Konkret .. Hahahaha.

  2. 2 edy Mei 10, 2008 pukul 10:46 am

    [jawaban Bapak]

    Nak,
    tingkatkan daya belimu
    karena harga-harga yang lain tak mau kalah
    dengan kenaikan BBM

    Maka,
    jilat kanan-kiri
    sikat depan-belakang
    supaya tabungan menggunung
    sementara banyak yag bergelimpang kelaparan

  3. 3 joyo Mei 10, 2008 pukul 11:25 am

    saya setuju BBM naik, dengan bgitu kita mendekati titik kritis (lagi), sebab pada kondisi kritis akan tercipta keteraturan2 baru. (teori kompleksitas)

  4. 4 alex® Mei 10, 2008 pukul 12:49 pm

    *ngakak koprol baca komen edy*

    Njrit! Itu bapaknya kerasa kepala benar, maunya menang sendiri :lol:

    @ joyo

    Hoh? Dengan begitu akan sampai ke titik nadir dimana rakyat akan meletup dan kudeta akan terjadikah? :P

    *gosok telapak tangan ngarep*

  5. 5 daeng limpo Mei 10, 2008 pukul 1:35 pm

    inget lagu “Galang Rambu Anarkhi ”
    si Iwan Fals

    BBM Naik Tinggi….
    Susu tak terbeli….

    Jadi jika BBM naik…… “susu ASI” tidak akan terjangkau lagi oleh bayi dan bapaknya …..!!!! apakah tuan SBY-JK sudah memikirkannya…? :D

  6. 6 -kiMi- Mei 10, 2008 pukul 1:59 pm

    *jawaban dari bapak*

    Nak, uang Bapak pun sudah habis.. Ngeborong BBM untuk ditimbun.

  7. 7 azaxs Mei 10, 2008 pukul 2:03 pm

    Yup.. jika kita bisa berandai-andai
    Biarkan BBM naik asal terjadi banjir uang…

  8. 8 CY Mei 10, 2008 pukul 2:51 pm

    Coba baca di sini http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_usage_and_pricing

    di Venezuella harga bensin kok cuman kira2 450 rupiah ya?? dan di Mesir cuman 2300 rupiah ??

    tanya kenapa?? :mrgreen:

  9. 9 CY Mei 10, 2008 pukul 2:52 pm

    padahal dari segi daya beli mereka lebih tinggi dari kita sepertinya

  10. 10 nindityo Mei 10, 2008 pukul 2:56 pm

    khusus untuk kenaikan bbm, aku setuju.
    maaf kali ini kita berbeda.
    mungkin karena aku masih mampu.
    mungkin juga karena mencoba berpikir.
    kemana orang-orang itu… saat kita terlena dengan subsidi?

    600T APBN.. 300T buat subsidi BBM.. 150 buat BLBI
    Belanja pegawai/barang/modal/sosial.. 300T
    minus 150T..

    goblog.. kemana kini orang-orang yang telah meninabobokan kita!

    aku cuma mikir minyak di rumah
    dan tempe secuil kenapa tiba-tiba mengecil ??

  11. 11 nindityo Mei 10, 2008 pukul 3:53 pm

    maap salah data (uisin tenan):
    penerimaan : 781T
    belanja pusat : 573T (termasuk subsidi 97T dan bunga 91T)
    transfer ke daerah : 281T
    defisit anggaran : - 73T (pada harga inya $60/barel)

    jika minyak naik jadi $120/barel subsidi bisa 300T (listrik dan BBM)
    defisit… dah males itung.

    yg jelas tempe jadi makin kecil dan makin mahal.
    hehehe.. lucunya ada capres yang gak ingin BBM dinaikkan.
    naik gak papa tapi kita musti lebih sejahtera dari sebelumnya.
    setuju..? :D

  12. 12 alex® Mei 10, 2008 pukul 4:33 pm

    naik gak papa tapi kita musti lebih sejahtera dari sebelumnya.
    setuju..? :D

    Seingat saya, itu selalu jadi alasan setiap BBM dinaikkan, bukan? :?

    Saya baru akan setuju jika mereka berani bikin statemen bahwa mereka ndak akan pernah nongol lagi dalam pemerintahan jika kebijakan kali ini gagal. :|

  13. 13 yudi Mei 10, 2008 pukul 4:38 pm

    gila, untuk masalah yang ini aku bener2 kuatir. banget banget

  14. 14 zoel chaniago Mei 10, 2008 pukul 7:50 pm

    naik lagi naik lagi… kapan turun nya ya

  15. 15 Rindu Mei 10, 2008 pukul 7:54 pm

    Jadi ingat lagunya bang Iwan “BBM naek tinggi, susu tak berbeli, orang pintar cari sensasi, anak kami kurang gizi”

  16. 16 danalingga Mei 10, 2008 pukul 8:23 pm

    @mezzalena

    Sayangnya ke medan nggak bisa jalan kaki. :(

    @edy

    Heh?! Bapak apaan itu?! *gaya sinetron*

    @joyo

    Sebenarnya sih nggak perlu sampai ke titik kritis, jika serius menanganinya.

    @daeng limpo

    Apa itu berarti kita telah kembali ke jaman susah dulu ya?

    @-kiMi-

    Saya tunggu aja hasil menimbun itu pak.

    @azaxs

    Nah, itu baru betul. :D

    @CY

    Mungkin itu karena negara mereka lebih kaya dibanding Indonesia.

    @nindityo

    Saya juga setuju kok. Saya sih pengennya jangan ada subsidi-subsidi lagi. Cuman ya saya minta dengan sangat agar pemerintah mau berusaha keras untuk meningkatkan pendapatan dari rakyatnya. Biar jangan terjadi keluhan seperti dalam puisi itu. Sebab jika lapar, maka tidak akan mampu untuk berpikir lagi.

    @alex®

    Sebenarnya jika memang kelihatannya mereka telah berusaha sangat keras, namun tidak berhasil ya saya masih bisa menerimanya. Cuman kalo pengalaman lalu sih usaha mereka belum kelihatan. Entah untuk kali ini. :roll:

    @yudi

    Sepertinya masih bakal sering khawatir itu.

    @zoel chaniago

    Nggak bisa turun lagi. Minyak semakin sedikit soalnya.

    @Rindu

    Sepertinya memang telah kembali ke jaman itu.

  17. 17 cK Mei 10, 2008 pukul 10:02 pm

    BBM mahal karena pada sibuk nimbun stok minyak…

    *suudzon*

  18. 18 alex® Mei 10, 2008 pukul 11:41 pm

    Mungkin itu karena negara mereka lebih kaya dibanding Indonesia.

    Dan, negara yang ditunjukin sama CY tadi itu ndak lebih kaya dari Indonesia. Cenderung miskin malah. CMIIW.

    Tapi itu negara-negara sosialis berani melawan dominasi pasar bebas yang merampoki negara-negara kaya sumber daya alam. Termasuk negara kita ini.

    Sementara di sini cuma sibuk tereak2 jihad buat antar agama, ndak ada yang teriak jihad buat lawan ekploitasi kebangetan oleh perusahan2 asing, dan tekanan-tekanan internasional oleh negara-negara maju.

    *sigh* :|

  19. 19 shinobigatakutmati Mei 11, 2008 pukul 12:29 am

    tinggalkan OPEC (Organization Petroleum Exporter Cuapeek deeh) dan selamat datang OPIC (Organization Petroleum Importer Cool : 8)

    hehehe

  20. 20 hanna fransisca Mei 11, 2008 pukul 12:35 am

    Ya, besok-besok kita jalan kaki sajalah, lebih sehat. hehe.

  21. 21 Mr. Brain Mei 11, 2008 pukul 1:43 am

    tenang dan, masih ada yang turun.. Berat badan!! hehehe

  22. 22 alex® Mei 11, 2008 pukul 4:21 am

    [OOT] :lol:

    Itu namanya kurus karena banyak pikiran brader!! :mrgreen:

    *timpuk Mr. Brain

    [/OOT]

  23. 23 qzink666 Mei 11, 2008 pukul 1:22 pm

    *akur dengan komentar Joyo dan Alex di atas*

    kembali ke titik nadir lagi.. Kudeta lagi.. Penjarahan lagi.. Perkosaan lagi.. Dan korban pertama dari imbas itu adalah ‘KAMI’ lagi.. Dikejar-kejar lagi.. Diperkosa lagi.. Dijarah lagi.. Gak diakui warga Indonesia lagi.. Sedih lagi..

    *meraung lagi*

  24. 24 NdaruAlqaz Mei 11, 2008 pukul 1:26 pm

    *makan-makan* :lol:

    kon tiap hari ngomongin bensin yang mo naik, mbok ya sudah, ndak bikin lebih sakit hati aja nanti.

  25. 25 danalingga Mei 11, 2008 pukul 2:13 pm

    @cK

    Kamu yang nimbun ya chik? *ikut suudzon*

    @alex®

    Lex, jangan-jangan kamu korban propaganda bahwa Indonesia itu gemah ripah loh jinawi alias kaya raya. Sadar lex! Indonesia itu miskin kok. :P

    @shinobigatakutmati

    Iya, kita toh importir kok bisa masuk OPEC ya? :roll:

    @hanna fransisca

    Nggak bisa jalan ke medan han.

    @Mr. Brain

    Asal jangan berat badan saya, dah kurus gini eh.

    @qzink666

    Jangan sampe deh.

    @NdaruAlqaz

    Biar nanti pas naek dah nggak kaget. :lol:

  26. 26 realylife Mei 11, 2008 pukul 4:55 pm

    berhubungan dengan bbm
    orang medan ya ?
    ada rencana kopdar blogger Medan ?
    mau ikut partisipasi ?

  27. 27 alex® Mei 11, 2008 pukul 5:49 pm

    Lex, jangan-jangan kamu korban propaganda bahwa Indonesia itu gemah ripah loh jinawi alias kaya raya. Sadar lex! Indonesia itu miskin kok. :P

    He? Benar juga ya? :shock:

    Jangan-jangan saya sudah terpengaruh propaganda PKI-alike … :?

    *buru2 istighfar*

  28. 28 theloebizz Mei 11, 2008 pukul 8:25 pm

    jadi pak,
    tolong berhenti
    menaikkan lagi..
    yg tak mampu kami beli.. ;)

  29. 29 Sawali Tuhusetya Mei 12, 2008 pukul 12:33 am

    sungguh ironis bener, mas dana, BBM dinaikkan ketika daya beli masyarakat kita sebagian besar sudah benar-benar berada pada titik mazir. tapi kayaknya kebijakan itu akan jalan terus, apalagi rakyat miskin dijanjikan diberi subsidi 100 rb per bulan. *sedih*

  30. 30 danalingga Mei 12, 2008 pukul 6:36 am

    @realylife

    Apanya yang berhubungan dengan BBM Ya? :?

    Yup, saya orang medan cuma lagi di jakarta jadi keknya nggak bisa ikut deh.

    @alex® :lol:

    *ikut istigfar*

    @theloebizz

    Butul! Kecuali dapat membuat kami sanggup beli.

    @theloebizz

    Yah, kita awasi saja pak bagaimana tindakan pemerintah untuk menyelamatkan rakyatnya yang miskin.

  31. 31 itikkecil Mei 12, 2008 pukul 10:13 am

    belum naik saja harga yang lain sudah keburu naik duluan.
    harusnya ditambahin.
    pak jangan woro-woro sebelum menaikkan
    harga barang-barang lain sudah naik setinggi langit

    *ah ternyata saya memang tidak berbakat buat bikin puisi*

  32. 32 CY Mei 12, 2008 pukul 11:30 am

    @Danalingga
    Ternyata sudah dijawab duluan sama Alex, btw Malaysia aja 4800-an/liter, mereka itu dulunya training di Pertamina loh bro sblm Twin Tower berdiri. Kenapa Malaysia bisa melampaui kita secepat itu ya??

    @Alex
    jgn2 teriak2 versi itu juga bisa diarahkan oleh bbrp pihak utk mengalihkan fokus. Jadi pas penting baru di playback, kalo lagi adem di stop. :mrgreen:

  33. 33 alex® Mei 12, 2008 pukul 11:43 am

    @ CY

    jgn2 teriak2 versi itu juga bisa diarahkan oleh bbrp pihak utk mengalihkan fokus. Jadi pas penting baru di playback, kalo lagi adem di stop. :mrgreen:

    [OOT]
    Masi ingat kasus penyerbuan terhadap massa Papernas oleh FPI? Itu saat pemerintahan juga lagi banyak skandalnya.

    Atau saat seorang Sutiyoso salah tangkap oleh polisi Australia di hotel negara Kangguru itu? Massa FBR turun ke jalan bawa golok.

    Tapi ndak ada yang turun dari jenis begitu waktu TKI disetrika di Malaysia dan dibunuh d Arab Saudi. Malah ribut sama umat lain atau sesama umat sendiri :lol:

    Mau-maunya digiring buat ngalihin isu kaya kasus JAI sekarang :mrgreen:

    dasar mental anjing pemerintah!

    [/OOT]

    Eh, saya baru tahu itu kalo Malaysia dulu training di Pertamina sebelum Twin Tower berdiri. Tahunya saya cuma Malaysia dulu belajar di Indonesia utk meningkatkan kualitas pendidikan. Sekarang pendidikan mereka maju.

    Ah.. .ternyata dalam hal eksplorasi SDA sama saja…

    Apa negeri ini dikutuk utk jadi OON forever ya pemerintahannya? :roll:

  34. 34 Jendral Bayut Mei 12, 2008 pukul 11:57 am

    *ngakak baca puisinya*

  35. 35 CY Mei 12, 2008 pukul 12:22 pm

    @Alex
    Emang bener, dulu waktu training di Pertamina masih bodo2 dan nunduk2. Lha sekarang?? Kita yg nunduk kali yee… :mrgreen:

    *miris mode*

  36. 36 alex® Mei 12, 2008 pukul 12:32 pm

    @ CY

    Kita? … Kita?! … Kita?! …. KITA??!! :shock:

    Pemerintah aja kaleee yang nunduk2! :twisted:
    cewe malaysia aja nunduk sama kita :mrgreen:

    Wakakaka….

    Saya jadi ketawa miris ini.

    Duh… benaran… dijajah sama londo-londo ireng lebih sakit daripada dijajah londo-londo bule :cry:

  37. 37 tukangkopi Mei 12, 2008 pukul 12:50 pm

    @CY
    udah pernah baca soal pengaruh eksodusnya orang-orang perminyakan kita ke malaysia dan tingkat produksi dan penemuan cadangan baru mereka.. :mrgreen:
    orang-orang kita dihargai lebih mahal di petronas, bro..makanya banyak temen-temen gw “berkhianat”. tapi mereka kan profesional..ada uang ada barang.. :lol:

  38. 38 akmalhasan Mei 12, 2008 pukul 1:04 pm

    BBM naik
    tanggung jawab bersama
    yang jawab pemerintah
    yang tanggung rakyat
    tanya kenapa?

    BBM naik
    ongkos ojek naik
    tapi mungkin ada ojek tarif lama
    ongkos bajaj naik
    walau suara bisingnya gak naik

    BBM naik
    subsidi berkurang
    berganti dana tunai langsung
    buat warga miskin
    efektifkah?

  39. 39 pangonjat Mei 12, 2008 pukul 2:02 pm

    Sebenarnya BBM, yg lebih pas dibicarakan adalah terminologi SUBSIDI. Bersama-sama kita telah menjadi lebih bodoh dari yang paling bodoh diantara kita.

    Analog: pabrik batu bata. A, punya lio batu bata
    Produksi 20.000 bata merah. Tanah gratis. Kayu bakar Rp800.000 upah kuli 3 hari 400.000, bahan lain 200.000 sewa dan biaya lain 600.000. Total biaya 2jt. Cost (Harga Pokok) per biji (2jt/20rb)=Rp100 per bata merah.
    A jual bata 100 perak nggak untung nggak rugi. Harga pasar 140 (ditempat). Kalo bisa jual 140 semuanya, A untung 800rb.

    SI A punya anak Z, baru kawin mau bikin rumah. Tanah buat bikin bata adalah tanah warisan/kelaurga dr nenek moyang.

    Pertanyaan 1:
    Berapa A jual bata ke anaknya?
    Jawab 1:
    Kalau rp90 - ada subsidi rp10 (babe baek bener dah)
    Kalau rp100 pas-pasan (babe normal nggak nyari untung ke anak)
    Kalau rp140 (babe gila, ngambil untung dari anaknya rp40

    Pertanyaan 2:
    Tiba-tiba ada permintaan bata mendadak shg harga pasar bata naik menjadi rp200, Kondisi cost/HPP tetap.
    Anak A yg laen si Y, baru kawin juga mau bikin rumah. Eh Si Z, mau rehab rumah nambah tingkat.
    Berapa jual ke Y, berapa jual ke Z
    Jawab2: pikirin sendiri

    Di Ind, BBM yg dibayar rakyat dg analog diatas adalah Rp132
    Pemerintah jual 120 mungut pajak 12, rakyat bayar 132
    (120+ppn 12). Pemerintah dan dpr bilang: ada SUBSIDI rp20 (selisih harga pasar 140 dg harga jual Rp120)

    Sy tidak rela dibilang menerima subsidi bbm. Pada kenyataanya dg logika batubata di atas, sy sudah membayar diatas harga pokok bbm.
    SUBSIDI=bila harga yg dibayar lebih rendah dari biaya produksi.

    Saat harga pasar jadi 200, Pemerintah netapkan harga Rp160 dan mungut PPN 16, Saya bayar 176. Sy punya pemerintah gila (ngambil untung rp60), ditambah maniak (ngisap darah org yg sekarat), serta munafik (bangga bilang ngasih subsidi).

    Belum lagi bicara PPN, sudah sengsara PPN nya naik, dari 12 ke 16.

    Hitungan BBM rumit, makin kacau dg korupsi berjamaah, makin kacau dg kegoblokan berjamaah, ditambah dg Monopoli.
    Digabung dg PPN, korupsi+goblog+monpoli kena PPN.

    Mari kita bakar rumah ibadah, lhoo apa hubungannya…
    Membakar rumah ibadah lebih mudah daripada menghitung cost BBM.

  40. 40 cdsi Mei 12, 2008 pukul 4:12 pm

    WAHAI ANAK BANGSA” BANGUNLHAH!,
    BUKALAH MATAMU!
    BERDIRILAH DENGAN KAKIMU, SING-SINGKAN LENGANMU,
    MARI BANGKIT! UNTUK INDONESIAMU TERCINTA
    INDONESIA KITA TIDAK PERNAH MERDEKA!
    INDONESIA KITA TERUS MENANGIS”
    INDONESIA KITA TERUS MERANA”
    INDONESIA KITA SELALU DI PERKOSA
    “PELAKUNYA ADALAH IMPERIALISME ANAK SANG KAPITALIS”
    NEGERI KTA DARI DULU SAMPAI SEKARANG TERUS TERJAJAH
    SADARKAH KITA BAHWA TIGA PEREMPAT KEKAYAAN NEGERI INI
    TELAH TERKURAS HABIS, OLEH SETAN IMPERIALISME
    NEGERI INI MENYEDIAKAN SELURUH KEKAYAAN BUMI, MEMILIKI
    SEJUTA PESONA, BAHKAN SEJUTA RASA.
    KITA PEMILIK SAH NEGERI INI, NAMUN TERPASUNG OLEH SISTEM
    IMPERILALISME MODERN, TERJEBAK OLEH SEKULARISME
    PARTIKULAR, TERLENA OLEH HEDONISME SEMU.
    SADARKAH KITA, SETIAP BANGSA BERHAK ATAS DIRI DAN
    TANAH AIRNYA, AKAKAH KAU GADAIKAN DEMI KENIKAMATAN
    SESAAT, TENGOKLAH KE BELAKANG!
    MAU JADI APAKAH NEGERI INI?
    BAGAIMANA NASIB ANAK CUCU KITA KELAK, JIKA KITA HARI INI
    TIDAK PERNAH MEMBERI MEREKA KEKUATAN UNTUK MENGUASAI
    NEGERI INI, DAN MENGOLAHNYA UNTUK KESEJAHTERAAN MEREKA
    SEPENUHNYA, BUKAN UNTUK NEGARA TETANGGA, BUKAN UNTUK
    ADI DAYA, DAN BUKAN PULA UNTUK INVESTOR.
    IMPERIALISME NEGERI INI SUDAH KETERLALUAN, SANGAT
    MENGERIKAN DAN MEMILUKAN, KITA TENTU TIDAK INGIN
    SELAMANYA MENJADI BANGSA TERJAJAH, TERHINA,
    TERLUKA DAN TIDAK MERDEKA.
    MARI SATUKAN TEKAD, BULATKAN NIAT!
    KITA HARUS MEREBUT KEMBALI SEMUA KEKAYAAN KITA,
    JANGAN BIARKAN SAWAH DAN LADANG KITA DI BAJAK
    ORANG, JANGAN BIARKAN LAUT KITA DI AMBIL ORANG,
    JANGAN BIARKAN HUTAN KITA DITEBANG ORANG,
    JANGAN BIARKAN BUDAYA KITA DICURI ORANG.
    MARI KITA RAMPOK SEMUA BANK, MARI KITA SEGEL
    SEMUA KANTOR PEMERINTAH, MARI KITA AMBIL ALIH
    SEMUA PABRIK, MARI KITA GANTI IDENTITAS NEGERI
    INI DENGAN BUDAYA KITA, BUDAYA TIMUR YANG SEJAK
    DULU MENJADI DARAH DAN INSPIRASI HIDUP KITA.
    PERSETAN DENGAN KEPERCAYAAN, PERSETAN
    DENGAN SEGALA BENTUK KEYAKINAN, YANG JELAS
    MEREKA TIDAK PERNAH MEMBERI KITA HARAPAN,
    APALAGI KEBAHAGIAAN!
    UNTUK MENJADI ORANG BAIK TIDAK PERLU PENGABDIAN,
    TAPI HARUS DENGAN PENGORBANAN, PEPERANGAN DAN
    MENEGAKKAN KEADILAN.
    YANG BISA KITA LAKUKAN HARI INI ADALAH :

    REVOLUSI

  41. 41 danalingga Mei 12, 2008 pukul 5:25 pm

    @itikkecil

    Soalnya kalo harga nggak dinaikin, takutnya para pedagang nggak bisa lagi membeli barang dagangan ketika minyak sudah naik tik. Kata bro nindityo sih begitu.

    @CY

    Kalo saya lihat sih negara kita merasa lebih miskin dari mereka. Sebab ternyata tidak sanggup mensubsidi. Tapi nggak adil juga sih membandingkan dengan mereka sebab toh jumlah penduduk kita jauh lebih banyak.

    @ tukangkopi

    Ternyata masalah penghargaan. Yah, rata-rata manusia memang butuh dihargai.

    @pangonjat

    Saya sih pengennya rakyat kita bisa hidup tanpa disubsidi. Tapi bisa nggak ya? Wong amerika saja kelimpungan akibat kenaikan harga minyak, apalagi kita yang tingkat pendapatannya dibawah mereka.

    Tapi, apa benar memang begitu hitungannya? Jika memang benar begitu bagaimana jika subsidi dicabut tapi pajak juga dicabut. :mrgreen:

    @cdsi

    Dan bakal tertumpah lagi darah itu. Kasian.

  42. 42 pangonjat Mei 13, 2008 pukul 8:10 am

    @danalingga
    Banyak masalah di Ind berpangkal dari tidak adanya kemampuan mengindentifikasi masalah, apalagi nyari solusi.
    Kurang banyak intelektual kita yg berbicara data, mayoritas berlandaskan semangat 45 (otot dan emosi). Era globalisasi, menuntut kepakaran dlm berbagai hal.

    Minyak di ind adalah anugrah Tuhan, biayanya: nyari, angkat/sedot, proses, angkut.
    BIaya sedot dan proses relatif stabil. Presiden/kabinet dan DPR senang dibodohin sama konspirasi minyak ind, krn kecipratan. Mereka disuguhkan data/aturan/mou/perjanjian yg sedemian rumit …sedemikian hingga … cost bbm adalah sama dg harga minyak luar negeri.

    Gobloknya kita menelan mentah-mentah pidato pemimpin/wakil yg terbodohi.

    Sbg salah satu contoh: ind tidak mampu nyari minyak. Ahlinya banyak, tapi kalo jadi institusi dan rapat mendadak jadi idiot. Shg nyari minyak harus pake perusahaan asing, yg bayarannya nanti persentase pake minyak yg dihargai sesuai pasaran…goblog tenan.

    Contoh lain: sebagian besar minyak ind, krn yang mencarikan asing (disuruh nyari), diangkat/disedot perusahaan asing, yang bayarannya pake minyak yg dihargai sesuai pasar…edan.

    Konspirasi kita dg senang hati neken perjanjian yang tidak menguntungkan rakyat.
    Buat rakyat edan, tapi buat konspirasi sedap… tingal ngutip komisi sesuai harga minyak dunia, Komisi yg berlaku seumur hidup selama ladang minyak tsb produksi.

    DPR seharusnya studibanding cost bbm ke ladangminhyak laut utara, yg diperkirakan merupakan ladang dg biaya sedot tertinggi (nyedot ditengah samudra). Awal 2000 diperkirakan us$15/barel. Komponen nyari dan olah tidak besar, shg maks total cost us$20, yg artinya premium 20*9200 / 159lt = Rp1157/lt (1 barel=159lt).

    Jadi apa yg seharusnya dilakukan demo mahasiswa?
    Kirim delegasi ke istana (jangan demo bikin macet) debat terbuka masalah cost bbm (yg seharusnya tiap tahun direlease pertamina dan diaudit), geret beberapa wakil dpr sbg notulen. Tentu saja dg bekal data yg cukup.

    Ingat kasus PLN, yg akal-akalan akan menaikkan tarif lsitrik dg dasar subsidi yg kelewat besar. Tapi krn ada data verifikasi bpk, dimana ditemukan asumsi kurs yg ngawur, maka angka subsidi terkoreksi, shg tidak disetujui usul kenaikan tsb.

  43. 43 danalingga Mei 13, 2008 pukul 9:44 am

    Ah, kalo sekilas saya lihat bahwa ternyata banyak biaya yang sebenarnya bisa nggak dikeluarkan asal kita yang mengolah sendiri . Begitu ya lae?

    Berarti seharusnya kalo mau demo, harus dengan data-data lengkap sekaligus dengan solusi yang ditawarkan. Dengan begitu maka akan lebih terarah.

    Wah, sepertinya bagus ini. Kenapa nggak ditulis di koran aja lae, biar banyak yang sadar.

  44. 44 ekapratiwi Mei 13, 2008 pukul 11:11 am

    Belum naik…… dah demo. demonstran vs pemerintah, menang mana yaaa, pada latah naik ikut naik ach, apa ngga sebagai pengalih perhatian saja. sementara ada yang lain yang lebih penting demi STABILITAS suatu negara. eka pratiwi cenderung sebagai PENGALIH PERHATIAN SAJA. yang jelas saya bangga dengan ornag yang mampu mengentaskan kemiskinan……bukan yang lain….. karena rakyat butuhnya PENGENTASAN KEMISKINAN. buat siapa saja kalo masyarakat Indonesia yang MAMPU mau mengentaskan kemiskinan di indonesia dengan cara membantu sesama yang miskin atau memberi peluang. saya yakin Indonesia akan baldatun thoyibatun warofun ghofur, gemah ripah loh jinawe toto tentrem karto raharjo. jadi bukan yang kaya semakin kaya…. yang miskin semakin miskin…. hilangkan gap. jayalah negaraku….
    salam kenal http://www.ekapratiwi.wordpress.com
    bloger pemula tidak punya tulisan

  45. 45 pangonjat Mei 13, 2008 pukul 12:01 pm

    @danaligga
    Sudah tua mas, capek ngeliat org ribut tanpa data yg solid. Nulis dikoran itu hobi yg boros waktu, mendingan asbun di blog. He..he..he..

  46. 46 af Mei 13, 2008 pukul 2:30 pm

    wakil rakyat nyanyi:

    BBM naik tinggi
    susu tetap terbeli

  47. 47 trizna Mei 14, 2008 pukul 8:16 am

    dengan mengutip kata wapres ” konsumen memakai bbm hanya kalangan menengah ke atas saja jadi harga kenaikan masih terjangkau bila di taikanpun harganya tidak menyulitkan kalangan bawah alias rakyat miskin ..????!!!!
    apa gaa ada dampak buat kenaikan harga kebutuhan pokok.. yang sulit di jangkau oleh rakyat miskin?? mungkin pemimpin kita berpikir tukang ojek,supir bajaj,supir angkot,taxi,bus kalangan menengah atas?!
    kiamat indonesia punya pemimpin seperti beliau mas..

  48. 48 CY Mei 14, 2008 pukul 4:02 pm

    *baca komentar Af, ngakak koprol*

    “Susu” yg itu gratis sih… :mrgreen:

  49. 49 danalingga Mei 14, 2008 pukul 7:18 pm

    @trizna

    Iya, sepertinya hal itu akibat salah fokus.

    Kan orang awam juga tahu bahwa jika BBM naik maka semua harga akan naik karena ongkos produksi dan transportasi pasti naik.

    Semoga saja JK itu hanya lupa, bukan sengaja mengaburkan permasalahan.

  50. 50 stey Mei 15, 2008 pukul 4:10 pm

    NO KOMEN!!
    masih pusing ngitung sisa gaji klo BBM beneran naek..duuh..

  51. 51 yakhanu Mei 15, 2008 pukul 5:26 pm

    BBM naik udah biasa so …siap2 aja mas…
    tapi yang penting gimana caranya pemerintah bisa memperbaiki perekonomian…

  52. 52 danalingga Mei 15, 2008 pukul 6:49 pm

    @stey

    Perlu saya bantu ngitungnya? :lol:

    @yakhanu

    Semoga mereka bisa ngasih solusi agar kenaikan ini menjadi tidak terasa.

  53. 53 yudha Mei 16, 2008 pukul 6:43 am

    ayo sMw anak bangsa bangkit
    sudah saatnya bangun dari tidur mU
    lihatlAh jerit tangis rekan dan saudara kTa
    yang tertindas karena naik nYa harga BBM

    jangan hanya diam
    mri satu kan barisan
    kuatkan persatuankita, berjuang melawan
    kekuatan impralisme N kapitALisme

    kita menentang naiknya harga BBM

    karena hanya menambah kesengsaraan
    rakyat………….

    merdeka
    hidup revolusi
    hidup mahasiswa

  54. 54 tikabanget™ Mei 18, 2008 pukul 7:13 pm

    knapa naeknya ndak dikit dikit dan tanpa pemberitaan media..?

  55. 55 anditoaja Mei 28, 2008 pukul 11:32 am

    Indonesia adalah model terbaik negara makmur dengan penduduk paria.

    Kata Bung Karno, syarat kemajuan bangsa adalah character building. Itulah mengapa hingga tahun 60an pun revolusi dikatakan masih belum selesai.
    Kata Bung Hatta, kemajuan bangsa harus ditandai dengan pembangunan dgn titik berat pada koperasi.
    Kata Pak Harto, pembangunan daripada manusia Indonesia seutuhnya terjadi ketika ada investasi asing masuk tapi mesti bermitra dgn perusahaan lokal, yakni perusahaan anak-anaknya.
    Kata Bung Rizal Mallarangeng, untuk bisa save our nation, kita mesti banyak melakukan deregulasi, konsisten dengan privatisasi dan memotong rantai birokrasi yang panjang.
    Kata saya, kemajuan bangsa ditandai dengan hotspot gratis di seluruh Jabotadebek.

  56. 56 danalingga Mei 28, 2008 pukul 7:30 pm

    @yudha

    Mahasiswa malah tawuran tuh.

    @tikabanget™

    Diberitakan kok tik.

    @anditoaja

    Kata saya kalo punya duit banyak.

  57. 57 godamn Mei 29, 2008 pukul 9:03 pm

    Emang pusing yah… kerja lagi yuk….

  58. 58 Eatus Juni 11, 2008 pukul 4:20 pm

    Pak,
    Saya tidak akan pernah marah
    Walau setinggi apapun harga BBM
    Asal saja daya beli saya tinggi

    Tapi,
    Ternyata daya beli saya sudah tidak ada
    Karena kemakmuran belum berpihak kepada rakyat Negeri ini
    minimal kemakmuran tidak merata
    Jadi disinilah saya sekarang
    Agak MARAH!

    Maka,
    Beri saja kemakmuran kepada rakyat yang tak terkira
    Yang sedang nganggur di dihabiskan tabungan koruptor
    Niscaya saya tidak akan jadi marah
    Mau BBM naik setinggi langit sekalipun.

  1. 1 Time Is Money « All That I Can’t Leave Behind Lacak balik pada Mei 12, 2008 pukul 12:50 pm

Tinggalkan Balasan




AKU

Bermakna

Jenis Perjalanan

Tanggalan

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Jejak Langkahku