Surga dan Neraka

Guru, aku rajin berdoa.
Kuikuti pula semua akidah agama.
Katakan, apa lagi yang harus kulakukan
Untuk memperoleh tempat yang layak di surga?

Semuanya itu tidak cukup, sahabat.
Belum cukup, bila kau ingin masuk surga.

Belum cukup, Guru?
Walau perjalanan suci pun telah kulakukan,
Bukan sekali dua kali, namun berulang kali?
Sia-siakah segala apa yang kulakukan selama ini?

Tidak sia-sia,
Namun bila surga yang kau inginkan,
Semua itu tidak cukup.
Belum cukup.

Aku juga sering beramal saleh,
Memberi sedekah kepada fakir miskin.

Tetap saja tidak cukup.
Belum cukup.

Lalu, apa yang harus kulakukan?
Apa yang dapat memastikan surga bagiku?

Kematianmu
Itu syarat mutlak.
Matilah terlebih dahulu,
Sehingga pintu surga terbuka bagimu.

Itulah satu-satunya jaminan,
Bila surga yang kau inginkan.
Selama kau masih hidup,
Pintu surga tetap rapat tertutup.

Sebuah dialog yang mencerahkan dari sorang Guru sejati (bukan guru jadi-jadian) dengan seorang Murid sejati (bukan murid jadi-jadian). Dialog tentang keinginan seorang anak manusia untuk mencapai surga dan solusi dari seorang Guru. Sebuah situasi yang familiar bukan? ;)

Seharusnya sih memang familiar, sebab toh minimal kita juga mempunyai keinginan untuk ke surga tersebut. Terlepas dari apapun gambaran surga yang ada di pikiran kita. Dan mau sadar atau tidak, ketika keinginan kita untuk menggapai surga itu tercetus di diri , kemungkinan itu di sebabkan bahwa kita saat ini memang sedang berada di neraka. Ya, kita sedang di neraka , oleh karena itu kita ingin keluar dari neraka tersebut , dan menggapai surga. Sesederhana itu ternyata apa itu surga dan apa itu neraka. Dan semoga dialog antara Guru dan Murid sejati tersebutpun menjadi dialog kita. :mrgreen:

Nah, ternyata walau makna surga dan neraka sepertinya sesederhana itu, tapi untuk keluar dari neraka dan menggapai surga ternyata sangat sulit. Dapat dilihat dalam kutipan dialog di atas, bahwa ternyata apa yang dilakukan berdasarkan tuntunan agama itu, tidak cukup, belum cukup. Untuk meraih surga itu , kita harus mati terlebih dahulu. Eh… tapi pendapat para ahli agama itu juga begitu bukan? Bahwa surga dengan bidadarinya yang sangat menggiurkan itu, serta neraka dengan siksaan tak berprikemanusiaan itu, akan di alami setelah mati.

Tafi sodara-sodara, afa memang benar begitu?

Ah, ternyata bukan begitu, sebab mati yang di maksud sang Guru di dialog ini, bukan mati seperti maksud para ahli agama itu, atau mati menurut kita. Mati yang di maksud di sini adalah sebagai perlambang dari sebuah awal hidup baru. Sebuah perubahan yang sangat mendasar, sebuah revolusi diri. Ya, kematian sebagai pemicu lahirnya manusia seutuhnya. Mati dalam dialog ini berarti melepas yang lama dan menyongsong yang baru . Atau dalam bahasa gaulnya mengalami kiamat terlebih dahulu, seperti dalam tulisan saya mengenai mengenal Tuhan.  Dan terus-terang saja bahwa hal tersebut sangat berat untuk dilakukan, sebab kecenderungan manusia itu berusaha mempertahankan yang lama. Apalagi konsep-konsep yang telah di jejali dari kita lahir hingga sekarang ini. Tentu secara naluri akan berusaha di pertahankan mati-matian, dan dengan begitu maka kematian yang menjadi satu-satunya syarat menggapai surga akan terlewat begitu saja, tanpa pernah dialami. Dan surga tetap hanya menjadi keinginan, dan nerakalah kenyataan. Sungguh manusia manusia yang merugi.

*scroll up*
*scroll down*

Sepertinya tetap belum ada pengertian tegas apa itu surga dan apa itu neraka di tulisan saya, kecuali bahwa surga itu di luar neraka, dan neraka itu di luar surga. Tapi ya sudahlah, pake aja pengertian surga masing-masing. Dah sama-sama sadar ini toh, kalo surga itu memang enak tenan, dan neraka itu jahanam tenan. :P
 

Pelaporan :Dialog diambil dari buku 5 Steps to Awareness by Anand Krishna

73 Tanggapan ke “Surga dan Neraka”


  1. 1 zal Nopember 15, 2007 pukul 12:57 am

    ::nancap habisss…vertamaxx mex… :lol:

  2. 2 zal Nopember 15, 2007 pukul 1:01 am

    ::jadi dan, kekmananya mati itu, banyak ragam dan langgamnya ya… ???

  3. 3 zal Nopember 15, 2007 pukul 1:10 am

    ::banyak juga yg menafsirkan, yang raganya.., yang jiwanya…(eh ini kayak lagu kebangsaan ya..) ada juga yg bilang nafsunya…,
    yang mana jiwa, yang mana raga, (akh lagu kebangsaan lagi..) yang mana nafsu…
    yang kurasanya…mati itu, gerakan hidup…
    akh tapi tak taulah….eh sudah hetriks rupanya…baguslah itu… :lol:

  4. 4 joyo Nopember 15, 2007 pukul 6:39 am

    Anand Krishna gimana kabarnya ya, udah lama gak ke gramed ni.

  5. 5 joyo Nopember 15, 2007 pukul 6:40 am

    Bukannya surga itu neraka ketika keinginan masih dkandung hayat eh.

  6. 6 mbelgedez Nopember 15, 2007 pukul 7:02 am

    Hmmmm….
    Kehidupan memang neraka nyang kejaaaamm….

  7. 7 extremusmilitis Nopember 15, 2007 pukul 7:45 am

    Seperti sebuah kalimat yang pernah aku dengar,
    “Ketuk-lah Maka Pintu Akan Di-Buka-kan Bagi-mu”
    Bukan-kah masih ada “kehidupan” lain setelah “kematian” :roll:

  8. 8 Hanna Nopember 15, 2007 pukul 7:56 am

    Saya merasa seperti di sorga ketika bersujud, berani mengakui semua dosa-dosa yang pernah saya perbuat lalu memperbaikinya. Sorga dunia hanyalah fatamorgana. Sorga sesungguhya memang di alam sana.

  9. 9 deKing yang masih pusing Nopember 15, 2007 pukul 8:03 am

    Langsung tertarik membaca bait terakhirnya maklum berbau kematian, tapi sayang kepala masih terlalu pusing untuk membaca penjelasannya.
    Saat ini ijinkan saya untuk nyampah….
    *emang [ernah ga nyampah???*
    ***********
    Kematian=pintu gerbang surga.
    Ach sepertinya banyak benarnya juga, bahkan ketika kita kaitkan hal tsb ke dalam konteks ke-duniawi-an.
    Untuk bisa menikmati “surga” dunia (seringkali??) kita harus mengalami “kematian” dulu, entah “kematian” keimanan kita, “kematian” (nilai2) kemanusiaan kita dan masih banyak “kematian2″ yang lain…

  10. 10 caplang™ Nopember 15, 2007 pukul 9:35 am

    o0o jadi ga ada connecting door antara surga dan neraka?
    wah ga boleh salah pilih pintu nih…

  11. 11 rozenesia Nopember 15, 2007 pukul 9:53 am

    Well, jadi ingat kalimat sakti untuk mengakhiri debat seputar surga dan neraka: “Oke, kita lihat saja buktinya setelah mati nanti…” :lol:

  12. 12 saya Nopember 15, 2007 pukul 12:22 pm

    cara masuk surga..??? beli surat pengampunan dosa yang paling mahal setelah bunuh diri kali ya..??? :roll:

    serius..setuju sekali…kita mau menjalankan semua perintah agama dan menjauhi semua larangannya >strike>yang nikmat-nikmat itu selama kita masih hidup ya kita nggak akan pernah tau kita akan masuk surga atau nggak…

  13. 13 edratna Nopember 15, 2007 pukul 1:24 pm

    Yang penting berbuat baik, mengerjakan amalan sesuai agama…dan berdoa semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

  14. 14 Sayap KU Nopember 15, 2007 pukul 2:13 pm

    Jadi mulai detik ini, kita harus menyusul bekal jika ingin perjalanan kita berakhir di syurga. Tak akan pernah cukup memang, tapi setidaknya berakhir diamalan yang terbaik.

    ** Ade lagi serius **

  15. 15 qzink666 Nopember 15, 2007 pukul 3:17 pm

    Surga adalah janin prematur yg lahir dari rahim neraka..
    *Wew.. Ngomong apa aku ini*

  16. 16 Sawali Tuhusetya Nopember 15, 2007 pukul 4:43 pm

    Mati dalam dialog tersebut apakah sama maknanya dengan metamorfosis, Mas Dana? Seringkali surga dan neraka dijadikan sebagai “senjata” bagi para ustadz kita dalam menanamkan nilai amar ma’ruf nahi munkar. Pendekatan semacam itu agaknya berbeda jika dikaitkan dengan makna mati atau metamorfosis dalam menggapai syurga, yak?

  17. 17 danalingga Nopember 15, 2007 pukul 8:25 pm

    @zal

    Bah! Dah kejangkit virus pertamax sama hetrik pula kawan ini. *geleng geleng*

    Mati memang banyak ragam dan langgamnya zal, tapi kalo mati sebenar benarnya mati ya hanya mati itu. :D

    @joyo

    Anand Krishan ada di Ashramnya sono, bukan di gramedia. :lol:

    Bukannya surga itu neraka ketika keinginan masih dkandung hayat eh.

    Setahuku ketika kita di perbudak oleh keinginan.

    @mbelgedez

    Ndak niat bunuh diri kan mbel? *khawatir*

    @extremusmilitis

    Malahan setelah kematian itulah hidup sesungguhnya. ;)

    @Hanna

    Di alam sana itu di mana mbak? jauh nggak sih?

    @deKing yang masih pusing

    Ah, Pak De ini pusing pusing komennya tetap mantap. Jadi baik surga jenis apapun bakalan harus melalui kematian dulu. :mrgreen:

    @caplang™

    Makanya harus waspada bro. :D

    @rozenesia

    Itu nggak hanya untuk surga dan neraka bro. Setahuku di blog ini dalam topik yang bukan surga dan neraka juga muncul kalimat tersebut. :D

    @saya

    Betul, memang harus mati dulu. ;)

    @edratna

    Semoga kita memang beruntung.

    @Sayap KU

    Kalo saran saya sih, sebaiknya mulai detik ini kita belajar mati. ;)

    @qzink666 :shock:

    @Sawali Tuhusetya

    Walah nggak tahu metamorfosis atau tidak pak. Yang pasti mati ini bisa dilakukan selagi kita hidup. ;)

  18. 18 kurtubi Nopember 15, 2007 pukul 10:22 pm

    Iya benar nih mas, kita harus mati terlebih dahulu untuk menuju suatu kehidupan sejati.

    Duuh mas artikel sampean bagus2.. saya banyak mendapat pencerahan. Kok telat yaa gak main2 kemari.

    Ohyaa saya izin ngelink sekalian minta masukan di postingan baruku tentang Siti Jenar…

  19. 19 Hanna Nopember 15, 2007 pukul 10:36 pm

    Andai ku tahu…Kok kaya lagu ya.
    Walah, sesuai postingannya saya harus mengalami kematian dulu dong baru bisa jelasin berapa jauh jarak perjalanan ke alam sana, he he he.

    Alam itu tidak jauh kok sebenarnya. Ada di dalam hati kita yang paling suci.

  20. 20 almascatie Nopember 15, 2007 pukul 11:05 pm

    semoga kita tidak mati untuk kembali ke dalam neraka :lol:

  21. 21 alief Nopember 16, 2007 pukul 12:13 am

    boleh juga definisi dari “mati” nya… cukup menginspirasi…

  22. 22 br4inst0rming Nopember 16, 2007 pukul 6:53 am

    terlalu mendamba surga
    terlalu takut dengan neraka
    justru itu yg membuat manusia jadi tidak mencintai Tuhan-nya
    kalau memang manusia mencintai Tuhannya.. berharaplah akan cintaNya
    bukan berharap surgaNya
    “ikhlaslah wahai manusia”

  23. 23 gi males login Nopember 16, 2007 pukul 7:41 am

    @kurtubi

    Sepertinya memang mati itu satu satunya jalan. ;)

    *meluncur ke posingan kartubi*

    @hanna

    Wah, dekat banget ternyata, mungkin belum di sadari karena belum “mati” .

    @almascatie

    Kalo ke neraka, berarti matinya belon bener mas. Makanya mari kita belajar mati yang benar.

    @alief

    Makasih atas apresiasinya. :D

    @br4inst0rming

    Bagaimana jika ternyata surga itu adalah kembalinya hamba kepada Tuhannya, apa nggak layak di harapkan juga? ;)

  24. 24 watonist Nopember 16, 2007 pukul 7:56 am

    Bagaimana jika ternyata surga itu adalah kembalinya hamba kepada Tuhannya, apa nggak layak di harapkan juga?

    wahh … jadi selama ini kita telah menggosipkan surga yang enggak-enggak dong … :D

  25. 25 kabarihari Nopember 16, 2007 pukul 8:40 am

    Seperti ulat yang harus mati terlebih dahulu untuk menjadi kupu-kupu. Seperti itukah?

  26. 26 cK Nopember 16, 2007 pukul 10:41 am

    jadi ingat lagunya ahmad dhani, jika surga dan neraka tak pernah ada, kira-kira apa yang dilakukan manusia dalam mengisi hidupnya? akankah tetap beramal dan taat ke sesuatu yang tak ada?

    *sok agnostik*

    ah…maafken atas komen ngaconya… :roll:

  27. 27 CY Nopember 16, 2007 pukul 10:53 am

    Saya kok ga pernah kepikiran mo ke surga ya? spertinya lebih menikmati asam-pahit-manis kehidupan dunia ini. Sudah matikah saya?? :D

  28. 28 baliazura Nopember 16, 2007 pukul 12:06 pm

    jujur saya juga pengen ke surga dan takut neraka,
    tapi apakah surga dan neraka harus ada dalam hubungan vertikal?
    tidak cukupkah hanya aku dan Dia?

    *cengar-cengir di depan cermin*

  29. 29 Abu Onta Al-Lesehanhallalantayyibanny Nopember 16, 2007 pukul 12:16 pm

    @ cK: Lagunya Chrisye ft. Ahmad Dhani, ya ukhti… :mrgreen:

  30. 30 'K, Nopember 16, 2007 pukul 1:31 pm

    mati ya mati
    nanti ya nanti
    *lagi error*

  31. 31 'K, Nopember 16, 2007 pukul 1:32 pm

    kalo merasa nanti masuk neraka, sebaiknya mencari surga didunia.jadi ga rugi2 amat :twisted:

  32. 32 syahbal Nopember 16, 2007 pukul 1:34 pm

    surga.
    neraka.
    surga..
    neraka..
    surga…
    neraka…
    surga….
    neraka….
    aduh bingung…
    lho koq bingung…
    katanya masuk surga gampang??
    n masuk neraka susah??
    eh tebalik g yah…gtw ah…
    jadi masuk mana…tergantung nilai kali yah…(kaya UAN ajah)
    bingung…
    masalahnya…
    kalau kita lihat al-qurana dan hadist…
    masuk surga itu gampang banget..neraka juga…
    tapi koq susah yah??(apa jangan2 kita aja yang nyusah2in… ;)

  33. 33 syahbal Nopember 16, 2007 pukul 2:25 pm

    bntar mumpung lagi OL…
    mau nanya…
    saya orang baru didunia per BLog an…
    jadi masih bingung dengan tren yang terjadi di dunia Blog…
    saya lihat tren yang sekarang sedang terjadi adalah masalah ANTOSALAFY..
    saya mau nanya ke semoa orang…
    ada apa dengan antosalafy…sampai2 dia disebut badut…
    tolong diceritakan yah…oceh…

  34. 34 morishige Nopember 16, 2007 pukul 2:44 pm

    hmm.. kalo menurut saya, jalani saja kehidupan dunia ini dengan benar dan ikhlas..

  35. 35 Iwan Awaludin Nopember 16, 2007 pukul 2:45 pm

    @syahbal
    Jadi begini, antum cari blog yang ada tulisan disini, disini, dan disini. Nah biasanya tulisan itu ada link ke sana sini. Antum iqra dah tuh semua tulisan link dari disini. Baru antum faham ada apa dengan antosalafy.
    Begitu ga penonton?

  36. 36 ordinary Nopember 16, 2007 pukul 3:43 pm

    ana tidak fercaya..
    ana baru fercaya kalau yang nulis postingan sudah mengalaminya sendiri—>mati
    kabar2in yaa
    *dikejar guru dana *
    ngumpet

  37. 37 danalingga Nopember 16, 2007 pukul 7:41 pm

    @watonist

    Bisa jadi salah, namanya juga gosip toh. :D

    @ kabarihari

    Yah, mirip mirip begitu sepertinya. :mrgreen:

    @cK

    Iya, kira kira bagaimana ya chik? Saya juga ndak tahu ituh. :D

    *ndak OOT kok , tumben nih? *

    @CY

    Sepertinya memang udah mati. :P

    @baliazura

    Ndak cukup itu. Yang cukup itu jika yang ada hanya Dia, Dia dan Dia.

    *sok guru mode on*

    @’K,

    mati ya mati
    nanti ya nanti
    *lagi error*

    tul!!!

    kalo merasa nanti masuk neraka, sebaiknya mencari surga didunia.jadi ga rugi2 amat :twisted:

    Nah, ini lebih betul lagi. :lol:

    @ syahbal

    Atau jangan jangan kita ngampangin? :roll:

    @morishige

    Gitu juga boleh, ngapain mikirin surga dan neraka yang nggak jelas juntrungannya itu toh? :mrgreen:

    @ ordinary

    Duh ukhti,
    harus berapa kali lagi saya mati agar kamu percaya? ;)

  38. 38 Abah Dedhot Nopember 17, 2007 pukul 1:09 am

    @mas dana
    Kenapa… kalo mau nulis tentang surga & NERAKA… ngga nanya sama abah dulu, sebagai AHLI NERAKA….??? :lol:

  39. 39 danalingga Nopember 17, 2007 pukul 7:33 am

    Alah, abah bisa aja. Saya nggak nanya karena tak kirain abah itu ahli surga. :lol:

  40. 40 dwihandyn Nopember 17, 2007 pukul 9:26 am

    Klo aku koq ga memikirkan, apakah nanti setelah mati akan bisa masuk surga ato neraka toh. Yang penting bagi aku, bisa menikmati n menjalani kehidupan ini dg baik (menurut pandangan aku), n berusaha untuk bisa berbuat baik(walau mungkin banyak buruknya). :)

  41. 41 syahbal Nopember 17, 2007 pukul 11:29 am

    @danalingga

    kayaknya klw ngegampangin ga deh… karena emang gampang…gtu ajah…hehehehe

    @iwan awaludin
    oceh deh saya akan cari-cari…

  42. 42 n3khr0pHon3 Nopember 17, 2007 pukul 3:42 pm

    yang pasti no shortcut to heaven

  43. 43 n3khr0pHon3 Nopember 17, 2007 pukul 3:46 pm

    salam kenalnya lupa mas :D

  44. 44 syahbal Nopember 17, 2007 pukul 4:29 pm

    @iwan awaludin

    mas mana link nya…
    kaga ada…..

  45. 45 danalingga Nopember 17, 2007 pukul 7:39 pm

    @ syahbal

    Baguslah jika ternyata gampang, kan bisa semakin banyak yang masuk sorga toh. ;)

    @ n3khr0pHon3

    Yang ada itu ya satu satunya jalan, yakni mati secara benar. :mrgreen:

    Salam kenal juga.

  46. 46 danalingga Nopember 17, 2007 pukul 7:40 pm

    @dwihandyn

    Wah, cara hidup seperti itu sepertinya lebih asyik tuh. :D

  47. 47 Abu Onta Al-Lesehanhallalantayyibanny Nopember 17, 2007 pukul 7:46 pm

    Saya bingung apa saya ngebet nyari surga ya… :P

    Tapi apa saya juga mati-matian menghindari neraka… :roll:

  48. 48 danalingga Nopember 17, 2007 pukul 7:51 pm

    jangan bingung, entar kesambet. :P

  49. 49 syahbal Nopember 17, 2007 pukul 7:57 pm

    @danalingga

    emang kayaknya banyak deh yang masuk surga…

  50. 50 danalingga Nopember 17, 2007 pukul 8:05 pm

    amin. *setulus hati*

  51. 51 qzink666 Nopember 18, 2007 pukul 4:29 am

    Tangan kanan saya ada neraka, dan tangan kiri saya ada surga.. Silahkan pilih, dipilih, dipilih.. Yg jauh mendekat, yg dekat merapat.. Dipilih, dipilih..
    *Dajjal mode: ON*

  52. 52 bachtiar Nopember 18, 2007 pukul 5:54 am

    jika surga dan neraka tak pernah ada. .. . .(nyanyi lagunya chrisye alm)

    i’tiraf :
    aku ingin masuk surga , tapi tak pantas.
    aku ingin masuk neraka , tapi aku tak sanggup.

    jadi kemana ?

  53. 53 danalingga Nopember 18, 2007 pukul 11:58 am

    @qzink666

    Lah, di obral gitu. *mencurigakan*

    @bachtiar

    Wah, susah juga ya? *garuk garuk kepala*

  54. 54 Zazi Nopember 18, 2007 pukul 1:42 pm

    jadi harus mati dulu ya ? :? *masih bingung*

  55. 55 morishige Nopember 18, 2007 pukul 2:27 pm

    tapi saya tetep ingin masuk surga.. :lol:

  56. 56 danalingga Nopember 18, 2007 pukul 3:02 pm

    @Zazi

    Bagus itu zi, bingung berarti tanda tanda orang berpikir. Pertahankan kebingungannya. gyahahaha….

    @morishige

    Surga yang mana? :lol:

  57. 57 morishige Nopember 18, 2007 pukul 3:25 pm

    yang itu, lho…
    *sambil nunjuk2 ke atas..
    :lol2:

  58. 58 danalingga Nopember 18, 2007 pukul 3:35 pm

    Oh, yang itu toh.

    *ngelirik ke atas *

  59. 59 abah dedhot Nopember 20, 2007 pukul 1:29 am

    Lho, tempat yang enak bukan yang itu kok…
    Tapi yang ini nih…
    *ngelirik kebawah, agak keatasan dikit*

    *petunjuk dari ahli neraka* :lol:

  60. 60 abah dedhot Nopember 20, 2007 pukul 1:34 am

    @mas dana…
    Surga & neraka… sudah banyak orang yang ngomongin. Tapi ada satu tempat lagi yang berada diantara keduanya… tempat yang tinggi / al-a’raaf.
    abah belum pernah denger bahasannya…
    sok atuh segera digelar…

    salam

  61. 61 sofwan {kalipaksi} Nopember 20, 2007 pukul 7:53 am

    Very deep….Dalem banget, Mas.

  62. 62 danalingga Nopember 20, 2007 pukul 5:13 pm

    Akhinya ada yang mengerti kedalamannya *terharu*

    Eh, link blognya mana nih pak?

  63. 63 danalingga Nopember 20, 2007 pukul 5:15 pm

    @abah dedhot

    Justru tempat itulah yang saya sebut surga bah, kalo yang lain lain semua neraka. :D

    @sofwan {kalipaksi}

    Akhinya ada yang mengerti kedalamannya *terharu*

    Eh, link blognya mana nih pak?

  64. 64 Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim Nopember 20, 2007 pukul 10:51 pm

    saya kok lebih demen surga dunia itu ya…???

    *nyari temen ke utara malioboro*

    kalo di surga itu, bikin hidup lebih hidup… sementara surga satunya harus mati dulu, itu pun belum tentu bisa masuk….

  65. 65 danalingga Nopember 21, 2007 pukul 12:02 am

    Tenang ya akhi, kalo matinya benar di jamin masuk surga.

  66. 66 brainstorming Nopember 21, 2007 pukul 5:17 am

    mas dana, mati yang bener yang bijimaneh tuh?? mau tau dungs.. :P

  67. 67 danalingga Nopember 21, 2007 pukul 7:02 pm

    mati yang bener ya bener bener mati. :lol:

  68. 68 joyo Nopember 21, 2007 pukul 8:03 pm

    *nyari temen ke utara malioboro*

    Ya…ada apa kok cari2 saya, saya dari kemaren jongkok disini kok

  69. 69 kikie Maret 24, 2008 pukul 6:45 pm

    sori aku komen di post lama … kebetulan ke sini lewat blog post lain yang nge-link ke sini ^^;

    beramal kepada fakir miskin … menurutku hal ini perlu dibenahi. apa dengan beramal kepada fakir miskin saja, sudah bisa membuat hidup fakir miskin itu lebih mudah? iya memang, ia jadi punya biaya untuk makan hari ini. tapi besok, bagaimana? mau mengharap sedekah dari dermawan lagi? wah, ketergantungan dong. taraf hidupnya kapan naiknya.

  70. 70 pencari tuhan Mei 10, 2008 pukul 11:38 pm

    setelah hampir 30 tahun pengembaraan mencari dan belajar dari tokoh-tokoh agama untuk mencari apa dan dimana surga,neraka,setan dan tuhan. akhirnya saya cenderung setuju dengan pendapat :

    ‘SURGA DAN NERAKA, BAIK DAN BURUK, TUHAN DAN SETAN, DAN SEMUA PRO DAN KONTRA, POSITIF DAN NEGATIF SEMUA ITU BERADA DI DALAM JIWA KITA. TERGANTUNG BAGAIMANA KITA BISA MENGOLAH PERASAAN JIWA KITA,UNTUK SELALU TETAP PADA HAL-HAL YANG BAIK’

    ini memang susah diterima, karena selama hidup kita ini sudah dijejali doktrin2 yang sangat gampang. yang intinya apapun jua selalu berawal atau sebabnya selalu diluar diri kita.
    selalu cari kambing hitam, karena memang gampaaaaaaang bgt untuk melakukannya. betuuuuul?

  71. 71 Faubell Mei 11, 2008 pukul 12:06 am

    @pencari tuhan

    Setuju Bro/Pren,
    Bagaimana mau melihat sumber cahaya, kalau yang dilihat bayangannya. Logikanya belakangi dulu bayangan itu baru kamu akan melihat sumber cahaya yang kamu cari-cari. Artinya…Kenali dirimu, baru kamu akan mengenal Tuhanmu.

    @Dana
    “Kematianmu
    Itu syarat mutlak.
    Matilah terlebih dahulu,
    Sehingga pintu surga terbuka bagimu”

    Mati sakjroning urip.

  1. 1 Agama dan Kemegahan Spiritualitas « Sains-Inreligion Lacak balik pada Nopember 18, 2007 pukul 8:02 am
  2. 2 Teruntuk: bangsa ku « Brainstorm Lacak balik pada Maret 14, 2008 pukul 1:40 pm

Tinggalkan Balasan




AKU

Bermakna

Jenis Perjalanan

Tanggalan

Nopember 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Jejak Langkahku