Warisan Sang Nabi

Pada saatnya nanti. Jauh dimasa depan maka esensi ajaranku akan dilupakan. Yang ada hanya ritual kering yang masih terus dipelihara. Bahkan ritual-ritual itu pada akhirnya menciptakan tuhan-tuhan baru. Tuhan-tuhan yang menjadi harapan bagi mereka-mereka yang terjebak dalam ilusi. Esensi telah dirampas seluruhnya oleh ilusi yang diciptakan oleh ruang dan waktu dari masaku.

terus mendengar …

Perjalanan Yang Masih Terus Berlanjut

Tentu para pembaca blog sebuah perjalanan ini sudah menyadari. Menyadari bahwa beberapa bulan ini tulisan di sini berkurang drastis dibandingkan yang sudah-sudah. Yah, semua itu disebabkan hal di dalam diri, bukan karena kesibukan atau hal di luar diri lainnya. Terasa beberapa bulan ini ada perubahan dalam memandang laku agama sekitar, yang selama ini sebagai bahan tulisan. Semua berawal dari spiritualitas yang semakin menurun. Kesadaran yang semakin diambil alih oleh ego.

bagaimana sebenarnya?

Pencerahan?

Makanya Allah menciptakan cinta, biar yang beda-beda bisa nyatu.

Kata sebuah nabi satu ketika.

Akupun mengamininya sepenuh hati.

Politikus Beragama

Kawan aku beritahukan kepadamu bahwa politikus yang mengaku beragama itu banyak. Politikus yang benar-benar beragama masih aku cari sampai saat ini. Sudah lama, masih belum aku temukan. Tapi aku tidak akan putus asa. Akan kucari terus politikus yang benar-benar beragama bukan yang hanya kelihatannya beragama.

putus asakah dalam pencarian?

Agama Bukan Untuk Orang Logis

Pernah disebutkan sebuah pembelaan ketika agama sedang dituduh tidak bisa memenuhi kaidah logika. Pembelaan itu menyatakan bahwa memang agama tidak bisa dipahami dengan logika. Atau pernah disebutkan juga pembelaan lainnya bahwa agama itu tidak dapat dilogikakan. Kedua pembelaan itu sama saja konsekuensinya.

logiskah?

Muslim

“Kamu itu muslim bukan?”

“Tergantung defenisi muslim itu apa.”

“Hem… maksudnya? “

“Begini, jika defenisi muslim adalah berlabel Islam di KTP jelas aku bukan muslim.

“Lantas, emang ada defenisi lainnya?

“Tentu ada defenisi lainnya. Defenisi yang menyatakan bahwa muslim itu adalah orang yang telah berserah diri kepada Allah.”

“Lantas bagaimana jika menurut defenisi ini, apa kamu muslim?”

“Ehem… begini … jika memakai defenisi ini maka aku belum muslim. ” *nyengir kuda*

“Wa..ladalah… muter-muter ternyata Cuma mau bilang bahwa kamu bukan muslim saja. ” *melet*

“Kekekekekeke…. “

Manusia Melihat

Manusia memang seringnya melihat apa yang ingin dia lihat. Dia telah menetapkan batasan-batasan terlebih dahulu dalam pikirannnya, lalu melihat suatu kejadian dalam bingkai batasan-batasan tersebut. Bahkan jika kejadian yang dilihat tidak pas dalam bingkai tersebut, maka bukan bingkainya yang dilepas, melainkan kenyataan yang disesuaikan dalam bingkai tersebut.

lihatlah!


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

November 2014
S S R K J S M
« Mei    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.